Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengapa Ban Biasa Bisa Hancur Lebih Cepat di Mobil Listrik?

Mengapa Ban Biasa Bisa Hancur Lebih Cepat di Mobil Listrik?
ilustrasi ban mobil (freepik.com/standret
Intinya Sih
  • Bobot besar dari paket baterai mobil listrik menambah tekanan ekstrem pada ban biasa, menyebabkan panas berlebih dan keausan cepat pada struktur serta tapak ban.
  • Torsi instan motor listrik membuat permukaan karet ban konvensional cepat terkikis karena tidak dirancang menghadapi gaya gesek agresif saat akselerasi mendadak.
  • Ban standar menimbulkan kebisingan tinggi di kabin mobil listrik, sehingga diperlukan ban khusus EV dengan bahan kuat dan lapisan peredam suara untuk kenyamanan serta daya tahan optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Era mobilitas ramah lingkungan telah membawa perubahan besar pada desain dan spesifikasi komponen kendaraan modern. Mobil listrik kini menjadi pilihan populer karena menawarkan performa yang instan, kabin yang senyap, serta efisiensi energi yang jauh lebih baik.

Namun, di balik kecanggihan tersebut, kendaraan bertenaga baterai ini menyimpan tuntutan mekanis yang sangat berat pada komponen rodanya. Menggunakan ban standar konvensional pada mobil listrik sering kali berakhir dengan kerusakan dini yang sangat merugikan bagi pemilik kendaraan.

1. Beban bobot raksasa dari paket baterai yang menyiksa dinding ban

penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)
penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)

Alasan utama mengapa ban biasa akan hancur lebih cepat terletak pada perbedaan bobot kendaraan yang sangat masif. Paket baterai litium-ion yang tertanam pada lantai mobil listrik memiliki bobot yang sangat berat, sering kali menambah beban hingga ratusan kilogram. Kondisi ini membuat mobil listrik jauh lebih berat dibandingkan dengan mobil bermesin bensin dalam dimensi ukuran yang sama.

Ban konvensional tidak dirancang untuk menahan tekanan struktural akibat beban mati yang ekstrem secara terus-menerus. Dinding samping ban biasa akan mengalami defleksi atau kelenturan yang berlebihan saat mobil berbelok atau bermanuver. Akibatnya, panas internal akan tercipta dengan sangat cepat di dalam karet ban, memicu kerusakan struktur dalam, dan mempercepat keausan tapak roda.

2. Hantaman torsi instan yang mengikis permukaan karet dengan agresif

Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)
Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)

Karakteristik penyaluran tenaga pada mobil listrik sangat berbeda dengan mesin pembakaran internal yang membutuhkan waktu untuk mencapai putaran puncak. Motor listrik mampu menyalurkan torsi maksimal secara instan begitu pedal akselerasi diinjak oleh pengemudi. Hantaman tenaga yang mendadak ini memberikan tekanan gesek yang sangat masif pada permukaan ban yang menempel di aspal.

Karet pada ban biasa memiliki tingkat ketahanan abrasi yang terlalu rendah untuk menghadapi tarikan torsi yang agresif tersebut. Setiap kali mobil listrik mulai berjalan dari posisi diam, permukaan ban biasa akan terkikis sedikit demi sedikit secara ekstrem. Fenomena ini membuat pola kembangan pada ban konvensional akan botak dalam waktu yang jauh lebih singkat daripada perkiraan normal.

3. Tingkat kebisingan kabin dan solusi penggunaan ban khusus kendaraan listrik

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Mason Jones)
ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Mason Jones)

Selain masalah daya tahan, penggunaan ban konvensional juga akan merusak kenyamanan berkendara di dalam kabin mobil listrik. Tanpa adanya suara bising dari mesin bensin, suara gesekan antara ban biasa dengan permukaan jalan akan terdengar sangat keras dan mengganggu. Ban standar tidak memiliki lapisan peredam busa khusus di bagian dalam untuk menyerap gelombang suara frekuensi tinggi tersebut.

Oleh karena itu, investasi pada ban khusus kendaraan listrik atau ev tires menjadi sebuah kebutuhan mutlak yang tidak boleh diabaikan. Ban khusus ini diproduksi menggunakan kompon karet formula baru yang sangat kuat serta struktur dinding yang telah dipertegas. Melalui pemilihan komponen roda yang tepat, kenyamanan kabin akan tetap terjaga sempurna dan usia pakai ban dapat bertahan lebih lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More