Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Jangan Langsung Menginjak Rem Saat Mobil Mulai Selip?
ilustrasi mobil di jalan tikungan (pexels.com/Jaxon Matthew Willis)
  • Saat ban kehilangan traksi, pengereman mendadak—terutama pada mobil tanpa ABS—dapat mengunci roda, membuat mobil meluncur dan sulit mengikuti arah setir.
  • Pengemudi perlu tetap tenang, menghindari gerakan ekstrem pada setir, gas, dan rem, lalu melakukan koreksi arah secara halus serta terukur.
  • Lepaskan gas perlahan dan perlambat kendaraan bertahap setelah stabil; kecepatan, kondisi ban, permukaan jalan, serta ruang aman tetap menentukan pemulihan kendali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau mobil mulai selip, jangan langsung tekan rem kuat-kuat. Ban bisa jadi tidak bisa mencengkeram jalan dan mobil makin susah dibelokkan. Pengemudi harus tetap tenang, lepas gas pelan-pelan, dan putar setir dengan halus ke arah aman. Mobil dengan ABS juga perlu jalan pelan saat jalan licin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mobil yang mulai selip bisa membuat pengemudi panik dalam hitungan detik. Respons spontan yang sering dilakukan adalah langsung menginjak pedal rem sekuat-kuatnya agar mobil segera melambat dan kembali terkendali.

Padahal, tindakan tersebut tidak selalu menjadi pilihan yang tepat. Saat ban kehilangan traksi, pengereman mendadak justru berpotensi memperburuk kondisi, terutama jika mobil belum dilengkapi sistem keselamatan yang mampu membantu menjaga kestabilan kendaraan.

1. Ban yang kehilangan traksi sulit menerima pengereman mendadak

ilustrasi mobil di tikungan basah (pexels.com/Grégory Costa)

Mobil dapat mulai selip ketika daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan berkurang. Kondisi ini bisa terjadi saat melewati jalan basah, genangan, pasir, oli, kerikil, atau ketika melakukan manuver terlalu cepat.

Saat ban sudah kehilangan sebagian traksi, menginjak rem secara mendadak dapat membuat roda semakin sulit mempertahankan putaran dan arah. Pada mobil tanpa sistem abs, roda bahkan berpotensi terkunci jika pengereman dilakukan terlalu keras.

Ketika roda terkunci, ban lebih mudah meluncur di atas permukaan jalan daripada memberikan daya cengkeram untuk mengendalikan arah mobil. Akibatnya, setir yang diputar belum tentu membuat mobil langsung mengikuti arah yang diinginkan.

Karena itu, saat mobil mulai terasa kehilangan traksi, hal pertama yang perlu dilakukan adalah berusaha tetap tenang. Hindari gerakan mendadak pada pedal gas, rem, maupun setir karena perubahan input yang terlalu ekstrem dapat membuat mobil semakin sulit dikendalikan.

2. Gerakan setir dan pedal harus tetap halus

ilustrasi menyetir mobil di tikungan (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Saat mobil mulai selip, pengemudi perlu melihat arah yang aman dan menjaga gerakan setir tetap halus. Jangan langsung membanting setir karena perubahan arah yang mendadak dapat membuat perpindahan bobot kendaraan semakin ekstrem.

Jika bagian belakang mobil mulai bergerak keluar dari jalur, koreksi arah perlu dilakukan secara terukur untuk membantu kendaraan kembali sejajar dengan arah yang diinginkan. Namun, koreksi berlebihan juga berbahaya karena mobil dapat bergerak ke arah sebaliknya.

Pada mobil yang dilengkapi sistem seperti abs dan kontrol kestabilan, sistem elektronik dapat membantu mengurangi risiko roda terkunci dan menjaga arah kendaraan dalam kondisi tertentu. Meski begitu, teknologi tersebut bukan berarti membuat mobil kebal terhadap kehilangan traksi.

Kondisi ban, kecepatan, permukaan jalan, serta besarnya selip tetap menentukan kemampuan mobil untuk kembali stabil. Karena itu, menjaga kecepatan sesuai kondisi jalan jauh lebih penting daripada hanya mengandalkan fitur keselamatan.

3. Lepaskan gas dan perlambat mobil secara bertahap

Ilustrasi setir mobil yang kurang responsif (freepik.com/diana.grytsku)

Saat mobil mulai kehilangan kestabilan, mengurangi tekanan pada pedal gas secara perlahan dapat membantu mengurangi tenaga yang diterima roda. Hindari menekan gas secara tiba-tiba karena dapat memperbesar selip, terutama pada kondisi jalan dengan permukaan licin.

Setelah kendaraan mulai kembali stabil, perlambatan dapat dilakukan secara halus dan bertahap sesuai kondisi. Jika mobil memiliki abs, pedal rem dapat diinjak dengan tekanan yang tegas sesuai kebutuhan pengereman, sementara sistem membantu mencegah roda terkunci dalam batas kemampuan yang tersedia.

Namun, jangan hanya fokus pada pedal rem. Perhatikan juga ruang di sekitar mobil dan arah kendaraan. Jika kondisi memungkinkan, arahkan mobil menuju jalur yang lebih aman tanpa melakukan manuver tajam yang berpotensi kembali menghilangkan traksi.

Kondisi selip sering terjadi begitu cepat sehingga kemampuan untuk tetap tenang menjadi sangat penting. Panik biasanya membuat gerakan kaki dan tangan menjadi kasar, padahal mobil yang kehilangan traksi justru membutuhkan input kendali yang lebih halus.

Karena itu, memahami karakter mobil dan berlatih mengendalikan kendaraan secara aman dapat membantu menghadapi situasi darurat. Jika ingin mempelajari teknik pengendalian selip, latihan sebaiknya dilakukan di area tertutup dengan instruktur yang kompeten.

Pada akhirnya, jangan langsung menghantam pedal rem saat mobil mulai selip hanya karena panik. Kurangi tenaga secara halus, hindari gerakan setir mendadak, dan manfaatkan ruang aman yang tersedia untuk membantu kendaraan kembali stabil. Reaksi yang tepat dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan saat daya cengkeram ban tiba-tiba berkurang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article