ilustrasi mobil di tikungan basah (pexels.com/Grégory Costa)
Alih-alih melakukan late brake, berkendara di jalan umum lebih aman jika mengutamakan pengereman secara bertahap dan antisipatif. Kurangi kecepatan sebelum memasuki tikungan, persimpangan, atau area yang memiliki potensi hambatan.
Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan juga memberikan waktu lebih besar untuk melakukan pengereman secara halus. Cara ini bukan hanya membantu mengurangi risiko tabrakan, tetapi juga membuat kendaraan lebih stabil karena perpindahan beban dapat terjadi secara lebih terkendali.
Teknik pengereman yang baik di jalan raya bukan tentang seberapa lama kendaraan dapat mempertahankan kecepatan sebelum mengerem. Yang lebih penting adalah kemampuan membaca situasi dan menyesuaikan kecepatan sebelum risiko benar-benar muncul.
Jadi, late brake lebih tepat dipahami sebagai teknik yang digunakan dalam konteks balap dan kondisi yang terkontrol. Mencoba menerapkannya secara agresif di jalan raya tidak memberikan keuntungan yang sebanding dengan risikonya. Untuk penggunaan harian, pengereman lebih awal, bertahap, dan sesuai kondisi jalan merupakan pilihan yang jauh lebih aman.