Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mobil Dipakai Harian vs Mobil Nganggur di Garasi: Mana Lebih Awet?

Mobil Dipakai Harian vs Mobil Nganggur di Garasi: Mana Lebih Awet?
ilustrasi parkir mobil (pexels.com/Malcolm Garret)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Mobil yang digunakan rutin menjaga sirkulasi oli, melindungi komponen mesin dari gesekan dan karat, serta mengurangi risiko keausan saat mesin dihidupkan.
  • Pemakaian berkala membantu aki terisi melalui alternator, menjaga bentuk ban, dan mencegah komponen karet suspensi menjadi keras atau getas.
  • Mobil yang lama terparkir rentan mengalami endapan bahan bakar, embun dalam tangki, korosi saluran, serta gangguan tikus yang dapat merusak kabel kelistrikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dilema mengenai daya tahan kendaraan sering kali menjadi topik perdebatan di kalangan pemilik mobil. Banyak orang beranggapan bahwa jarang mengendarai mobil akan membuat komponen mesin serta bodi tetap awet dan tahan lama.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kendaraan yang terlalu lama berdiam di garasi justru menyimpan potensi kerusakan. Memahami dinamika antara mobil yang rutin dikendarai dan yang dibiarkan mangkrak sangat penting untuk menjaga nilai serta performa kendaraan.

1. Dampak sirkulasi oli dan kondisi komponen mesin

Ilustrasi parkir mobil (freepik.com/fabrikasimf)
Ilustrasi parkir mobil (freepik.com/fabrikasimf)

Mobil yang dikendarai secara rutin memiliki keunggulan pada sirkulasi pelumas mesin yang bekerja secara optimal. Pelumasan yang konsisten membuat komponen berbahan besi tetap terlindungi dari gesekan berlebih serta mencegah timbulnya karat di bagian dalam mesin.

Sebaliknya, mobil yang dibiarkan terparkir terlalu lama membuat oli mengendap di bagian bawah mesin. Kondisi ini menyebabkan bagian atas mesin kehilangan lapisan pelindung sehingga berisiko mengalami keausan parah saat mesin kembali dihidupkan.

2. Ketahanan aki, ban, dan komponen berbahan karet

ilustrasi aki mobil
ilustrasi aki mobil (vecteezy.com/Worawuth Sawaengsuk)

Penggunaan kendaraan secara berkala membantu menjaga daya simpan listrik pada aki tetap terisi melalui alternator. Komponen lain seperti ban juga tetap berada dalam kondisi bulat sempurna karena tekanan beban terbagi secara merata saat mobil bergerak.

Pada kendaraan yang jarang dipakai, pengosongan daya aki akan terjadi secara alami hingga menyebabkan aki soak. Selain itu, bagian ban yang menempel pada lantai dalam jangka panjang dapat mengalami kerusakan bentuk serta komponen karet suspension menjadi keras dan getas.

3. Kualitas cairan kendaraan dan potensi kerusakan akibat hama

ilustrasi mengganti air radiator (vecteezy.com/Whisnu Wardhana Suratman)
ilustrasi mengganti air radiator (vecteezy.com/Whisnu Wardhana Suratman)

Cairan pendukung seperti minyak rem, cairan pendingin radiator, dan bahan bakar pada mobil harian akan terus bersirkulasi serta diperbarui sesuai jadwal servis. Hal ini mencegah terjadinya pengendapan lumpur atau korosi pada saluran internal kendaraan.

Mobil yang diam di garasi dalam waktu lama rentan mengalami pengendapan bahan bakar serta pembentukan embun air di dalam tangki. Ruang mesin yang gelap dan tenang juga berisiko menjadi sarang tikus yang sering kali menggigit kabel-kabel kelistrikan hingga menyebabkan korsleting.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More