ilustrasi mobil (pexels.com/Danila Rusanov)
Gangguan pada sistem pengapian juga dapat menyebabkan mesin bergetar ketika menerima beban tambahan dari transmisi. Misalnya, busi yang aus, koil yang melemah, atau injektor yang mulai kotor dapat membuat pembakaran tidak berjalan sempurna. Akibatnya, getaran terasa lebih jelas saat mobil berada di posisi D.
Masalah ini biasanya juga disertai gejala lain, seperti akselerasi yang kurang responsif atau konsumsi bahan bakar yang meningkat. Pemeriksaan sistem pengapian secara menyeluruh dapat membantu menemukan penyebabnya. Setelah komponen yang bermasalah diperbaiki, getaran umumnya akan berkurang.
Mobil matik yang bergetar saat masuk gigi D tidak selalu menandakan transmisi mengalami kerusakan berat. Engine mounting yang aus, putaran idle yang tidak stabil, oli transmisi yang menurun kualitasnya, gangguan pada torque converter, maupun sistem pengapian dapat menjadi penyebab utamanya. Oleh karena itu, pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh agar sumber masalah dapat ditemukan dengan tepat.
Apabila getaran semakin kuat atau disertai hentakan, bunyi aneh, maupun perpindahan gigi yang terasa kasar, sebaiknya segera bawa mobil ke bengkel terpercaya. Penanganan lebih awal dapat mencegah kerusakan berkembang ke komponen lain yang biaya perbaikannya lebih mahal. Dengan perawatan yang rutin, transmisi matik akan tetap bekerja halus dan nyaman digunakan sehari-hari.