ilustrasi baterai mobil listrik (pixabay.com/andreas160578)
CATL masih menjadi produsen baterai terbesar di China dengan pangsa pasar 42,9 persen, disusul BYD sebesar 19,5 persen. Sementara CALB, Gotion, dan EVE berada di posisi berikutnya. Empat pemain teratas secara bersama-sama menguasai lebih dari 75 persen pasar baterai China.
Menariknya, bukan hanya pemain besar yang memburu teknologi ini. Dreame Technology, perusahaan yang selama ini lebih dikenal melalui produk penyedot debu dan perangkat rumah tangga pintar, juga mengumumkan rencana pengembangan baterai solid-state.
Dreame mengklaim sel baterai “Galaxy Crystal” atau Xing Kong Jing He miliknya memiliki kapasitas maksimal 60 Ah dengan kepadatan energi lebih dari 450 Wh/kg. Target perusahaan ini bahkan cukup agresif karena ingin memulai pengiriman dalam skala kecil pada 2026 dan melanjutkan ke produksi komersial penuh pada 2027.
Meski demikian, target produksi percobaan tidak berarti baterai solid-state akan langsung tersedia secara luas di pasar. Pengujian keamanan, daya tahan, biaya produksi, hingga kemampuan manufaktur massal masih menjadi tantangan besar.
Namun, ketika BYD, CATL, Geely, dan sejumlah produsen baterai China sama-sama membidik 2027, tahun tersebut berpotensi menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan baterai solid-state dari laboratorium menuju penggunaan nyata pada mobil listrik.