ilustrasi mobil di tikungan basah (pexels.com/Grégory Costa)
Pabrikan mobil biasanya tidak membuat suspensi hanya berdasarkan satu tujuan. Suspensi yang sangat empuk memang nyaman saat melintasi jalan rusak, tetapi berpotensi menghasilkan body roll lebih besar. Sebaliknya, suspensi yang lebih kaku dapat meningkatkan kestabilan dan respons saat menikung, tetapi guncangan dari jalan akan lebih mudah terasa.
Karena itu, karakter suspensi dibuat sesuai tujuan kendaraan. Mobil keluarga biasanya memiliki setelan yang mengutamakan kenyamanan, sementara mobil dengan orientasi performa cenderung menggunakan karakter yang lebih firm agar gerakan bodi dapat dikendalikan dengan lebih baik.
Namun, perlu diingat bahwa stabilitas mobil tidak hanya ditentukan oleh keras atau empuknya suspensi. Ban, tekanan angin, kondisi shock absorber, pegas, geometri kaki-kaki, hingga distribusi bobot kendaraan juga memiliki pengaruh terhadap perilaku mobil saat melewati tikungan.
Jadi, suspensi empuk memang dapat membuat mobil terasa lebih nyaman, tetapi karakter tersebut memungkinkan bodi bergerak lebih banyak ketika menikung. Jika gerakannya berlebihan, mobil bisa terasa limbung dan kurang stabil. Kuncinya bukan membuat suspensi sekeras mungkin, melainkan mendapatkan keseimbangan antara kenyamanan, kemampuan meredam guncangan, dan kestabilan sesuai kebutuhan penggunaan mobil.