Kenapa Mobil Listrik Tidak Dibekali Dengan Ban Serep?

- Mobil listrik tidak dibekali ban serep karena pertimbangan efisiensi dan desain.
- Penyematan ban serep dapat memengaruhi jarak tempuh mobil listrik sekitar 15—25 km.
- Ban mobil listrik memiliki karakteristik berbeda dengan ban mobil konvensional, termasuk harga yang lebih mahal.
Berbeda dengan mobil konvensional, penjualan mobil listrik umumnya tidak dibekali dengan ban serep. Hal ini membuat sebagian pengguna merasa khawatir jika mengalami ban bocor di perjalanan.
Namun, keputusan ini sebenarnya bukan tanpa alasan dan ada pertimbangan teknis di baliknya. Nah, untuk memahami lebih jelas kenapa mobil listrik tidak dibekali dengan ban serep, coba simak artikel berikut.
Kenapa mobil listrik tidak dibekali dengan ban serep?
Mobil listrik biasanya tidak menyediakan ban serep karena ada pertimbangan efisiensi dan desain. Pertama, ban serep memiliki bobot tambahan sekitar 25—50 kg. Berat ekstra ini bisa mengurangi efisiensi baterai sehingga jarak tempuh mobil berkurang. Untuk kendaraan yang sangat bergantung pada daya baterai, setiap kilogram berat tentunya sangat berarti, kan?
Selain itu, ruang di dalam mobil listrik sebagian besar sudah dipakai untuk baterai berkapasitas besar. Kalau harus menambah ban serep, itu bisa mengurangi ruang bagasi atau bahkan mengganggu struktur bodi mobil. Produsen mobil listrik akhirnya memilih menghilangkan ban serep agar desain tetap ringkas, bobot ringan, serta biaya produksi bisa ditekan. Jadi, alasan utamanya bukan karena lupa atau asal-asalan, melainkan hal teknis yang berkaitan dengan efisiensi.
Bobot ban serep juga berpengaruh jarak tempuh mobil listrik

Di luar penjelasan di atas, penyematan ban serep juga dapat memengaruhi jarak tempuh mobil listrik. Menurut beberapa analisis, menghilangkan ban serep dan peralatan pendukungnya bisa menambah jarak tempuh sekitar 15—25 km pada mobil dengan kapasitas baterai 60 kWh. Itu artinya, dengan mengurangi beban energi yang dikeluarkan motor listrik bisa makin hemat sehingga kamu bisa menempuh perjalanan lebih jauh.
Meskipun angka ini terlihat kecil, setiap kilometer tambahan sangatlah berharga. Apalagi banyak pengendara masih khawatir soal keterbatasan charging station. Karena itu, produsen lebih memilih memberikan alternatif lain seperti kit perbaikan ban darurat atau run-flat yang tetap bisa dipakai meski kempis dibanding harus menambah bobot dengan serep.
Perbedaan ban mobil listrik dengan mobil biasa
Selain urusan ban serep, ban mobil listrik juga punya karakteristik yang berbeda dengan ban mobil konvensional. Hal ini karena mobil listrik memiliki tuntutan performa dan efisiensi yang unik. Berikut beberapa perbedaan ban mobil listrik dengan mobil biasa yang perlu kamu tahu:
Beban dan struktur yang diperkuat
Mobil listrik membawa baterai besar yang beratnya bisa ratusan kilogram. Karena itu, ban EV dirancang lebih kokoh dengan load index tinggi agar sanggup menahan beban ekstra tersebut.
Rolling resistance rendah
Ban mobil listrik memakai teknologi Low Rolling Resistance (LRR) yang membuat gesekan dengan jalan lebih minim. Hasilnya, konsumsi energi lebih efisien dan jarak tempuh bisa bertambah.
Kontrol traksi lebih baik
Motor listrik menghasilkan torsi instan sejak awal mobil bergerak. Nah, ban EV harus punya daya cengkeram yang kuat agar tidak mudah selip saat akselerasi.
Peredaman suara lebih baik
Mengingat mobil listrik nyaris tanpa suara mesin, kebisingan ban akan lebih terasa. Untuk itu, ban EV didesain dengan pola tapak khusus dan material peredam agar kabin tetap tenang.
Bahan lebih ringan dan tahan aus
Ban EV dibuat dari material premium seperti silika dan serat ringan sehingga awet, tidak cepat aus, serta tetap efisien.
Ketahanan panas tinggi
Energi regeneratif dan torsi tinggi membuat suhu ban EV lebih cepat naik. Jadi, ban mobil ini dirancang agar tahan panas sekaligus lebih aman.
Harga lebih mahal
Menggunakan material dan teknologi khusus, harga ban mobil listrik cenderung lebih tinggi dibanding ban mobil biasa. Namun, harganya sebanding dengan performa dan efisiensi yang diberikan.
Jadi, sekarang kamu sudah tahu alasan kenapa mobil listrik tidak dibekali dengan ban serep. Hal ini bukan karena kelalaian pabrikan, melainkan untuk menjaga efisiensi energi, menghemat ruang, dan menekan biaya produksi. Apalagi bobot ban serep bisa mengurangi jarak tempuh mobil listrik sehingga pabrikan lebih memilih alternatif lain.
FAQ seputar kenapa mobil listrik tidak dibekali dengan ban serep
Kenapa mobil listrik umumnya tidak punya ban serep?
Untuk menghemat ruang dan menjaga bobot kendaraan tetap ringan.
Apakah bobot berpengaruh pada mobil listrik?
Ya, semakin ringan mobil, semakin hemat energi dan jarak tempuhnya lebih jauh.
Kalau ban bocor, bagaimana solusinya?
Biasanya disediakan kit tambal ban darurat atau ban run-flat.
Apakah semua mobil listrik tidak punya ban serep?
Tidak semua, tapi sebagian besar produsen memilih menghilangkannya demi efisiensi.