Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pendapatan Xpeng Melonjak hingga 87 Persen!
Ilustrasi mobil XPeng (xpeng.com)
  • Xpeng mencatat lonjakan pendapatan 87,7% menjadi 76,72 miliar yuan pada 2025, didorong peningkatan pengiriman global hingga 429.445 unit dan margin laba kotor naik ke 18,9%.
  • Kerugian bersih Xpeng turun drastis 80,3% menjadi 1,14 miliar yuan, dengan pencapaian laba bersih pertama sebesar 380 juta yuan pada kuartal empat berkat strategi produk dan kolaborasi teknologi.
  • Awal 2026 menghadirkan tantangan penurunan pengiriman akibat penghentian subsidi kendaraan listrik, namun Xpeng menyiapkan peluncuran SUV flagship GX untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Produsen kendaraan energi baru asal Guangzhou, Xpeng, secara resmi melaporkan pencapaian finansial yang luar biasa sepanjang tahun 2025. Perusahaan berhasil memangkas kerugian bersih mereka secara signifikan, sekaligus mencatatkan lonjakan pendapatan yang didorong oleh pertumbuhan penjualan global yang sangat kuat.

Keberhasilan ini menandai titik balik penting bagi Xpeng dalam mengukuhkan posisinya di pasar otomotif dunia. Dengan peluncuran berbagai model baru yang inovatif, perusahaan tidak hanya berhasil meningkatkan volume pengiriman unit secara drastis, tetapi juga memperbaiki margin keuntungan kotor mereka dibandingkan tahun sebelumnya.

1. Lonjakan pendapatan dan pengiriman unit secara global

Ilustrasi mobil XPeng (xpeng.com)

Berdasarkan laporan operasional yang dirilis pada 20 Maret 2026, Xpeng mencatatkan total pendapatan sebesar 76,72 miliar yuan atau sekitar 11,12 miliar USD, yang berarti melonjak 87,7 persen dibandingkan tahun 2024. Melansir dari sumber carnewschina.com, pendapatan dari penjualan mobil saja mencapai 68,38 miliar yuan, mewakili peningkatan sebesar 90,8 persen. Hal ini sejalan dengan jumlah pengiriman unit global yang mencapai 429.445 unit, atau naik 125,9 persen secara tahunan.

Di pasar domestik Tiongkok, performa Xpeng juga sangat impresif dengan penjualan sebanyak 383.873 unit. Margin laba kotor perusahaan pun merangkak naik ke angka 18,9 persen, meningkat dari posisi 14,3 persen pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa efisiensi produksi dan penerimaan pasar terhadap model-model baru Xpeng berjalan sangat efektif di tengah persaingan ketat industri kendaraan listrik.

2. Pemangkasan kerugian bersih dan laba perdana di kuartal empat

Dilengkapi teknologi AI lengkap (Xpeng)

Hal yang paling menonjol dari laporan tahun 2025 ini adalah menyusutnya kerugian bersih Xpeng sebesar 80,3 persen menjadi hanya 1,14 miliar yuan (170 juta USD). Sebagai perbandingan, pada tahun 2024, perusahaan masih menanggung kerugian sebesar 5,79 miliar yuan. Jika menggunakan perhitungan non-GAAP yang mengecualikan kompensasi berbasis saham dan kerugian nilai wajar, kerugian bersih mereka bahkan hanya menyentuh angka 460 juta yuan.

Kabar yang paling menggembirakan bagi para investor adalah pencapaian laba bersih pertama dalam sejarah perusahaan pada kuartal keempat tahun 2025. Pada periode tersebut, Xpeng meraup laba sebesar 380 juta yuan, sebuah pembalikan situasi yang drastis dari kerugian 1,33 miliar yuan pada kuartal yang sama tahun 2024. Transformasi ini membuktikan bahwa strategi produk dan kerja sama teknologi, termasuk penyediaan teknologi bagi Volkswagen, mulai membuahkan hasil finansial yang konkret.

3. Tantangan subsidi dan peluncuran model flagshsip di tahun 2026

Salah satu model Xpeng di Shanghai Auto Show 2025 (Xpeng)

Meskipun menutup tahun 2025 dengan hasil positif, Xpeng harus menghadapi tantangan baru di awal tahun 2026. Data dari China EV DataTracker menunjukkan bahwa pengiriman unit pada periode Januari hingga Februari 2026 turun 49,5 persen secara tahunan. Penurunan ini dikaitkan dengan dampak penghentian subsidi kendaraan energi baru secara bertahap di Tiongkok yang memengaruhi daya beli masyarakat secara keseluruhan.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Xpeng berencana meluncurkan beberapa model tambahan tahun ini. Salah satu yang paling dinantikan adalah SUV flagship ukuran penuh yang dinamakan Xpeng GX. Model ini dilaporkan telah memulai proses produksi massal di Tiongkok. Dengan mengandalkan model-model populer seperti minivan Xpeng X9, sedan P7+, dan Mona M03, perusahaan optimis dapat menavigasi dinamika pasar tanpa subsidi dan terus memperkuat fundamental keuangannya.


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Topics

Editorial Team