Goresan dan retakan kecil pada body bisa muncul akibat kebiasaan atau faktor lingkungan. Jika dibiarkan, kerusakan tersebut dapat membuat tampilan mobil menjadi kurang terawat. Berikut ini penyebab body mobil retak yang perlu kamu ketahui.
4 Penyebab Body Mobil Bisa Retak yang Jarang Disadari

- Paparan suhu ekstrem, terutama panas tinggi, dapat memudarkan cat dan memicu retakan pada body mobil yang terus terkena panas berlebih.
- Benturan keras berisiko menimbulkan goresan, retakan, hingga penyok; sementara karat dapat menyebar pada body logam jika kelembapan dan lapisan pelindung tidak ditangani.
- Perawatan yang keliru, seperti memakai lap kasar, dapat membuat baret halus; pencucian dan pengeringan rutin membantu menjaga kondisi body mobil.
Setiap pemilik mobil tentu menginginkan kendaraannya selalu tampak menarik. Sayangnya, kerusakan pada body dapat terjadi tanpa disadari saat pemakaian sehari-hari. Kondisi seperti ini sebaiknya dicegah sedini mungkin.
1. Terpapar suhu ekstrem

ilustrasi mobil (unsplash.com/Sven D) Penyebab pertama adalah paparan suhu ekstrem yang diterima oleh kendaraan. Cuaca yang terlalu panas dapat membuat cat pada body mobil memudar dan permukaannya menjadi retak. Hal ini terjadi karena material body terus-menerus terkena panas berlebih.
Indonesia memiliki iklim tropis dengan intensitas sinar matahari yang cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat mobil kamu berisiko lebih besar mengalami kerusakan pada bagian luar. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memberikan perlindungan tambahan agar body tidak cepat kusam.
2. Terbentur keras

ilustrasi mobil (pexels.com/Borta) Benturan keras akibat tabrakan menjadi salah satu penyebab utama body mobil tergores dan retak. Tingkat keparahan kerusakan pada body sangat dipengaruhi oleh seberapa kuat benturan yang terjadi. Semakin besar dampaknya, semakin besar pula risiko kerusakan yang ditimbulkan.
Apabila benturan yang terjadi tergolong ringan, maka kerusakan pada body biasanya tidak terlalu parah. Namun, jika benturan cukup keras, retakan bahkan penyok dapat muncul pada permukaan mobil. Oleh karena itu, kamu perlu berhati-hati saat berkendara agar risiko benturan dapat diminimalkan.
3. Muncul karat

ilustrasi mobil (unsplash.com/C Joyful) Body mobil sebagian besar terbuat dari bahan logam sehingga rawan mengalami karat. Karat dapat muncul apabila lapisan pelindung pada permukaan body mulai rusak. Jika tidak segera ditangani, kerusakan ini akan menyebar dan merusak struktur body.
Risiko karat semakin tinggi ketika mobil sering terkena air hujan, terutama air yang mengandung garam. Ditambah lagi, jika mobil jarang dibersihkan setelah kehujanan, kotoran dan kelembapan akan menempel lebih lama. Oleh karena itu, kamu sebaiknya rutin mencuci dan mengeringkan mobil agar body tetap terlindungi.
4. Salah dalam merawat mobil

ilustrasi mobil (unsplash.com/Chandler Cruttenden) Perawatan mobil yang tidak tepat juga dapat menjadi penyebab munculnya retakan dan goresan pada body. Beberapa kebiasaan saat membersihkan kendaraan justru berpotensi merusak permukaan cat. Kesalahan kecil ini sering kali tidak disadari oleh pemilik mobil.
Contohnya adalah penggunaan kain lap dengan tekstur yang terlalu kasar saat mengelap body. Gesekan dari bahan tersebut dapat menimbulkan baret halus pada permukaan mobil. Oleh karena itu, kamu perlu lebih teliti dalam memilih peralatan dan cara merawat kendaraan agar body tetap mulus.
Body mobil bisa retak atau tergores karena suhu ekstrem, benturan, karat, dan perawatan yang salah. Jika dibiarkan, kerusakan ini membuat tampilan mobil kusam dan menurunkan nilainya. Jadi yang bisa kamu lakukan adalah berhati-hati saat berkendara dan rutin merawat mobil dengan cara yang benar.


















