Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Mobil Kadang Mengeluarkan Suara Krek setelah Lama Parkir?

4 min read
Kenapa Mobil Kadang Mengeluarkan Suara Krek setelah Lama Parkir?
ilustrasi sunroof mobil (pexels.com/Karola G)
  • Suara “krek” setelah mobil lama parkir sering muncul saat mulai bergerak, berbelok, atau melewati jalan tidak rata, dan tidak selalu menandakan kerusakan serius.
  • Penyebab umum meliputi karat tipis pada cakram rem, kampas rem yang menempel setelah kondisi basah, serta perubahan posisi karet dan kerja suspensi.
  • Jika bunyi cepat hilang dan rem normal, cukup diamati; pemeriksaan diperlukan bila suara makin keras, sering muncul, disertai getaran, atau pengereman berubah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mobil yang mengeluarkan suara “krek” setelah lama parkir cukup sering membuat pemilik kendaraan merasa khawatir. Bunyi tersebut biasanya terdengar ketika mobil mulai bergerak, roda berbelok, atau kendaraan melewati permukaan jalan yang tidak rata. Padahal, suara singkat setelah mobil diam dalam waktu lama tidak selalu menandakan kerusakan serius.

Ada beberapa komponen yang dapat berubah kondisi setelah mobil terparkir berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Rem, suspensi, ban, hingga bagian karet pada kaki-kaki bisa menjadi sumber suara tersebut. Berikut beberapa penyebab mobil mengeluarkan suara “krek” setelah lama parkir.

  1. 1. Permukaan cakram rem mengalami karat tipis

    ilustrasi sunroof mobil
    ilustrasi sunroof mobil (pexels.com/Hassan Oajbir)

    Mobil yang lama tidak digunakan dapat mengalami terbentuknya lapisan karat tipis pada permukaan cakram rem, terutama jika kendaraan diparkir di tempat lembap. Ketika mobil pertama kali bergerak, kampas rem akan bersentuhan dengan permukaan cakram tersebut. Gesekan awal itu dapat menghasilkan suara “krek”, “krek”, atau bunyi gesekan ringan.

    Jika lapisannya hanya tipis, suara biasanya akan hilang setelah mobil berjalan dan rem digunakan beberapa kali. Kondisi seperti ini cukup berbeda dengan bunyi rem yang terus muncul sepanjang perjalanan. Jika suara tetap keras atau pengereman terasa tidak normal, sistem rem sebaiknya diperiksa lebih lanjut.

  2. 2. Kampas rem menempel setelah mobil parkir

    ilustrasi menyetir mobil
    ilustrasi menyetir mobil (pexels.com/Robert Nagy)

    Selain karat tipis, kampas rem juga dapat terasa sedikit menempel setelah mobil lama terparkir. Kondisi ini lebih mungkin terjadi ketika kendaraan sebelumnya digunakan dalam kondisi basah kemudian langsung diparkir. Air yang tersisa di sekitar komponen rem dapat membuat kampas dan cakram memiliki kontak yang lebih kuat sementara.

    Ketika mobil mulai bergerak, diperlukan sedikit tenaga untuk melepaskan kontak tersebut. Proses itu terkadang menghasilkan bunyi “krek” yang hanya terdengar sekali atau beberapa kali. Jika setelah mobil berjalan suara langsung menghilang dan rem bekerja normal, biasanya tidak menjadi masalah besar.

  3. 3. Karet suspensi mengalami perubahan setelah lama diam

    mobil parkir
    ilustrasi parkir mundur (pexels.com/sinitta)

    Sistem suspensi memiliki berbagai komponen berbahan karet, seperti bushing yang membantu meredam gerakan dan getaran. Setelah mobil lama diam, bagian tersebut bisa berada dalam posisi tertentu dan baru kembali bergerak ketika kendaraan mulai berjalan. Gesekan atau perubahan posisi karet dapat menimbulkan bunyi “krek” singkat.

    Suara biasanya lebih mudah terdengar ketika mobil melewati polisi tidur atau permukaan jalan yang tidak rata setelah lama parkir. Jika bunyi hanya muncul sesekali, kondisi tersebut belum tentu menunjukkan kerusakan. Namun, jika suara semakin sering muncul atau disertai rasa tidak nyaman pada suspensi, pemeriksaan bushing dan komponen kaki-kaki dapat dilakukan.

  4. 4. Suspensi kembali bekerja setelah lama menahan beban

    ilustrasi menyetir mobil di tanjakan
    ilustrasi menyetir mobil (pexels.com/Atlantic Ambience)

    Selama mobil parkir, suspensi tetap menahan berat kendaraan dalam posisi yang relatif sama. Ketika kendaraan mulai bergerak, pegas dan peredam kejut kembali bekerja mengikuti perubahan permukaan jalan. Perpindahan beban secara tiba-tiba dapat membuat beberapa bagian suspensi menghasilkan suara singkat.

    Kondisi ini biasanya lebih mudah terasa setelah mobil diparkir dalam waktu lama di permukaan yang tidak rata. Setelah suspensi kembali bekerja secara normal, suara bisa menghilang dengan sendirinya. Jika suara muncul setiap kali melewati jalan rusak, bahkan ketika mobil tidak baru selesai parkir, penyebabnya perlu diperiksa lebih lanjut.

  5. 5. Ban dan permukaan parkir memengaruhi suara

    ilustrasi parkir mobil
    ilustrasi parkir mobil (pexels.com/SevenStorm JUHASZIMRUS)

    Ban yang lama berada dalam satu posisi dapat mengalami sedikit perubahan bentuk pada bagian yang bersentuhan dengan permukaan. Efek ini biasanya bersifat sementara dan lebih terasa setelah kendaraan lama tidak bergerak. Ketika mobil mulai berjalan, perubahan beban pada ban dapat menimbulkan suara atau sensasi yang berbeda.

    Kondisi permukaan parkir juga bisa berpengaruh, terutama jika mobil berada di lantai yang kasar, lembap, atau memiliki sedikit kemiringan. Ban dapat terasa seperti menempel lebih kuat pada permukaan tertentu sebelum akhirnya bergerak. Jika suara hanya muncul sesaat setelah parkir lama dan tidak disertai gejala lain, biasanya cukup diamati.

    Suara “krek” setelah mobil lama parkir tidak selalu berarti komponen mengalami kerusakan. Lapisan karat tipis pada cakram, kampas rem yang sedikit menempel, hingga karet suspensi yang kembali bergerak bisa menjadi penyebabnya. Dalam kondisi normal, suara tersebut biasanya hanya muncul sesaat dan kemudian menghilang setelah mobil digunakan.

    Namun, pemilik mobil tetap perlu memperhatikan frekuensi dan kondisi ketika suara muncul. Jika bunyi semakin keras, terjadi setiap kali mobil melewati jalan tidak rata, atau disertai getaran dan perubahan pada pengereman, pemeriksaan sebaiknya dilakukan. Dengan mengetahui sumber bunyi sejak awal, masalah kecil dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More