ilustrasi jalan tol (vecteezy.com/khoidir76)
Meski melaju konstan lebih hemat daripada macet, bukan berarti 80 kpj selalu menjadi kecepatan paling irit untuk setiap mobil. Hambatan udara meningkat ketika kecepatan bertambah, sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk mempertahankan laju kendaraan. Karakter mesin, rasio transmisi, bobot mobil, kondisi ban, hingga kontur jalan juga ikut berpengaruh.
Karena itu, kondisi paling efisien biasanya tercapai ketika mobil melaju dengan kecepatan yang relatif stabil, menggunakan rasio gigi yang sesuai, dan tidak melakukan akselerasi atau pengereman secara berlebihan. Jika jalan memungkinkan, mempertahankan kecepatan secara halus jauh lebih masuk akal daripada terus melakukan stop and go.
Jadi, jika mobil yang digunakan sama, melaju konstan 80 kpj umumnya lebih irit bensin dibandingkan terjebak macet. Perbedaannya semakin terasa ketika kemacetan membuat mobil harus berhenti dan berakselerasi berulang kali.
Namun, penghematan tidak hanya ditentukan oleh angka di speedometer. Cara menginjak pedal gas, kondisi lalu lintas, beban kendaraan, tekanan ban, penggunaan AC, serta kondisi jalan juga berpengaruh. Berkendara dengan halus dan menjaga momentum selama kondisi memungkinkan menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi konsumsi BBM.