Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

VinFast Andalkan Total Cost of Ownership untuk Yakinkan Pembeli EV

VinFast Andalkan Total Cost of Ownership untuk Yakinkan Pembeli EV
VF 3 Rose Pink (Dok. VinFast)
Intinya Sih
  • VinFast mengubah strategi pemasaran mobil listrik di Indonesia dengan menonjolkan konsep Total Cost of Ownership (TCO) agar konsumen memahami efisiensi biaya kepemilikan secara menyeluruh, bukan hanya harga awal.
  • Konsep TCO mencakup program gratis pengisian daya tiga tahun, Battery Subscription, dan Resale Value Guarantee yang dirancang untuk menekan biaya operasional serta memberi rasa aman bagi pemilik kendaraan.
  • VinFast menilai mayoritas konsumen Indonesia membeli mobil listrik demi efisiensi, sehingga perusahaan fokus pada manfaat ekonomi seperti penghematan biaya, keamanan baterai, dan jaminan nilai jual kembali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - VinFast mulai mengubah pendekatan dalam memasarkan mobil listrik di Indonesia. Jika selama ini harga menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen, kini pabrikan asal Vietnam tersebut ingin mengajak calon pembeli melihat biaya kepemilikan kendaraan secara menyeluruh melalui konsep Total Cost of Ownership (TCO).

Strategi tersebut dipilih karena VinFast melihat mayoritas konsumen Indonesia masih membeli kendaraan listrik dengan pertimbangan utama penghematan biaya operasional.

Melalui perhitungan TCO, perusahaan ingin menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan selama memiliki mobil listrik dapat lebih efisien berkat sejumlah program yang ditawarkan.

1. TCO akan menjadi materi komunikasi utama VinFast

VinFast VF 3 banyak dicoba di IIMS 2025 (VinFast)
VinFast VF 3 banyak dicoba di IIMS 2025 (VinFast)

Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ramdani, mengatakan konsep Total Cost of Ownership akan menjadi salah satu materi komunikasi utama perusahaan kepada calon konsumen. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat memberikan gambaran lebih utuh dibanding hanya melihat harga kendaraan saat pembelian.

“Ke depannya kami akan menggunakan Total Cost of Ownership ini sebagai salah satu komunikasi kami karena kami ingin menunjukkan sebetulnya seberapa besar penghematan yang bisa didapatkan oleh konsumen,” ujar Rinaldi di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, TCO akan memperlihatkan total biaya yang harus dikeluarkan konsumen selama periode kepemilikan kendaraan, termasuk berbagai keuntungan yang diperoleh melalui program-program yang telah disiapkan VinFast.

2. Gratis charging hingga jaminan nilai jual jadi bagian perhitungan

Seorang pria mengenakan kaus merah VinFast berdiri di samping mobil listrik putih VinFast VF MPV 7 yang sedang diisi daya di area parkir.
Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ramdani (IDN Times/Fadhliansyah)

Menurut Rinaldi, konsep TCO yang diperkenalkan VinFast tidak hanya menghitung biaya operasional kendaraan, tetapi juga memasukkan berbagai program yang dapat mengurangi beban kepemilikan.

Beberapa di antaranya adalah gratis pengisian daya selama tiga tahun, skema Battery Subscription, hingga Resale Value Guarantee yang menjamin nilai jual kembali kendaraan. Ketiga program tersebut dinilai mampu memberikan penghematan sekaligus rasa aman bagi konsumen.

“Kami memiliki program seperti free charging, Battery Subscription, dan juga Resale Value Guarantee. Kami ingin mengajak konsumen melihat sebetulnya berapa biaya yang harus mereka keluarkan ketika memilih kendaraan VinFast,” kata Rinaldi.

Ia menambahkan, penghematan dari program gratis pengisian daya selama tiga tahun saja sudah cukup signifikan. Sementara itu, Resale Value Guarantee dan Battery Subscription menjadi perlindungan tambahan terhadap dua kekhawatiran terbesar calon pengguna mobil listrik, yakni penurunan nilai jual dan kondisi baterai di masa depan.

3. VinFast melihat konsumen Indonesia masih mengejar efisiensi

Ruang mesin VinFast MPV 7 dengan motor listrik bertenaga 201 dk terlihat terbuka saat dipamerkan di sebuah acara otomotif.
VinFast MPV 7 dibekali motor listrik bertenaga 201 dk (IDN Times/Fadhliansyah)

Rinaldi mengatakan hasil pengamatan perusahaan menunjukkan sebagian besar masyarakat Indonesia masih membeli kendaraan listrik karena ingin menekan biaya penggunaan sehari-hari. Oleh karena itu, VinFast memilih menonjolkan manfaat ekonomi dibanding hanya berbicara mengenai teknologi kendaraan.

Menurutnya, konsumen Indonesia juga sangat memperhatikan tiga aspek utama sebelum membeli mobil listrik, yakni biaya operasional, keamanan baterai, dan nilai jual kembali kendaraan. Ketiga hal tersebut menjadi dasar VinFast dalam menyusun berbagai program kepemilikan.

“Kami melihat kondisi sekarang, kebanyakan konsumen Indonesia memilih EV masih karena faktor penghematan. TCO menjadi salah satu tools kami untuk memberikan informasi yang lebih jelas mengenai prospek penggunaan kendaraan dan berapa besar penghematan yang bisa diperoleh selama periode tertentu,” tutup Rinaldi.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More