Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pabrikan Nasional Dinilai Mampu Kuasai Pasar Pikap

Pabrikan Nasional Dinilai Mampu Kuasai Pasar Pikap
Impresi menyetir Toyota Hilux Rangga (IDN Times/Fadhliansyah)
Intinya Sih
  • Gaikindo menilai industri otomotif nasional telah memahami kebutuhan kendaraan komersial ringan, terutama pikap, berkat pengalaman panjang dan integrasi industri dari hulu ke hilir sejak 1969.
  • Kapasitas produksi pikap nasional mencapai lebih dari 400 ribu unit per tahun, dinilai cukup memenuhi kebutuhan domestik tanpa impor serta memperkuat kemampuan produksi massal pabrikan lokal.
  • Produksi kendaraan komersial dalam negeri memberi dampak ekonomi luas dengan melibatkan ribuan pemasok komponen dan menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja di sektor otomotif Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Industri otomotif Indonesia dinilai telah memiliki pemahaman kuat terhadap kebutuhan kendaraan masyarakat, khususnya kendaraan komersial ringan jenis pikap.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menegaskan kemampuan tersebut terbentuk dari pengalaman panjang pengembangan produk hingga integrasi industri hulu ke hilir sejak berdiri pada 1969.

Keyakinan itu juga didasarkan pada keberhasilan industri nasional mengembangkan platform kendaraan komersial menjadi kendaraan penumpang multi guna (MPV) yang kini mendominasi pasar domestik dan kawasan Asia Tenggara. Pendekatan serupa disebut telah diterapkan untuk mengembangkan kendaraan pikap sesuai karakter kegiatan usaha di Indonesia.

1. Industri memahami kebutuhan pasar domestik

Pabrikan Nasional Dinilai Mampu Kuasai Pasar Pikap
Ilustrasi Mobil Mitsubishi Triton (mitsubishi-motors.co.id)

Gaikindo menyatakan pengembangan kendaraan nasional dilakukan melalui studi berkelanjutan terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat dan kegiatan usaha. Awalnya, platform kendaraan komersial dikembangkan bersama industri karoseri, sebelum akhirnya mampu diproduksi secara penuh oleh pabrikan.

Keberhasilan konversi platform pikap menjadi MPV menjadi salah satu indikator kemampuan adaptasi industri otomotif Indonesia. Pola pengembangan tersebut kemudian diterapkan kembali untuk memperdalam pengembangan kendaraan komersial, khususnya pikap yang digunakan dalam sektor usaha mikro hingga menengah.

“Kami dari industri otomotif Indonesia telah menjalankan berbagai studi untuk menyesuaikan perkembangan platform kendaraan komersial untuk memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan usaha yang ada didalam negeri, sehingga kami memiliki pengetahuan untuk membuat jenis kendaraan yang sesuai,” ujar Ketua Harian Gaikindo Anton Kumonty, Jumat (27/2/2026).

2. Kapasitas produksi dinilai mencukupi

Pabrikan Nasional Dinilai Mampu Kuasai Pasar Pikap
Suzuki Carry (suzuki.co.id)

Gaikindo mencatat terdapat 61 perusahaan otomotif yang menjadi anggota asosiasi. Sejumlah pabrikan telah memproduksi kendaraan komersial ringan di dalam negeri, termasuk Suzuki, Isuzu, Mitsubishi Fuso, Wuling, DFSK, Toyota, dan Daihatsu.

Secara total, kapasitas produksi pikap nasional disebut melampaui 400 ribu unit per tahun. Angka tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik tanpa ketergantungan impor, sekaligus membuka peluang optimalisasi fasilitas produksi yang telah tersedia.

Anton menambahkan, industri tidak hanya memiliki teknologi, tetapi juga kemampuan produksi massal.

“Selain itu, kami juga memiliki kemampuan dan juga kapasitas untuk mengakomodir seluruh kebutuhan kendaraan komersial didalam negeri,” katanya.

3. Dampak luas bagi ekosistem industri

Pabrikan Nasional Dinilai Mampu Kuasai Pasar Pikap
DFSK Supercab (dfskmotors.co.id)

Gaikindo menilai pemenuhan kebutuhan kendaraan komersial melalui produksi dalam negeri akan memberi dampak ekonomi besar. Setiap unit kendaraan terdiri dari lebih dari 20.000 komponen yang melibatkan industri baja, kaca, karet, plastik, hingga tekstil.

Rantai pasok tersebut melibatkan ribuan perusahaan komponen dan industri kecil menengah, serta menopang jutaan tenaga kerja. Saat ini sektor otomotif diperkirakan menyerap sekitar 1,5 juta pekerja melalui hubungan industri langsung dan tidak langsung.

Karena itu, Gaikindo bersama Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM) meminta pemerintah memberi kesempatan lebih besar bagi produk lokal untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial nasional guna menjaga keberlanjutan produksi dan tenaga kerja.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Automotive

See More