Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Beda Nyata Bensin Mahal dan Murah: Bukan Sekadar Angka RON!
ilustrasi isi bensin di SPBU (pexels.com/Engin Akyurt)
  • Bensin mahal mengandung aditif pembersih yang menjaga ruang bakar tetap bersih, sedangkan bensin murah minim aditif sehingga mudah menimbulkan kerak dan menurunkan performa mesin.
  • Tingkat kemurnian bensin premium lebih tinggi dengan kadar sulfur rendah, membantu mencegah korosi dan menjaga kualitas oli, berbeda dengan bensin murah yang berisiko merusak komponen mesin.
  • Bensin berkualitas tinggi lebih stabil disimpan dalam tangki dan tidak cepat basi, sementara bensin murah mudah teroksidasi hingga berubah warna serta berpotensi menyumbat sistem bahan bakar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang sedang ramai bicara soal bensin mahal dan bensin murah. Katanya, bukan cuma angka di papan yang penting. Bensin mahal punya zat pembersih yang bisa jaga mesin tetap bersih dan kuat. Bensin murah kadang bikin kotoran menumpuk di mesin. Bensin mahal juga lebih bersih dari sulfur dan lebih tahan lama disimpan di tangki mobil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Perdebatan mengenai pemilihan jenis bahan bakar minyak untuk kendaraan bermotor selalu menjadi topik yang menarik perhatian masyarakat luas. Banyak konsumen yang masih mengukur kualitas sebuah bahan bakar hanya berdasarkan angka oktan atau Research Octane Number yang tertera di papan pengisian. Pandangan ini membuat sebagian orang merasa cukup membeli bensin murah asalkan angka tersebut sudah memenuhi standar minimal pabrikan.

Padahal, perbedaan antara bahan bakar nonsubsidi yang berharga tinggi dengan varian ekonomis tidak sesederhana masalah angka oktan semata. Di dalam setiap tetes cairan tersebut, terdapat formulasi kimia kompleks yang dirancang untuk memberikan dampak berbeda pada kesehatan mesin jangka panjang. Memahami aspek di luar angka oktan ini sangat penting agar pemilik kendaraan dapat membuat keputusan yang lebih bijak.

1. Keberadaan paket aditif pembersih ruang bakar mesin

Ilustrasi mengisi bensin (Pexels/Ekaterina Belinskaya)

Perbedaan paling krusial yang sering kali tidak kasatmata terletak pada kandungan paket aditif khusus di dalam bahan bakar mahal. Produsen bensin premium selalu menyertakan formula kimia tambahan seperti aditif detergen yang berfungsi aktif membersihkan kerak karbon di dalam saluran bahan bakar. Saat bensin disemprotkan, zat pembersih ini bekerja menyapu sisa-sisa jelaga hitam yang menempel pada komponen injektor, katup, dan permukaan piston.

Sebaliknya, bensin murah umumnya diproduksi dengan kandungan zat aditif yang sangat minim atau bahkan tidak ada sama sekali. Akibat ketiadaan zat pembersih ini, proses pembakaran harian akan menyisakan residu kotoran yang lambat laun mengeras menjadi lapisan kerak tebal. Penumpukan kerak karbon yang dibiarkan terus-menerus ini akan menyumbat nosel injektor, mengganggu kompresi silinder, dan memicu penurunan performa mesin secara drastis.

2. Tingkat kemurnian cairan dari kandungan sulfur dan timbal

Illustrasi mengisi bensin mobil (pexels.com/Engin Akyurt)

Aspek pembeda selanjutnya yang sangat memengaruhi masa pakai komponen mekanis kendaraan adalah kadar kemurnian serta kandungan sulfur di dalamnya. Bahan bakar yang dibanderol dengan harga lebih tinggi wajib melewati proses penyulingan yang lebih ketat demi menekan angka kandungan sulfur serendah mungkin. Standar emisi yang tinggi pada bensin mahal memastikan bahwa cairan tersebut bebas dari unsur-unsur logam berat yang korosif.

Pada varian bensin murah, kadar sulfur dan kontaminan kimia lain biasanya masih ditemukan dalam jumlah yang relatif lebih tinggi. Sifat sulfur yang asam dapat mempercepat proses korosi pada tangki penyimpanan dan merusak lapisan filter bahan bakar secara perlahan. Selain itu, pembakaran sulfur yang tinggi akan menghasilkan zat asam yang berisiko mencemari oli mesin, sehingga kualitas pelumasan menurun dan jeroan mesin menjadi lebih cepat aus.

3. Stabilitas penyimpanan cairan di dalam tangki kendaraan

ilustrasi isi bensin (Unsplash/Jesse Donoghoe)

Karakteristik kimiawi lain yang membedakan kedua jenis bahan bakar ini adalah tingkat stabilitas cairan saat disimpan dalam durasi tertentu. Bensin berkualitas tinggi memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap proses oksidasi ketika bersentuhan dengan udara di dalam ruang tangki. Senyawa hidrokarbon di dalamnya dirancang agar tidak mudah menguap atau mengurai, sehingga kualitas bahan bakar tetap terjaga meskipun kendaraan jarang digunakan.

Sementara itu, bensin murah cenderung memiliki tingkat stabilitas yang lebih rendah dan lebih rentan mengalami proses pengendapan zat kimia. Jika kendaraan dibiarkan menganggur selama beberapa minggu, bensin murah akan lebih cepat basi dan berubah warna menjadi keruh kecokelatan. Cairan yang basi ini akan berubah karakteristik menjadi lengket seperti pernis yang berpotensi tinggi menyumbat pompa bensin dan merusak sistem pembakaran saat mesin dihidupkan kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article