AHM Nilai Kenaikan Pasar Motor Awal 2026 Jadi Sinyal Pemulihan

- Pasar sepeda motor nasional awal 2026 naik 3,1 persen, menandakan sinyal pemulihan ekonomi dan memperkuat prospek industri roda dua menurut AHM.
- Meski tumbuh positif, pasar masih menghadapi tantangan dari kebijakan pajak kendaraan serta tekanan ekonomi global yang bisa memengaruhi daya beli masyarakat.
- Ekspor tetap jadi penopang penting dengan kinerja kuat sepanjang tahun lalu, membantu menjaga stabilitas bisnis dan mendukung tren positif hingga menjelang Lebaran 2026.
Jakarta, IDN Times - Kinerja pasar sepeda motor nasional pada awal 2026 menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) pada Januari 2026 mencapai 577.763 unit atau naik sekitar 3,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan tersebut juga dirasakan oleh Astra Honda Motor yang menilai pertumbuhan ini menjadi indikasi awal pemulihan ekonomi, sekaligus memperkuat prospek industri roda dua di Tanah Air.
1. Pertumbuhan awal tahun dianggap sinyal ekonomi membaik

AHM menyebut, kenaikan pasar pada Januari sejalan dengan performa internal perusahaan. Kondisi ini dinilai sebagai indikator positif setelah periode ekonomi yang tidak stabil secara global.
“Pasar di Januari tumbuh tiga persen dan kami pun tumbuh tiga persen. Harapannya ini menunjukkan ekonomi yang kami harapkan membaik," kata Executive Vice President AHM Thomas Wijaya, Rabu (25/2/2026).
Ia menambahkan, peningkatan tersebut diharapkan memberi kontribusi lebih besar bagi masyarakat dan industri otomotif apabila tren berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.
2. Tantangan pajak dan kondisi global masih membayangi

Meski kinerja awal tahun positif, pasar sepeda motor tetap menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya penerapan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di berbagai daerah.
Kebijakan tersebut berpotensi menahan daya beli karena sebelumnya beberapa wilayah hanya memberikan relaksasi sementara.
Namun demikian, industri tetap mampu mencatat pertumbuhan, menunjukkan daya tahan pasar domestik di tengah tekanan ekonomi global.
3. Ekspor jadi penopang tambahan industri

Selain penjualan domestik, ekspor menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas bisnis roda dua. AHM menyebut kinerja ekspor mereka tetap kuat sepanjang tahun lalu.
“Tidak hanya domestik, tetapi kami juga kuat di pasar ekspor. Tahun lalu sekitar 223 ribu unit CBU dan hampir satu juta unit set CKD," tambah Thomas.
Dengan kombinasi penjualan dalam negeri dan ekspor, perusahaan berharap tren positif dapat berlanjut hingga periode menjelang mudik Lebaran 2026.


















