Mobil Jarang Dipakai Tapi Rem Bisa Bermasalah, Kok Bisa?

- Mobil yang lama terparkir tetap berisiko mengalami gangguan rem, karena cakram, kampas, minyak rem, dan komponen bergerak dapat berubah meski kendaraan tidak digunakan.
- Kelembapan, air hujan, atau sisa cucian bisa memicu karat pada cakram; bila dibiarkan lama, kampas rem berpotensi terganggu atau menempel lebih kuat.
- Komponen rem dapat macet dan minyak rem kualitasnya menurun; sebelum dipakai kembali, periksa pedal, gejala seret, suara, serta respons pengereman sesuai jadwal perawatan.
Mobil yang jarang digunakan sering dianggap lebih aman dari risiko kerusakan karena komponen tidak banyak bekerja. Namun, anggapan tersebut tidak selalu berlaku pada sistem pengereman. Mobil yang terlalu lama diam justru bisa mengalami masalah saat kembali digunakan.
Kampas rem, cakram, minyak rem, hingga komponen yang bergerak di dalam sistem pengereman tetap dapat mengalami perubahan meski mobil hanya terparkir. Karena itu, mobil yang jarang keluar garasi tetap membutuhkan pemeriksaan secara berkala.
1. Cakram dan komponen rem bisa mengalami karat

Ilustrasi memperbaiki rem mobil (pexels.com/Gustavo Fring) Salah satu masalah yang cukup umum pada mobil yang lama tidak digunakan adalah munculnya karat pada permukaan cakram rem. Kondisi lembap, air hujan, atau sisa air setelah mobil dicuci dapat mempercepat terbentuknya lapisan karat ketika kendaraan dibiarkan diam.
Karat tipis memang terkadang dapat hilang setelah rem digunakan beberapa kali. Namun, jika mobil terlalu lama tidak bergerak, karat dapat semakin banyak dan berpotensi membuat permukaan cakram serta kampas rem mengalami gangguan. Dalam kondisi tertentu, kampas bahkan bisa menempel lebih kuat pada cakram.
2. Komponen yang jarang bergerak bisa mulai macet

ilustrasi mobil parkir di tempat teduh (pexels.com/tarasov_film_ph) Sistem pengereman memiliki sejumlah komponen bergerak yang bekerja saat pedal rem diinjak. Pada rem cakram, misalnya, terdapat kaliper dan komponen lain yang harus dapat bergerak dengan baik agar tekanan pengereman bekerja secara merata.
Ketika mobil terlalu lama diam, kotoran, kelembapan, atau kondisi komponen yang sudah mulai aus dapat membuat pergerakannya tidak lagi optimal. Akibatnya, rem bisa terasa seret, kendaraan seperti tertahan, atau pengereman menjadi kurang merata ketika mobil kembali digunakan.
Masalah serupa juga dapat terjadi pada rem parkir. Jika mekanisme tertentu dibiarkan dalam posisi aktif dalam waktu sangat lama, terutama pada kondisi komponen yang sudah tidak prima, ada kemungkinan bagian tersebut menjadi sulit dilepaskan. Karena itu, cara penyimpanan mobil perlu disesuaikan dengan kondisi kendaraan dan rekomendasi pabrikan.
3. Minyak rem dan kondisi sistem tetap harus diperiksa

ilustrasi memperbaiki rem mobil (freepik.com/senivpetro) Minyak rem juga tidak bisa diabaikan hanya karena mobil jarang digunakan. Seiring waktu, kualitas cairan dapat menurun dan pada jenis tertentu dapat menyerap kelembapan. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kinerja sistem pengereman jika dibiarkan terlalu lama tanpa penggantian sesuai jadwal.
Sebelum kembali menggunakan mobil yang lama terparkir, sebaiknya lakukan pemeriksaan dasar. Perhatikan kondisi pedal rem, apakah ada tanda rem seret, suara tidak biasa, atau perubahan pada respons pengereman. Jangan langsung mengajak mobil melaju jauh tanpa memastikan sistem rem bekerja dengan baik.
Jadi, mobil yang jarang dipakai bukan berarti bebas dari masalah rem. Karat pada cakram, komponen yang mulai macet, hingga kondisi minyak rem dapat menjadi penyebab pengereman terganggu meski jarak tempuh kendaraan sangat rendah. Menjalankan mobil secara berkala dan melakukan pemeriksaan sesuai jadwal perawatan dapat membantu menjaga sistem pengereman tetap siap bekerja saat dibutuhkan.
















