Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mobil Tiba-Tiba Lebih Berisik setelah Melewati Jalan Basah, Kenapa?

Mobil Tiba-Tiba Lebih Berisik setelah Melewati Jalan Basah, Kenapa?
ilustrasi naik mobil saat hujan (pexels.com/Roman Castillo)
  • Suara lebih bising di jalan basah bisa berasal dari gesekan ban, air, dan aspal, biasanya berupa desisan atau gemuruh yang hilang saat kembali ke jalan kering.
  • Genangan dapat mengenai pelindung bawah mobil atau rem, memicu getaran, bunyi beradu, decitan, atau gesekan ringan yang umumnya sementara hingga komponen mengering.
  • Jika bunyi tetap muncul setelah kondisi kering, terutama dengung, geraman, atau gesekan yang mengikuti kecepatan, belokan, pengereman, maupun akselerasi, ban, bearing roda, dan kaki-kaki perlu diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa suara mobil tiba-tiba lebih berisik setelah melewati jalan yang basah atau genangan? Kondisi ini bisa membuat pengemudi khawatir karena suara kendaraan terasa berbeda dari biasanya. Namun, dalam beberapa situasi, suara tersebut sebenarnya hanya muncul karena air mengenai bagian tertentu pada mobil.

Meski begitu, suara yang tetap terdengar setelah mobil kembali melewati jalan kering tidak sebaiknya langsung dianggap normal. Air juga bisa memperjelas gejala dari komponen yang sebelumnya sudah mulai mengalami masalah. Berikut beberapa penyebab mobil terdengar lebih berisik setelah melewati jalan basah.

  1. 1. Air mengenai ban dan permukaan jalan

    ilustrasi menyetir saat hujan
    ilustrasi menyetir saat hujan (pexels.com/Lukas Rychvalsky)

    Ketika mobil melaju di jalan basah, ban harus memindahkan air dari permukaan jalan. Gesekan antara ban, air, dan aspal dapat menghasilkan suara yang lebih keras dibandingkan ketika jalan dalam kondisi kering.

    Suara tersebut biasanya terdengar seperti desisan atau gemuruh dari area roda. Jika suara menghilang setelah kendaraan kembali ke jalan kering, kondisi tersebut umumnya berkaitan dengan interaksi ban dan permukaan jalan.

  2. 2. Air mengenai pelindung bawah mobil

    ilustrasi menyetir saat hujan
    ilustrasi menyetir saat hujan (pexels.com/M&W Studios)

    Bagian bawah mobil memiliki berbagai komponen dan pelindung seperti under cover, splash shield, atau pelindung ruang mesin. Ketika melewati genangan, air dapat mengenai bagian tersebut dan menghasilkan suara yang cukup jelas dari dalam kabin.

    Jika terdapat bagian pelindung yang longgar, suara bahkan bisa terdengar seperti benda bergetar atau beradu. Kondisi ini perlu diperiksa jika suara tetap muncul setelah jalan kembali kering.

  3. 3. Rem bisa berbunyi sementara

    ilustrasi hujan mobil
    ilustrasi hujan mobil (pexels.com/Elijah O'Donnell)

    Air yang mengenai cakram dan kampas rem dapat membuat permukaan pengereman menjadi basah. Dalam kondisi tertentu, gesekan awal setelah melewati genangan dapat menghasilkan suara seperti decitan atau gesekan ringan.

    Suara tersebut biasanya hanya berlangsung sementara dan dapat menghilang setelah rem kembali kering. Namun, jika bunyi terus muncul setiap kali mengerem atau disertai perubahan respons pedal, sistem pengereman sebaiknya diperiksa.

  4. 4. Air dapat membuat suara dari komponen lebih jelas

    ilustrasi hujan
    ilustrasi sensor hujan otomatis (pexels.com/cottonbro)

    Beberapa komponen di bagian bawah kendaraan dapat menghasilkan suara berbeda ketika terkena air. Misalnya, area roda, pelindung bawah, atau komponen tertentu yang mengalami perubahan kondisi permukaan setelah terkena genangan.

    Air juga dapat membuat suara pantulan dari jalan terdengar lebih kuat ke dalam kabin. Karena itu, pengemudi perlu membedakan antara suara akibat kondisi jalan dan suara yang benar-benar berasal dari komponen kendaraan.

  5. 5. Waspadai suara yang tetap muncul setelah kering

    ilustrasi menyetir mobil di tanjakan
    ilustrasi menyetir mobil (pexels.com/Atlantic Ambience)

    Jika mobil tetap berisik meskipun sudah kembali melewati jalan kering, jangan langsung menganggap air sebagai penyebabnya. Suara seperti dengung, geraman, atau gesekan yang mengikuti kecepatan kendaraan dapat berkaitan dengan ban, bearing roda, atau komponen kaki-kaki.

    Perhatikan juga apakah suara berubah ketika mobil berbelok, mengerem, atau berakselerasi. Perubahan tersebut dapat membantu mekanik menemukan sumber suara dengan lebih cepat.

    Mobil yang terdengar lebih berisik setelah melewati jalan basah tidak selalu berarti mengalami kerusakan. Suara dari ban, air yang mengenai bagian bawah kendaraan, atau rem yang masih basah dapat membuat karakter suara mobil berubah untuk sementara.

    Namun, jika suara tetap ada setelah kendaraan kembali kering atau justru semakin keras, kondisi tersebut patut diperiksa. Mengenali apakah suara hanya muncul karena kondisi jalan atau berasal dari komponen kendaraan dapat membantu mencegah masalah kecil berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More