Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mesin Motor Mengalami Overheat? Segera Lakukan Langkah Ini

2 min read
Mesin Motor Mengalami Overheat? Segera Lakukan Langkah Ini
ilustrasi motor mogok (unsplash.com/John Canelis)
  • Saat muncul tanda overheat seperti suhu naik, tenaga menurun, atau bau tidak biasa, pengendara perlu menepi, mematikan mesin, dan membiarkannya dingin secara alami.
  • Jangan menyiram mesin panas atau membuka tutup radiator saat temperatur masih tinggi karena tekanan serta cairan panas berisiko melukai dan merusak komponen.
  • Jika suhu kembali naik, mesin kasar, tenaga melemah, atau tercium bau terbakar, jangan lanjut berkendara; periksakan motor ke bengkel untuk menemukan penyebabnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Overheat menjadi salah satu kondisi yang tidak boleh diabaikan saat berkendara. Suhu mesin yang terlalu tinggi dapat mengganggu performa dan berisiko menyebabkan kerusakan jika motor terus dipaksa berjalan.

Karena itu, pengendara perlu mengetahui langkah yang tepat ketika temperatur mesin melonjak. Jangan terburu-buru melanjutkan perjalanan sebelum kondisi motor benar-benar aman untuk digunakan kembali.

  1. 1. Segera menepi dan matikan mesin

    ilusrasi motor mogok (pexels.com/Gijs Coolen)
    ilusrasi motor mogok (pexels.com/Gijs Coolen)

    Ketika muncul tanda overheat, seperti indikator suhu meningkat, tenaga mesin menurun, atau muncul bau tidak biasa, segera cari tempat yang aman untuk berhenti. Matikan mesin dan jangan mencoba mempertahankan kecepatan dengan menarik gas lebih dalam. Mesin membutuhkan waktu untuk mengurangi temperatur setelah berhenti bekerja.

    Setelah motor berhenti, biarkan mesin mendingin secara alami. Hindari langsung menyiram bagian mesin atau radiator dengan air ketika kondisinya masih sangat panas. Perubahan temperatur secara mendadak dapat memberikan tekanan pada sejumlah komponen. Sebaiknya tunggu sampai panas berkurang sebelum melakukan pemeriksaan.

  2. 2. Jangan buka tutup radiator saat panas

    ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)
    ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)

    Pada motor yang menggunakan sistem pendingin cairan, jangan langsung membuka tutup radiator setelah mesin mengalami overheat. Sistem tersebut dapat menyimpan tekanan dan cairan bersuhu tinggi. Jika tutup dibuka ketika masih panas, cairan atau uap panas bisa menyembur dan menyebabkan luka bakar.

    Setelah mesin cukup dingin, periksa bagian sekitar radiator, selang, dan area mesin untuk melihat apakah terdapat kebocoran cairan pendingin atau oli. Jika terlihat cairan menetes dalam jumlah tidak normal, jangan buru-buru menghidupkan motor. Kondisi tersebut bisa menjadi petunjuk adanya masalah pada sistem pendinginan.

  3. 3. Jangan dipaksa jalan jika kembali panas

    ilustrasi mendengarkan suara mesin motor
    ilustrasi mendengarkan suara mesin motor (pexels.om/cottonbro studio)

    Setelah mesin dingin, motor memang bisa saja kembali menyala secara normal. Namun, bukan berarti masalahnya sudah selesai. Jika indikator suhu kembali naik, tenaga tetap menurun, muncul suara mesin kasar, atau tercium bau terbakar, sebaiknya jangan melanjutkan perjalanan.

    Motor lebih aman diperiksa di bengkel untuk mencari sumber masalahnya. Penyebab overheat dapat berkaitan dengan kekurangan cairan pendingin, kipas radiator yang bermasalah, thermostat, pompa air, radiator, atau komponen mesin lainnya. Memaksakan motor tetap berjalan justru dapat membuat kerusakan menjadi lebih berat dan biaya perbaikannya semakin besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More