Kenapa Mobil Bisa Tiba-tiba Terbakar Saat Parkir, Ini Penyebabnya!

- Kebocoran bahan bakar dari selang, sambungan, tangki, atau sistem terkait dapat memicu api saat cairan atau uap bertemu komponen mesin dan pembuangan yang masih panas.
- Korsleting akibat kabel terkelupas, sambungan longgar, sekring tak sesuai, atau aksesori terpasang keliru tetap berisiko saat parkir karena beberapa perangkat masih dialiri listrik.
- Benda mudah terbakar, kebocoran oli, dan cairan di dekat mesin dapat memicu kebakaran; bau bahan bakar, asap, atau tetesan tidak biasa perlu segera diperiksa.
Mobil terbakar saat sedang diparkir memang terdengar tidak masuk akal. Pasalnya, kendaraan dalam kondisi diam dan mesin bahkan bisa saja sudah lama dimatikan.
Namun, kebakaran tidak selalu terjadi ketika mobil sedang dikendarai. Ada sejumlah komponen dan kondisi yang dapat memicu munculnya api meski kendaraan sedang terparkir tanpa pengawasan.
1. Kebocoran bahan bakar bisa memicu api

ilustrasi parkir mobil (unsplash.com/Zoshua Colah) Salah satu penyebab yang perlu diwaspadai adalah kebocoran bahan bakar. Selang, sambungan, tangki, atau komponen sistem bahan bakar yang mengalami kerusakan dapat membuat bensin atau bahan bakar lain merembes ke area tertentu di ruang mesin. Uap bahan bakar juga sangat mudah terbakar ketika bertemu sumber panas atau percikan.
Kondisi tersebut bisa menjadi lebih berbahaya setelah mobil digunakan dalam perjalanan. Beberapa bagian mesin dan sistem pembuangan memiliki temperatur tinggi meski mesin sudah dimatikan. Jika bahan bakar yang bocor mengenai bagian panas, api dapat muncul dan kemudian menyebar ke komponen lain di sekitarnya.
2. Korsleting listrik dapat menimbulkan percikan

ilustrasi aki mobil (pexels.com/Vladimir Srajber) Sistem kelistrikan juga menjadi salah satu sumber risiko kebakaran pada mobil yang sedang parkir. Kabel terkelupas, sambungan yang longgar, sekring yang tidak sesuai, atau pemasangan aksesori tambahan secara tidak tepat dapat menyebabkan korsleting. Arus listrik yang terlalu besar kemudian dapat menghasilkan panas dan merusak lapisan pelindung kabel.
Risiko tersebut bisa tetap ada meskipun mesin tidak menyala karena sejumlah perangkat mobil masih mendapatkan aliran listrik ketika kendaraan dalam kondisi mati. Aksesori seperti dashcam, perangkat audio, alarm, atau charger tambahan juga perlu dipasang dengan benar agar tidak membebani sistem kelistrikan. Kondisi aki dan kabel di sekitar ruang mesin juga sebaiknya diperiksa secara berkala.
3. Benda mudah terbakar bisa menjadi pemicu

ilustrasi parkir mobil (unsplash.com/Claude Gabriel) Kebiasaan meninggalkan benda mudah terbakar di dalam atau sekitar mobil juga tidak boleh disepelekan. Kaleng aerosol, cairan pembersih, korek api, atau bahan lain yang mudah terbakar dapat menjadi berbahaya ketika terkena panas berlebihan. Paparan sinar matahari juga dapat membuat temperatur kabin meningkat drastis.
Selain itu, kebocoran oli atau cairan mudah terbakar yang menetes ke bagian mesin dan sistem pembuangan juga berpotensi menimbulkan masalah. Karena itu, pemilik mobil sebaiknya tidak hanya memperhatikan kondisi mesin, tetapi juga memeriksa apakah terdapat tetesan cairan di bawah kendaraan setelah parkir.
Jika tercium bau bahan bakar, muncul asap, atau terlihat cairan yang tidak biasa, sebaiknya jangan mengabaikannya. Segera matikan sumber listrik jika aman dilakukan dan jauhkan kendaraan dari sumber api. Pemeriksaan rutin pada sistem bahan bakar, kelistrikan, serta ruang mesin dapat membantu mengurangi risiko kebakaran saat mobil sedang parkir.



















