Penjualan Hybrid Toyota Naik Lebih dari 80 Persen

- Penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota sepanjang 2026 naik lebih dari 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontribusi sekitar 21 persen dari total penjualan Toyota.
- Kendaraan hybrid menjadi penopang utama elektrifikasi Toyota, didorong antara lain oleh Kijang Innova Zenix Hybrid, Veloz Hybrid EV, dan Yaris Cross Hybrid EV.
- Veloz Hybrid terjual di atas 2.000 unit per bulan, sementara Land Cruiser 300 Hybrid mencatat porsi penjualan 30–40 persen saat GIIAS.
Jakarta, IDN Times - Penjualan kendaraan elektrifikasi PT Toyota-Astra Motor (TAM) menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2026. Toyota mencatat, penjualan kendaraan elektrifikasi meningkat lebih dari 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengatakan, kendaraan hybrid masih menjadi kontributor utama penjualan elektrifikasi Toyota di Indonesia. Hingga saat ini, kendaraan elektrifikasi disebut menyumbang sekitar 21 persen dari total penjualan Toyota.
Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh sejumlah model hybrid, termasuk Veloz Hybrid EV dan Kijang Innova Zenix Hybrid.
Toyota menilai teknologi hybrid menjadi salah satu pilihan yang dapat menjawab kebutuhan konsumen terhadap kendaraan dengan efisiensi bahan bakar.
1. Penjualan elektrifikasi Toyota tumbuh lebih dari 80 persen

Menjajal Veloz Hybrid untuk perjalanan jarak jauh (Dok. TAM) Bansar mengatakan, penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota telah meningkat lebih dari 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski porsinya baru sekitar 21 persen dari total penjualan, Toyota melihat angka tersebut menunjukkan perkembangan permintaan terhadap teknologi elektrifikasi.
“Memang kalau dilihat, elektrifikasi kita secara komposisi masih 21 persen. Kalau masih 21 persen berarti kan masih ada 79 persen yang ICE,” ujar Bansar di Yogyakarta, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, angka 21 persen tersebut tetap menunjukkan pertumbuhan karena peningkatannya dibandingkan tahun lalu telah mencapai lebih dari 80 persen.
“Namun 21 persen itu bukan berarti angka yang kecil, karena peningkatan dibandingkan tahun lalu sudah lebih dari 80 persen,” katanya.
Mayoritas penjualan elektrifikasi Toyota saat ini masih berasal dari kendaraan hybrid. Sementara itu, kontribusi BEV masih terbatas karena pilihan model yang tersedia belum sebanyak kendaraan hybrid.
2. Veloz Hybrid terjual di atas 2.000 unit per bulan

Jadi salah satu pilihan mobil keluarga yang menarik (Dok. TAM) Salah satu model yang disebut berkontribusi terhadap pertumbuhan tersebut adalah Veloz Hybrid EV. Bansar mengatakan, penjualan Veloz Hybrid masih berada di atas 2.000 unit per bulan.
“Untuk saat ini memang kalau dilihat penjualan Veloz kita masih tetap di atas 2.000 sebulan,” ujar Bansar.
Toyota sebelumnya memperluas pilihan kendaraan hybrid melalui Veloz Hybrid EV yang ditempatkan sebagai salah satu model elektrifikasi dengan harga lebih terjangkau.
Menurut Bansar, penerimaan terhadap Veloz Hybrid menjadi salah satu bahan pertimbangan Toyota dalam melakukan studi untuk menghadirkan teknologi elektrifikasi berikutnya.
“Memang kalau dilihat, hybrid kita kan tadi juga kami sampaikan tiga model besar kami adalah Kijang Innova Zenix Hybrid, Veloz Hybrid EV dan juga Yaris Cross Hybrid EV,” katanya.
3. Hybrid mulai diterima di SUV besar

Toyota Land Cruiser 300 HEV di GIIAS 2026 (IDN Times/Fadhliansyah) Pertumbuhan kendaraan hybrid Toyota juga terlihat pada model SUV berukuran besar. Bansar mengataka, penerimaan terhadap Land Cruiser 300 Hybrid cukup baik, dengan komposisi penjualan hybrid sekitar 30 persen hingga 40 persen pada gelaran GIIAS.
Menurut Toyota, angka tersebut menunjukkan adanya penerimaan konsumen terhadap teknologi hybrid pada kendaraan yang digunakan untuk berbagai kondisi medan. Sebelumnya, Toyota memperkirakan masih terdapat keraguan konsumen terhadap SUV elektrifikasi untuk digunakan di medan berat.
“Kalau dilihat komposisi pada saat GIIAS, penjualan antara hybrid dengan non-hybrid itu mungkin sekitar 30 persen sampai 40 persen yang hybrid,” ujar Bansar.
Toyota menyebut teknologi hybrid pada Land Cruiser tersebut menawarkan performa yang menjadi salah satu pertimbangan bagi konsumen SUV yang sebelumnya lebih banyak menggunakan mesin diesel.
Artinya, pertumbuhan kendaraan hybrid Toyota tidak hanya berasal dari model kendaraan keluarga, tetapi juga mulai terlihat pada segmen SUV besar.

















