Ini Perbedaan Motor Listrik QT dan QT Pro, Meluncur Bareng di IIMS 2026

- Performa baterai dan jarak tempuh yang bikin tenang
- Fitur keamanan yang nggak kaleng-kaleng
- Visual futuristik dan harga yang sebanding
Kalau kamu lagi mampir ke JIExpo Kemayoran buat liat IIMS 2026, coba deh arahkan kaki kamu ke Hall B2 No.6. Di sana, Booth Indomobil eMotor lagi jadi pusat perhatian berkat duo maut motor listrik terbaru mereka: QT dan QT Pro yang tampilannya futuristik banget, mirip kendaraan di film sci-fi!
Jujur saja, melihat aslinya jauh lebih keren daripada sekadar foto. Desain lampu LED-nya yang dijuluki Infinite Skyline bikin motor ini punya karakter yang kuat. Tapi pertanyaannya, mending pilih yang mana? Yuk, kita bedah perbandingannya biar kamu nggak bingung pas mau SPK nanti!
1. Performa baterai dan jarak tempuh yang bikin tenang

Hal pertama yang pasti kamu tanya pas lihat motor listrik adalah: "Bisa jalan sejauh apa?" Nah, di sinilah perbedaan paling terasa. Varian QT standar dibekali satu baterai 60V 24Ah (1.44 kWh) yang cukup banget buat kamu yang mobilitasnya cuma sekitar rumah atau kantor ke stasiun. Dengan berat yang lebih ringan, motor ini terasa lincah buat selap-selip di kemacetan Jakarta.
Sedangkan buat kamu yang doyan jalan jauh atau males sering-sering charge, QT Pro adalah jawabannya. Si "Kakak" ini membawa dua baterai sekaligus (2.88 kWh), yang otomatis bikin jarak tempuhnya dua kali lipat lebih jauh! Pius Wirawan selaku CEO PT Indomobil Emotor Internasional bilang, “Kami ingin Indomobil eMotor menjadi pilihan utama generasi baru pengendara,” dan lewat QT Pro, mereka benar-benar menjawab keresahan soal range anxiety atau takut kehabisan baterai di tengah jalan.
2. Fitur keamanan yang nggak kaleng-kaleng

Ngomongin fitur, keduanya sama-sama dapet teknologi kelas premium. Ada Traction Control System (TCS) supaya kamu nggak gampang tergelincir di jalan basah, dan Anti-Theft Alarm yang bikin tidur lebih nyenyak. Tapi, kalau kamu sering melewati jalanan menanjak seperti parkiran mall yang curam atau daerah pegunungan, QT Pro punya kartu as berupa fitur Hill Start Assist.
Fitur ini bakal nahan motor supaya nggak merosot saat berhenti di tanjakan. Kerennya lagi, QT Pro sudah dilengkapi Regenerative Braking. Jadi setiap kali kamu ngerem atau deselerasi, motor ini bakal memanen energi buat ngisi ulang baterainya secara mandiri. "QT dan QT Pro adalah representasi dari standar baru motor listrik Indonesia," tegas Pius Wirawan. Jadi, dari sisi teknologi, QT Pro memang terasa lebih "manja" untuk pengendaranya.
3. Visual futuristik dan harga yang sebanding

Terakhir soal selera dan kantong. Varian QT tampil lebih playful dengan warna-warna cerah seperti Citrine Yellow atau Rose Quartz. Cocok banget buat kamu yang ingin tampil beda dan ekspresif. Sementara itu, QT Pro hadir dengan konsep dual-tone yang lebih eksklusif dan elegan, seperti Magma Black atau Jasper Silver yang ngasih kesan lebih "mahal".
Meskipun harga resminya bisa kamu cek langsung di lokasi sambil nego tipis-tipis, yang pasti selisih harga antara QT dan QT Pro sangat sebanding dengan tambahan baterai dan fitur ekstra yang didapat. Dengan bagasi raksasa 27 liter yang muat banyak barang, keduanya tetap fungsional banget buat harian. Jadi, daripada penasaran cuma baca spek, mending langsung test ride aja di IIMS biar bisa ngerasain bedanya!


















