Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Keselamatan Angkutan Barang Berbahaya Jadi Sorotan UD Trucks
UD Trucks Quester (IDN Times/Fadhliansyah)
  • UD Trucks Indonesia menyoroti urgensi sistem transportasi aman untuk distribusi bahan bakar, LPG, dan bahan kimia, seiring pertumbuhan logistik serta pergudangan nasional.
  • Keselamatan angkutan barang berbahaya dinilai membutuhkan kolaborasi perusahaan energi, produsen kendaraan, karoseri, regulator, teknologi, dan pelaku logistik agar standar diterapkan menyeluruh.
  • UD Trucks mengandalkan fitur keselamatan Quester dan platform My UD Fleet untuk pemantauan real-time, sambil mendorong pemeriksaan serta kepatuhan karoseri terhadap standar operasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Industri logistik nasional yang terus berkembang turut meningkatkan kebutuhan akan sistem transportasi yang lebih aman, terutama untuk distribusi barang berbahaya seperti bahan bakar, LPG, hingga bahan kimia.

Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus yang diangkat UD Trucks Indonesia melalui seminar bertajuk Sinergi Energi Berkelanjutan dan Teknologi Keselamatan Transportasi untuk Operasi Kendaraan Angkutan Barang Berbahaya di ajang GIIAS 2026.

Seminar tersebut mempertemukan perusahaan energi, produsen kendaraan, industri karoseri, hingga pemangku kepentingan lain untuk membahas penerapan teknologi, pengembangan karoseri, serta praktik terbaik dalam meningkatkan standar keselamatan angkutan barang berbahaya.

Langkah ini dinilai semakin relevan seiring pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan nasional yang terus meningkat.

1. Kolaborasi lintas industri dinilai jadi kunci keselamatan

UD Trucks bahas pentingnya keselamatan angkutan barang berbahaya (IDN Times/Fadhliansyah)

Menurut UD Trucks Indonesia, keselamatan angkutan barang berbahaya tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara perusahaan energi, produsen kendaraan, industri karoseri, hingga regulator agar standar keselamatan dapat diterapkan secara menyeluruh di setiap tahapan distribusi.

“Namun, keberhasilan implementasi B50 tidak mungkin dicapai sendiri, sinergi antara pemerintah, badan usaha, industri otomotif, penyedia teknologi, dan pelaku logistik menjadi fondasi penting untuk memastikan implementasi B50 berjalan secara andal, aman, dan berkelanjutan,” ujar VP Commercial & Shipping Business Development PT Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, Selasa (4/8/2026).

2. Peran karoseri tak kalah penting dibanding kendaraan

UD Trucks Kuzer di GIIAS 2026 (IDN Times/Fadhliansyah)

Selain kendaraan, kualitas karoseri disebut memiliki peran besar dalam menjaga keamanan distribusi barang berbahaya. Desain dan konstruksi bodi harus memenuhi persyaratan teknis agar mampu melindungi muatan sekaligus meminimalkan risiko selama perjalanan.

Karena itu, UD Trucks bersama Pertamina Patra Niaga juga mendorong pelaku industri karoseri meningkatkan kepatuhan terhadap standar dan regulasi yang berlaku.

Bahkan, kedua perusahaan turut melakukan pemeriksaan terhadap karoseri yang digunakan untuk memastikan kendaraan memenuhi standar operasional pengangkutan barang berbahaya. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan keseragaman standar keselamatan di seluruh ekosistem logistik nasional.

3. Teknologi kendaraan ikut mendukung operasional lebih aman

UD Trucks Quester siap untuk B50 (IDN Times/Fadhliansyah)

UD Trucks juga memanfaatkan teknologi kendaraan untuk meningkatkan keselamatan operasional. Truk UD Quester telah dibekali fitur seperti Anti-lock Braking System (ABS), peningkatan stabilitas kendaraan, desain kabin ergonomis, hingga mesin berstandar emisi Euro 5 yang kompatibel dengan penggunaan Biodiesel B50.

Di sisi lain, platform My UD Fleet memungkinkan operator memantau perilaku pengemudi, konsumsi bahan bakar, waktu operasional, hingga kondisi kendaraan secara real-time.

Menurut Product Management Representative UD Trucks Indonesia, Catur Satyawira, keselamatan harus menjadi bagian dari pengembangan produk, bukan sekadar fitur tambahan.

“Melalui seminar ini, kami ingin menunjukkan bahwa keselamatan merupakan hasil dari sinergi antara teknologi kendaraan, desain karoseri yang sesuai spesifikasi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” kata Catur.

Curated For You

Editorial Team

Related Article