Pabrikan Baterai EV China Kompak Produksi Baterai Solid-State 2027

- Produsen baterai dan otomotif China, termasuk BYD, CATL, Geely, CALB, Gotion, Farasis, serta EVE, membidik produksi percobaan dan validasi baterai solid-state pada kendaraan listrik pada 2027.
- Geely menargetkan sel 500 Wh/kg, sementara Gotion, Farasis, dan CALB menyiapkan pengujian kendaraan 2027 sebelum meningkatkan produksi komersial bertahap sekitar 2029 hingga 2032.
- Meski pemain besar menguasai lebih 75% pasar baterai China dan Dreame turut masuk, keamanan, daya tahan, biaya, serta manufaktur massal masih menghambat ketersediaan luas.
Persaingan pengembangan baterai solid-state atau baterai solid-state semakin memanas di China. Sejumlah produsen baterai mulai menetapkan target untuk melakukan produksi percobaan dan pengujian kendaraan pada 2027, mengikuti langkah pemain besar seperti CATL, BYD, dan Geely.
Menurut carnewschina.com, Farasis Energy, CALB, Gotion High-Tech, hingga EVE Energy menjadi beberapa perusahaan yang ikut mempercepat pengembangan teknologi tersebut. Targetnya bukan sekadar membuat prototipe, tetapi menguji baterai dalam kendaraan sebelum menuju tahap produksi komersial.
1. Tahun 2027 jadi target bersama

Ilustrasi baterai mobil listrik (byd.com) BYD sebelumnya telah mengajukan enam paten terkait baterai solid-state dan menyatakan rencana untuk memulai produksi percobaan pada 2027. CATL juga kembali menegaskan target serupa kepada para investor, sehingga persaingan teknologi baterai generasi berikutnya diperkirakan akan semakin ketat.
Geely pun tidak mau tertinggal. Produsen otomotif tersebut menargetkan produksi percobaan dan validasi penggunaan di dunia nyata untuk sel baterai solid-state dengan kepadatan energi mencapai 500 Wh/kg pada 2027. Dengan kepadatan energi yang tinggi, teknologi ini berpotensi membantu mobil listrik memiliki jarak tempuh yang jauh lebih panjang.
Target 2027 kini juga diikuti oleh sejumlah produsen baterai lainnya. Berdasarkan laporan yang dikutip carnewschina.com, pemerintah China sebelumnya telah memasukkan percepatan pengembangan dan komersialisasi baterai solid-state ke dalam arah pengembangan industri kendaraan energi baru.
CALB, yang merupakan salah satu produsen baterai terbesar di China, juga menargetkan validasi kendaraan listrik dalam skala kecil pada 2027. Setelah itu, perusahaan tersebut berencana meningkatkan produksi baterai solid-state secara bertahap pada periode 2030 hingga 2032.
2. Produsen lain sudah menyiapkan teknologi

ilustrasi kualitas baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦) Gotion High-Tech yang mendapat dukungan dari Volkswagen memprioritaskan pengembangan baterai solid-state dengan kepadatan energi 350 Wh/kg. Perusahaan ini berencana melakukan pengujian di jalan melalui pemasangan baterai dalam kendaraan listrik skala kecil pada 2027.
Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, Gotion menargetkan produksi komersial penuh pada 2029 hingga 2030. Sementara itu, Farasis Energy yang mendapat dukungan Mercedes-Benz juga memiliki target validasi baterai solid-state pada kendaraan listrik pada 2027, sebelum mengejar produksi komersial skala penuh pada 2030.
EVE Energy juga ikut mengembangkan baterai solid-state berbasis sulfida. Perusahaan tersebut mengklaim telah berhasil mengembangkan sel dengan kapasitas dalam satuan ampere-hour dan menargetkan generasi pertama dengan kepadatan energi maksimal 350 Wh/kg serta 800 Wh/L pada 2026.
Pengembangan berikutnya diarahkan pada baterai generasi kedua dengan kepadatan energi hingga 1.000 Wh/L pada 2028. Jika target tersebut tercapai, baterai solid-state berpotensi menawarkan penyimpanan energi yang lebih tinggi dibandingkan teknologi baterai kendaraan listrik yang saat ini banyak digunakan.
3. Persaingan bisa mengubah peta industri baterai

ilustrasi baterai mobil listrik (pixabay.com/andreas160578) CATL masih menjadi produsen baterai terbesar di China dengan pangsa pasar 42,9 persen, disusul BYD sebesar 19,5 persen. Sementara CALB, Gotion, dan EVE berada di posisi berikutnya. Empat pemain teratas secara bersama-sama menguasai lebih dari 75 persen pasar baterai China.
Menariknya, bukan hanya pemain besar yang memburu teknologi ini. Dreame Technology, perusahaan yang selama ini lebih dikenal melalui produk penyedot debu dan perangkat rumah tangga pintar, juga mengumumkan rencana pengembangan baterai solid-state.
Dreame mengklaim sel baterai “Galaxy Crystal” atau Xing Kong Jing He miliknya memiliki kapasitas maksimal 60 Ah dengan kepadatan energi lebih dari 450 Wh/kg. Target perusahaan ini bahkan cukup agresif karena ingin memulai pengiriman dalam skala kecil pada 2026 dan melanjutkan ke produksi komersial penuh pada 2027.
Meski demikian, target produksi percobaan tidak berarti baterai solid-state akan langsung tersedia secara luas di pasar. Pengujian keamanan, daya tahan, biaya produksi, hingga kemampuan manufaktur massal masih menjadi tantangan besar.
Namun, ketika BYD, CATL, Geely, dan sejumlah produsen baterai China sama-sama membidik 2027, tahun tersebut berpotensi menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan baterai solid-state dari laboratorium menuju penggunaan nyata pada mobil listrik.


















