Menambah Tekanan Ban Saat Lewat Tol, Benarkah Bisa Bikin Irit Bensin?

- Tekanan ban yang kurang membuat ban lebih mudah berubah bentuk, meningkatkan hambatan gulir dan kebutuhan energi kendaraan, sehingga konsumsi bensin berpotensi naik.
- Menaikkan tekanan ban melampaui rekomendasi tidak menjamin lebih irit; ban dapat kehilangan daya cengkeram, kenyamanan kabin berkurang, dan benturan jalan lebih terasa.
- Sebelum perjalanan jauh, periksa tekanan saat ban dingin dan ikuti rekomendasi pabrikan sesuai beban kendaraan; jangan menyesuaikan tekanan hanya berdasarkan kondisi ban panas.
Perjalanan jauh melalui jalan tol sering membuat sebagian pengemudi menaikkan tekanan angin ban. Alasannya, ban yang lebih keras dianggap memiliki hambatan gulir lebih kecil sehingga mesin tidak perlu bekerja terlalu berat dan konsumsi bensin bisa lebih hemat.
Anggapan tersebut memang memiliki dasar, tetapi bukan berarti tekanan ban boleh dinaikkan sembarangan demi mengejar efisiensi bahan bakar. Tekanan yang terlalu tinggi justru dapat memengaruhi kenyamanan, daya cengkeram, dan pola keausan ban.
1. Tekanan ban memang memengaruhi hambatan gulir

ilustrasi memasang ban mobil (unsplash.com/Benjamin Brunner) Ban yang kekurangan tekanan akan mengalami deformasi lebih besar ketika berputar dan menempel pada permukaan jalan. Kondisi ini dapat meningkatkan hambatan gulir, sehingga kendaraan membutuhkan energi lebih banyak untuk mempertahankan kecepatan.
Dengan tekanan yang sesuai, ban dapat bekerja lebih efisien dan hambatan gulir dapat dijaga sesuai rancangan. Itulah sebabnya, ban yang kurang angin berpotensi membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Namun, kuncinya adalah tekanan yang tepat, bukan sekadar menaikkannya setinggi mungkin.
2. Terlalu tinggi belum tentu membuat perjalanan makin hemat

ilustrasi cek tekanan ban mobil (freepik.com/teksomolika) Menaikkan tekanan ban memang dapat mengurangi deformasi ban, tetapi manfaat terhadap konsumsi bensin tidak selalu sebanding dengan risiko yang muncul jika tekanannya melebihi rekomendasi. Ban yang terlalu keras memiliki bidang kontak dengan jalan yang dapat berubah dan berpotensi membuat daya cengkeram berkurang.
Selain itu, perjalanan di jalan tol tidak selalu berlangsung di permukaan yang benar-benar mulus. Ban dengan tekanan berlebihan dapat membuat benturan dari sambungan jalan atau permukaan tidak rata lebih terasa hingga ke kabin. Kenyamanan pun bisa berkurang, sementara ban dan komponen kaki-kaki tetap menerima beban dari kondisi jalan.
3. Ikuti rekomendasi tekanan sesuai beban kendaraan

ilustrasi ban mobil (pexels.com/olly) Cara yang lebih tepat untuk mempersiapkan ban sebelum perjalanan jauh adalah memeriksa tekanan saat ban masih dingin. Gunakan angka yang direkomendasikan pabrikan kendaraan, karena tekanan tersebut biasanya sudah disesuaikan dengan karakter ban dan kebutuhan penggunaan mobil.
Beberapa mobil memiliki rekomendasi tekanan berbeda untuk kondisi muatan ringan dan membawa penumpang atau barang dalam jumlah banyak. Jika mobil akan digunakan dengan beban penuh, ikuti rekomendasi khusus tersebut. Informasi biasanya dapat ditemukan pada stiker kendaraan atau buku panduan.
Jangan lupa bahwa tekanan ban juga akan meningkat ketika suhu ban naik selama perjalanan. Karena itu, mengurangi atau menambah tekanan di tengah perjalanan hanya berdasarkan angka saat ban panas dapat menghasilkan tekanan yang kurang tepat setelah ban kembali dingin.
Jadi, tekanan ban yang tepat memang dapat membantu menjaga konsumsi bensin tetap efisien saat melaju di jalan tol. Namun, menaikkan tekanan melebihi rekomendasi bukan jaminan mobil akan jauh lebih irit. Lebih baik memastikan tekanan sesuai standar, memeriksa kondisi ban sebelum berangkat, serta menyesuaikannya dengan beban kendaraan. Dengan begitu, efisiensi, kenyamanan, dan keselamatan tetap bisa berjalan beriringan.


















