Kolaborasi IMI dan APM Dorong Industri Modifikasi Nasional

- Industri modifikasi kendaraan Indonesia dinilai berkembang positif, ditandai makin banyak karya modifikator lokal yang dipajang di booth resmi APM pada GIIAS 2026.
- IMI melihat kolaborasi modifikator dan produsen otomotif memperluas kepercayaan serta ruang bagi industri modifikasi dalam ekosistem otomotif nasional.
- Penguatan sektor modifikasi juga didorong melalui KBLI ekonomi kreatif, sementara kolaborasi di booth Daihatsu dan Wuling menampilkan karya lokal yang memenuhi standar industri.
Jakarta, IDN Times - Industri modifikasi kendaraan di Indonesia dinilai terus menunjukkan perkembangan positif. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya hasil karya modifikator lokal yang dipajang di booth resmi agen pemegang merek (APM) dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Perkembangan tersebut mendapat perhatian Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Moreno Soeprapto, yang bersama Direktur Modifikasi dan Kendaraan Listrik IMI Pusat, Andre Mulyadi, meninjau sejumlah booth pabrikan.
Menurutnya, kolaborasi antara modifikator dan produsen otomotif menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri modifikasi nasional.
1. IMI melihat karya modifikator semakin mendapat kepercayaan

Moreno mengatakan, kehadiran mobil modifikasi di booth resmi pabrikan menunjukkan kemampuan modifikator Indonesia semakin diakui.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang agar industri modifikasi berkembang lebih besar sebagai bagian dari ekosistem otomotif nasional.
"Alhamdulillah, di berbagai festival maupun pameran otomotif, semakin banyak karya modifikator Indonesia yang hadir melalui kolaborasi bersama para produsen mobil. Ini menunjukkan, industri modifikasi kita semakin dipercaya dan mendapat ruang yang lebih luas," ujar Moreno Soeprapto dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8/2026).
2. Penguatan industri juga didorong lewat regulasi

Andre menilai, dukungan IMI terhadap sektor modifikasi tidak hanya diwujudkan melalui kolaborasi dengan pabrikan, tetapi juga lewat penguatan fondasi industri.
Salah satunya adalah hadirnya Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) untuk industri modifikasi yang kini masuk ke sektor ekonomi kreatif.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan Ketua Umum IMI, Moreno Soeprapto, terhadap perkembangan industri modifikasi di Indonesia. Di bawah kepemimpinan beliau, motorsport memang tetap menjadi salah satu fokus utama IMI, namun sektor modifikasi kreatif juga mendapat perhatian yang sangat besar," kata Andre.
3. Mobil modifikasi tampil di booth resmi sejumlah pabrikan

Dalam kunjungannya, Moreno dan Andre mengunjungi beberapa booth yang menampilkan kendaraan hasil kolaborasi IMI Modifikasi, National Modificator & Aftermarket Association (NMAA), serta pabrikan.
Di booth Daihatsu misalnya, dipamerkan Gran Max Urban Retro dan Ayla Modern Vintage yang mengusung konsep retro dengan berbagai sentuhan modifikasi pada eksterior maupun interior.
Sementara, di booth Wuling dipamerkan Wuling Eksion yang mengadopsi konsep urban adventure. Kendaraan listrik tersebut mendapat ubahan pada sektor eksterior, kaki-kaki, penggunaan roof rack, pelek 19 inci, hingga suspensi yang dibuat lebih rendah.
IMI menilai kolaborasi semacam ini menjadi bukti bahwa karya modifikator Indonesia mampu memenuhi standar industri sekaligus membuka peluang agar semakin banyak produk modifikasi lokal tampil di panggung otomotif nasional maupun internasional.

















