Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Komponen Mobil yang Punya Umur Pakai Terbatas, Jarang Disadari

5 Komponen Mobil yang Punya Umur Pakai Terbatas, Jarang Disadari
ilustrasi mobil (pexels.com/Quintin Gellar)
Intinya Sih
  • Banyak komponen mobil seperti aki, kampas rem, dan ban memiliki umur pakai terbatas meski tampak normal digunakan setiap hari.
  • Timing belt, drive belt, serta shockbreaker juga perlu diganti sesuai jadwal karena penurunan performa bisa terjadi perlahan tanpa disadari.
  • Pengecekan rutin dan penggantian tepat waktu membantu menjaga kenyamanan, keamanan, serta mencegah kerusakan besar pada kendaraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Banyak pemilik mobil fokus pada servis rutin seperti ganti oli atau cek rem, tetapi kadang lupa bahwa ada beberapa komponen kendaraan yang memang punya umur pakai terbatas. Menariknya, beberapa bagian ini sering terlihat masih normal padahal performanya perlahan mulai menurun seiring waktu dan pemakaian.

Karena itu, memahami komponen dengan usia pakai tertentu cukup penting agar tidak terlambat melakukan penggantian. Berikut lima komponen mobil yang diam-diam punya umur pakai terbatas.

1. Aki mobil

ilustrasi aki mobil
ilustrasi aki mobil (pexels.com/Daniel @ bestjumpstarterreview.com)

Aki termasuk komponen yang tidak bertahan selamanya meski mobil terasa normal digunakan setiap hari. Rata-rata aki mobil biasanya punya usia pakai sekitar dua sampai lima tahun tergantung jenis, kondisi cuaca, hingga kebiasaan penggunaan kendaraan.

Gejala aki mulai melemah biasanya terlihat dari starter terasa berat, lampu mulai redup, atau fitur elektronik kurang responsif. Karena itu, pengecekan berkala cukup penting dilakukan sebelum aki benar-benar soak di waktu tidak terduga.

2. Kampas rem

ilustrasi mobil di bengkel
ilustrasi mobil di bengkel (pexels.com/cottonbro studio)

Kampas rem terus mengalami gesekan setiap kali kendaraan melambat atau berhenti. Akibatnya, komponen ini perlahan menipis dan perlu diganti setelah mencapai batas tertentu agar performa pengereman tetap optimal.

Biasanya tanda kampas rem mulai aus muncul lewat bunyi berdecit, pedal rem terasa berbeda, atau pengereman mulai kurang pakem. Lama pemakaian sangat bergantung pada gaya berkendara dan kondisi jalan sehari-hari.

3. Ban mobil

ilustrasi mobil di bengkel
ilustrasi mobil di bengkel (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Meski terlihat masih bagus dari luar, ban sebenarnya punya usia pakai baik berdasarkan ketebalan tapak maupun umur karet. Paparan panas, hujan, dan perubahan suhu dapat membuat karet ban mengeras atau retak halus seiring waktu.

Karena itu, ban tidak hanya dicek dari kondisi fisik tetapi juga tahun produksinya. Ban yang terlalu tua bisa memengaruhi kenyamanan dan keselamatan berkendara.

4. Timing belt atau drive belt

ilustrasi motor mogok
ilustrasi motor mogok (pexels.com/victor Manuel mulero ramirez)

Pada beberapa mobil, timing belt punya jadwal penggantian tertentu berdasarkan jarak tempuh atau usia kendaraan. Komponen ini berfungsi menjaga sinkronisasi kerja mesin, sehingga jika putus dapat menyebabkan kerusakan yang cukup serius.

Selain timing belt, fan belt atau drive belt lain juga punya umur pakai terbatas karena material karetnya bisa aus atau retak. Pemeriksaan berkala membantu mencegah masalah lebih besar di kemudian hari.

5. Shockbreaker dan komponen suspensi

ilustrasi mobil di tanjakan
ilustrasi mobil di tanjakan (pexels.com/Ferencs Itsvan)

Shockbreaker perlahan mengalami penurunan performa seiring pemakaian, terutama jika mobil sering melewati jalan rusak atau membawa beban berat. Banyak orang tidak langsung sadar karena perubahan performanya biasanya terjadi secara bertahap.

Tanda umum suspensi mulai melemah bisa berupa bantingan lebih keras, mobil terasa limbung, atau muncul bunyi aneh dari area kaki-kaki. Kenyamanan berkendara biasanya ikut terpengaruh jika dibiarkan terlalu lama.

Beberapa komponen mobil ternyata memang dirancang punya umur pakai tertentu meski tidak selalu langsung menunjukkan tanda kerusakan. Karena itu, memahami jadwal pengecekan dan penggantian bisa membantu menjaga kendaraan tetap nyaman sekaligus mengurangi risiko masalah di jalan.

Pada akhirnya, perawatan kecil yang dilakukan lebih awal biasanya jauh lebih baik dibanding harus menghadapi kerusakan besar secara tiba-tiba.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More