Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mobil Listrik Mati Total Saat Mudik? Segera Lakukan Hal Ini

Mobil Listrik Mati Total Saat Mudik? Segera Lakukan Hal Ini
Ilustrasi mobil mogok (pexels/Gustavo Fring)
Intinya Sih
  • Artikel menjelaskan langkah darurat saat mobil listrik mati total di perjalanan mudik, menekankan pentingnya tetap tenang dan memahami prosedur keselamatan khusus untuk kendaraan listrik.
  • Pengemudi disarankan mengamankan posisi mobil, menyalakan lampu hazard, serta tidak memaksa mendorong kendaraan karena sistem penguncian elektronik bisa aktif saat daya hilang.
  • Ditekankan agar hanya menggunakan layanan derek resmi atau truk gendong, memeriksa kondisi baterai 12V, dan segera menghubungi bantuan darurat dari produsen EV bila masalah berlanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menghadapi situasi mobil listrik (EV) yang tiba-tiba mati total di tengah perjalanan mudik tentu bisa memicu kepanikan luar biasa. Bayangan terjebak di kemacetan tanpa daya baterai atau sistem kelistrikan yang lumpuh sering kali menjadi mimpi buruk bagi para pemudik yang baru beralih ke kendaraan ramah lingkungan ini.

Namun, tetap tenang adalah kunci utama agar kamu bisa mengambil langkah penyelamatan yang tepat dan efektif. Memahami prosedur darurat khusus untuk EV sangatlah penting, karena menangani mobil listrik yang mati total memerlukan perlakuan yang berbeda dibandingkan dengan mobil mesin konvensional agar tidak merusak komponen baterai yang sensitif.

1. Amankan posisi kendaraan dan aktifkan prosedur keselamatan dasar

Ilustrasi mobil mogok (pexels/El Jundi)
Ilustrasi mobil mogok (pexels/El Jundi)

Hal pertama yang wajib kamu lakukan saat merasakan tanda-tanda kehilangan daya adalah segera mengarahkan mobil ke bahu jalan atau area yang lebih aman sebelum mobil benar-benar berhenti total. Jika sistem kelistrikan 12V masih berfungsi, segera nyalakan lampu hazard sebagai penanda bagi pengendara lain. Jangan lupa untuk memasang segitiga pengaman dengan jarak sekitar 30 hingga 50 meter di belakang mobil untuk memberikan ruang peringatan yang cukup bagi kendaraan di jalur cepat.

Jika mobil mati total hingga sistem transmisi terkunci dan tidak bisa dipindahkan ke posisi netral (N), jangan sesekali mencoba mendorongnya secara paksa. Banyak model EV memiliki mekanisme penguncian elektronik pada roda penggerak saat daya hilang sepenuhnya. Kamu bisa memeriksa buku manual digital atau fisik untuk mencari tombol pelepas transmisi darurat jika tersedia, namun jika tidak ada, prioritas utama adalah memastikan semua penumpang keluar dari mobil dan menunggu di area yang lebih tinggi atau di balik pembatas jalan demi keamanan.

2. Hubungi layanan darurat resmi dan hindari derek konvensional

ilustrasi mobil mogok (freepik.com/Freepik)
ilustrasi mobil mogok (freepik.com/Freepik)

Kesalahan fatal yang sering dilakukan pemudik adalah memanggil jasa derek tarik (gantung) sembarangan yang biasanya mangkal di pinggir jalan tol. Perlu kamu ketahui bahwa menyeret mobil listrik dengan roda penggerak yang masih menyentuh tanah dapat menghasilkan arus listrik induksi yang berisiko membakar motor listrik atau merusak inverter. Jika mobil kamu mati total, satu-satunya cara mengangkutnya adalah dengan menggunakan truk derek gendong atau flatbed truck.

Segera hubungi layanan roadside assistance resmi dari merek mobil kamu. Saat ini, sebagian besar produsen EV di Indonesia sudah menyediakan layanan darurat 24 jam khusus untuk mudik, bahkan beberapa di antaranya memiliki truk pengisi daya (mobile charging) yang bisa memberikan daya darurat agar mobil bisa berjalan hingga SPKLU terdekat. Informasikan lokasi kamu secara detail melalui koordinat GPS agar tim mekanik dapat menemukan posisi mobil dengan cepat di tengah kepadatan arus mudik.

3. Diagnosa sederhana pada baterai 12V sebelum memutuskan evakuasi

ilustrasi mobil mogok (pexels.com/Alex P)
ilustrasi mobil mogok (pexels.com/Alex P)

Sering kali, masalah "mati total" pada mobil listrik bukan disebabkan oleh baterai utama (HV battery) yang habis, melainkan karena baterai aksesori 12V yang drop atau rusak. Baterai kecil ini berfungsi untuk menghidupkan sistem komputer dan kontaktor yang menghubungkan baterai besar ke motor penggerak. Jika baterai 12V ini mati, maka seluruh sistem mobil akan terlihat lumpuh meskipun indikator baterai utama kamu mungkin masih menunjukkan persentase yang tinggi.

Kamu bisa mencoba melakukan jumper pada baterai 12V ini sesuai dengan panduan resmi pabrikan, namun pastikan menggunakan alat jumper yang stabil atau bantuan dari sesama pemilik EV. Jika setelah di-jumper sistem interior kembali menyala, segeralah meluncur ke titik pengisian daya terdekat. Namun, jika masalah tetap ada, kemungkinan besar terdapat kendala pada sistem manajemen baterai atau modul kontrol utama, sehingga evakuasi ke bengkel resmi menjadi langkah terakhir yang paling aman untuk melindungi investasi kendaraan kamu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More