3 Kesalahan Biker Saat Lampu Hijau, Bisa Berakibat Fatal

- Pengendara motor tidak disarankan langsung menarik gas saat lampu hijau; beri jeda untuk mengecek kanan-kiri karena kendaraan, pelanggar lampu merah, atau pejalan kaki masih mungkin melintas.
- Menempel motor di depan saat antrean mulai bergerak membatasi ruang pengereman. Jaga jarak aman, terutama ketika membawa penumpang atau melintasi jalan licin.
- Perpindahan jalur mendadak di persimpangan padat berisiko memicu senggolan. Periksa spion, nyalakan sein lebih awal, lalu bermanuver bertahap sambil mengontrol kecepatan.
Lampu lalu lintas berubah menjadi hijau sering dianggap sebagai tanda untuk langsung menarik gas. Padahal, momen tersebut justru membutuhkan perhatian ekstra karena kendaraan dari berbagai arah baru saja berhenti dan mulai bergerak bersamaan.
Bagi pengendara motor, beberapa kesalahan kecil saat lampu hijau bisa meningkatkan risiko kecelakaan. Bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga cara membaca situasi sebelum membuka gas.
1. Langsung gaspol tanpa melihat kondisi sekitar

ilustrasi berhenti di lampu merah (unsplash.com/Dennis Zhang) Kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah langsung membuka gas ketika lampu berubah hijau. Pengendara terlalu fokus mengejar momentum sehingga lupa memastikan persimpangan benar-benar sudah aman untuk dilewati.
Padahal, masih ada kemungkinan kendaraan dari arah lain menerobos lampu merah, kendaraan yang terlambat berhenti, atau pejalan kaki yang belum sepenuhnya keluar dari area persimpangan. Karena itu, sebaiknya berikan jeda sesaat untuk melihat kondisi kanan dan kiri sebelum melaju.
Kebiasaan tersebut tidak berarti harus berkendara terlalu lambat. Setelah situasi dipastikan aman, gas bisa dibuka secara bertahap dan motor diarahkan sesuai jalur. Respons beberapa detik tersebut dapat memberikan waktu tambahan untuk mengantisipasi situasi yang tidak terduga.
2. Mengikuti motor di depan terlalu dekat

ilustrasi kondisi lalu lintas tidak teratur akibat pengemudi menerobos lampu merah (pexels.com/Pew Nguyen) Ketika lampu hijau menyala, antrean motor biasanya langsung bergerak. Kesalahan berikutnya adalah mengikuti kendaraan di depan dengan jarak yang terlalu rapat karena ingin segera melewati persimpangan.
Jarak yang terlalu dekat membuat ruang untuk melakukan pengereman menjadi sangat terbatas. Jika motor di depan tiba-tiba mengerem karena ada kendaraan memotong jalur, pejalan kaki, atau kondisi lain, motor di belakang berisiko menabrak.
Jaga jarak tetap aman meskipun kecepatan masih rendah. Motor juga membutuhkan ruang untuk berhenti, terutama ketika membawa penumpang atau melaju di permukaan jalan yang licin. Jangan sampai keinginan untuk cepat meninggalkan persimpangan justru berujung pengereman mendadak.
3. Berpindah jalur secara tiba-tiba

Ilustrasi para pengendara sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah (pexels.com/Markus Winkler) Lampu hijau juga sering menjadi momen ketika pengendara mulai berpindah posisi untuk mencari jalur yang dianggap lebih lancar. Masalahnya, perubahan arah yang dilakukan mendadak dapat mengejutkan pengendara lain.
Contohnya, motor dari jalur kiri tiba-tiba bergerak ke kanan tanpa memberikan tanda. Di saat yang sama, ada motor lain yang sedang melaju di sisi kanan. Situasi seperti ini sangat mudah memicu senggolan, terlebih di persimpangan yang padat.
Sebelum berpindah jalur, periksa kondisi di belakang dan samping melalui spion. Berikan lampu sein lebih awal dan lakukan perpindahan secara bertahap. Hindari manuver mendadak hanya karena melihat celah kosong di depan.
Lampu hijau memang memberikan hak untuk melanjutkan perjalanan, tetapi bukan berarti persimpangan otomatis aman. Pengendara tetap perlu membaca situasi, menjaga jarak, dan mengontrol kecepatan. Dengan menghindari tiga kesalahan tersebut, perjalanan setelah lampu hijau bisa berlangsung lebih aman dan terkendali.



















