Produsen otomotif terkemuka asal Jepang, Toyota, harus menghadapi tekanan berat pada awal periode kuartal kedua tahun ini. Raksasa manufaktur tersebut mencatatkan tren negatif dengan penurunan angka penjualan global selama tiga bulan berturut-turut.
Kondisi lesu ini utamanya dipicu oleh merosotnya permintaan di sejumlah kawasan yang selama ini menjadi pilar pertumbuhan perusahaan. Situasi geopolitik serta ketatnya persaingan pasar ditengarai menjadi faktor utama yang menahan laju bisnis sang raksasa.
