Kenapa Coolant Radiator Bisa Berbusa Saat Mesin Mobil Dinyalakan?

- Busa coolant saat mesin menyala dapat terjadi karena udara terjebak setelah pengurasan, penggantian cairan, atau perbaikan komponen sistem pendingin.
- Coolant yang tidak sesuai spesifikasi, tercampur produk lain, minyak mesin, atau zat lain dapat membuat cairan keruh, berminyak, dan berbuih tidak normal.
- Gelembung terus-menerus bisa menandakan gasket kepala silinder rusak; pemeriksaan bengkel diperlukan, dan tutup radiator tidak boleh dibuka saat mesin panas.
Saat memeriksa cairan pendingin mobil, terkadang muncul gelembung atau busa ketika mesin dinyalakan. Kondisi ini bisa membuat pemilik kendaraan khawatir karena radiator memiliki peran penting dalam menjaga suhu mesin tetap stabil. Apalagi, jika gelembung terus muncul meski mesin sudah beberapa saat menyala.
Sebenarnya, coolant yang terlihat berbusa tidak selalu menandakan kerusakan serius. Ada beberapa kemungkinan penyebabnya, mulai dari udara yang terjebak di sistem pendingin hingga gangguan pada komponen mesin. Untuk mengetahui tingkat bahayanya, penting memahami perbedaan antara gelembung sesaat dan busa yang muncul terus-menerus.
1. Udara masih terjebak di sistem pendingin

ilustrasi warna radiator coolant (pexels.com/Jj Gouln) Salah satu penyebab coolant berbuih adalah adanya udara yang terjebak di dalam sistem pendingin. Kondisi ini bisa terjadi setelah radiator dikuras, coolant diganti, atau komponen seperti selang dan pompa air diperbaiki. Jika proses pengisian tidak dilakukan dengan benar, udara dapat tertinggal di saluran pendingin dan ikut bergerak ketika mesin dinyalakan.
Gelembung akibat udara yang terjebak biasanya berkurang setelah sistem pendingin dibuang udaranya sesuai prosedur pabrikan. Namun, jika gelembung terus muncul atau volume coolant berulang kali berkurang, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan. Jangan langsung menyimpulkan radiator rusak karena penyebabnya bisa berasal dari proses pengisian atau kebocoran pada sistem.
2. Coolant tidak cocok atau terkontaminasi

Ilustrasi mengecek air radiator mobil (freepik.com/pressfoto) Penyebab lain yang perlu diperhatikan adalah penggunaan coolant yang tidak sesuai spesifikasi atau tercampur cairan lain. Beberapa produk memiliki formulasi aditif berbeda untuk melindungi komponen dari korosi dan menjaga kestabilan cairan. Jika produk dicampur sembarangan, karakteristiknya bisa berubah dan berpotensi menimbulkan endapan atau masalah pada sistem pendingin.
Kontaminasi juga dapat terjadi ketika cairan pendingin bercampur minyak mesin atau zat lain akibat kerusakan komponen. Dalam kondisi tertentu, cairan bisa tampak keruh, berminyak, atau menghasilkan buih yang tidak biasa. Jika menemukan perubahan tersebut, sebaiknya jangan hanya menambahkan coolant baru. Bawa mobil ke bengkel untuk memeriksa sumber kontaminasi dan memastikan sistem pendingin tetap bekerja dengan baik.
3. Gasket kepala silinder mengalami kerusakan

ilustrasi mengecek radiator flush pada mobil (freepik.com/jcomp) Gelembung yang muncul terus-menerus saat mesin hidup juga bisa menjadi tanda kebocoran gas pembakaran menuju sistem pendingin. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah gasket kepala silinder yang rusak. Komponen ini berfungsi menjaga sambungan antara blok mesin dan kepala silinder tetap rapat, termasuk memisahkan jalur gas pembakaran dari saluran coolant.
Jika gasket mengalami kerusakan, gas bertekanan dapat masuk ke cairan pendingin dan menghasilkan gelembung berulang. Gejala lain yang mungkin menyertai antara lain mesin mudah overheat, coolant terus berkurang, atau muncul asap putih tebal dari knalpot. Meski demikian, gejala tersebut tidak selalu muncul bersamaan. Pemeriksaan bengkel diperlukan untuk memastikan penyebabnya, misalnya melalui pengujian tekanan sistem pendingin atau tes gas pembakaran. Hindari membuka tutup radiator ketika mesin panas karena cairan bertekanan bisa menyembur dan menyebabkan luka bakar.




















