8 Tahun Jetour, Andalkan Teknologi 4WD hingga Super Hybrid

Jetour memasuki tahun kedelapan dengan strategi Travel+, menggabungkan pengembangan produk, teknologi, dan pengalaman perjalanan; penjualan global mencapai 2,56 juta unit hingga September 2026 di lebih dari 100 negara.
Dalam Global Technology Experience Day 2026, Jetour menampilkan XWD 4WD dan arsitektur GAIA untuk menghadapi medan pegunungan, berbatu, tanjakan curam, serta lintasan air.
Jetour turut mengembangkan C-DM Super Hybrid, bantuan berkendara cerdas, kabin nyaman, serta portofolio T-Series dan G-Series untuk kebutuhan mobilitas harian hingga petualangan.
Jakarta, IDN Times - Jetour memperkuat pengembangan teknologi kendaraan melalui strategi Travel+ yang telah menjadi landasan bisnisnya sejak berdiri pada 2018. Memasuki tahun kedelapan, merek otomotif asal China ini menggabungkan pengembangan produk, inovasi teknologi, dan pengalaman perjalanan untuk menjangkau kebutuhan konsumen di berbagai kondisi.
Pendekatan tersebut akan ditampilkan melalui Jetour Global Technology Experience Day 2026 yang berlangsung pada 20–23 Oktober 2026. Mengusung tema Future Travel Starts Now, kegiatan ini menghadirkan pengalaman berkendara di Wuhu, Provinsi Anhui, serta kawasan Moganshan dan Xiazhu Lake di Provinsi Zhejiang, China. Hingga September 2026, Jetour mencatatkan penjualan kumulatif global sebanyak 2,56 juta unit dan telah hadir di lebih dari 100 negara dan wilayah.
1. Teknologi penggerak empat roda untuk berbagai medan

Jetour T2 i-DM meluncur di GIIAS 2026 (IDN Times/Fadhliansyah) Jetour menghadirkan teknologi XWD Fully Automatic Intelligent 4WD dan GAIA All-Terrain Intelligent Architecture untuk mendukung kemampuan kendaraan saat melintasi berbagai kondisi jalan.
Kedua teknologi tersebut diperkenalkan melalui rangkaian kegiatan berkendara yang mencakup jalur pegunungan, jalan berbatu, tanjakan curam, hingga lintasan air. Pengembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi Travel+ yang menempatkan kebutuhan perjalanan sebagai salah satu dasar pengembangan kendaraan.
Jetour berupaya menghadirkan kendaraan yang tidak hanya menunjang mobilitas di perkotaan, tetapi juga memberikan fleksibilitas ketika digunakan untuk perjalanan jarak jauh maupun aktivitas di alam terbuka.
"Melalui Global Technology Experience Day 2026, kami ingin menunjukkan bagaimana inovasi teknologi Jetour dapat dirasakan secara langsung dalam berbagai kondisi perjalanan, mulai dari mobilitas sehari-hari hingga eksplorasi alam," ujar Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, Senin (19/10/2026).
2. Kembangkan sistem hybrid dan kenyamanan kabin

Tampilan Jetour T1 terlihat gagah (IDN Times/Fadhliansyah) Selain teknologi penggerak empat roda, Jetour mengembangkan sistem C-DM Super Hybrid yang memadukan performa dengan efisiensi energi. Teknologi ini ditujukan untuk mendukung penggunaan kendaraan di kawasan perkotaan maupun perjalanan jarak jauh.
Jetour juga menyertakan teknologi bantuan berkendara cerdas dan sistem pengisian energi yang diklaim efisien. Kombinasi tersebut melengkapi pendekatan pengembangan kendaraan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan melintasi medan, tetapi juga pada kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Dari sisi interior, Jetour menyoroti kabin yang lapang, sistem kendaraan yang intuitif, serta suasana interior yang senyap dan nyaman. Aspek tersebut dirancang untuk menunjang perjalanan bersama keluarga maupun mobilitas rutin.
Dalam portofolionya, Jetour memiliki T-Series yang menyasar segmen light off-road dan G-Series untuk segmen premium luxury off-road. Kedua lini tersebut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda, mulai dari perjalanan keluarga hingga petualangan di alam terbuka.
3. Penjualan global tembus 2,56 juta unit

Ruang mesin bensin Jetour T1 (IDN Times/Fadhliansyah) Selama delapan tahun beroperasi, Jetour terus memperluas jangkauan pasar dan portofolio kendaraannya. Hingga September 2026, penjualan kumulatif global merek ini mencapai 2,56 juta unit, dengan jaringan pasar yang mencakup lebih dari 100 negara dan wilayah. Jetour juga menyebut dirinya menempati peringkat pertama dalam penjualan SUV bergaya boxy di 13 negara.
Untuk memperkuat kehadirannya, perusahaan mengusung strategi In Somewhere, For Somewhere, Be Somewhere dengan menyesuaikan pendekatan bisnis terhadap kebutuhan konsumen di setiap pasar, termasuk di Eropa, Australia, dan Selandia Baru.
Strategi Travel+ juga diperluas melalui kegiatan komunitas, olahraga, budaya, dan pelestarian lingkungan. Jetour bekerja sama dengan Discovery dan Cheetah Conservation Fund di Afrika melalui program Return of the Cheetah, serta mendukung inisiatif konservasi di Malaysia dan Pakistan.
Dalam Jetour Global Technology Experience Day 2026, peserta juga diajak mengenal upaya pelestarian ibis jambul di Xiazhu Lake. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa konsep Travel+ tidak hanya berfokus pada kendaraan, tetapi juga menghubungkan pengalaman berkendara dengan eksplorasi alam dan kepedulian terhadap lingkungan.
"Memasuki tahun kedelapan, Jetour akan terus mengembangkan portofolio kendaraan dan memperkuat kehadirannya di pasar global. Melalui ‘Travel+’, Jetour berkomitmen menghadirkan inovasi dan pengalaman yang semakin relevan dengan gaya hidup serta kebutuhan perjalanan konsumen," ujar Ranggy.





















