Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Mengemudi LCGC di Jalan Tol agar Tetap Aman dan Nyaman

Cara Mengemudi LCGC di Jalan Tol agar Tetap Aman dan Nyaman
ilustrasi berkendara di jalan tol (unsplash.com/Artur Zudin)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Pengemudi LCGC perlu memastikan ban, oli, radiator, rem, dan bahan bakar dalam kondisi siap sebelum masuk tol agar perjalanan aman dan nyaman.
  • Masuk tol dengan akselerasi bertahap, lalu jaga kecepatan stabil sekitar 80–100 km/jam sesuai batas berlaku untuk menjaga kenyamanan, efisiensi bahan bakar, dan waktu reaksi.
  • Saat menyalip, perhitungkan ruang dan gunakan sein; tetap kendalikan setir saat terkena angin atau kendaraan besar, serta gunakan lajur sesuai kecepatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak orang mengira mobil LCGC hanya cocok digunakan di dalam kota. Padahal, mobil Low Cost Green Car juga cukup sering diajak melaju di jalan tol, baik untuk perjalanan antarkota, mudik, maupun sekadar liburan bersama keluarga. Meski begitu, karakter mobil LCGC tentu berbeda dengan mobil bermesin lebih besar. 

Mobil LCGC memiliki kapasitas mesin di kisaran 1.000–1.200 cc. Dengan begitu, pengemudi harus menyesuaikan gaya berkendara agar mobil tetap nyaman, stabil, dan aman saat melaju dengan kecepatan tinggi. Kalau baru pertama kali membawa LCGC ke jalan tol, jangan khawatir. Berikut beberapa cara mengemudi LCGC di jalan tol yang bisa kamu terapkan.

1. Pastikan kondisi mobil benar-benar siap

ilustrasi servis mobil
ilustrasi servis mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Sebelum masuk tol, biasakan memeriksa kondisi mobil terlebih dahulu. Hal sederhana, seperti tekanan angin ban, oli mesin, air radiator, hingga kondisi rem bisa sangat berpengaruh selama perjalanan. Ban yang kurang angin misalnya, dapat membuat mobil terasa lebih berat sekaligus boros bahan bakar. Sebaliknya, tekanan ban yang terlalu tinggi juga bisa mengurangi kenyamanan dan daya cengkeram ban. Jangan lupa cek juga bahan bakar. Meskipun LCGC terkenal irit, tetap lebih tenang jika tangki terisi cukup sehingga tidak perlu panik mencari rest area saat bensin mulai menipis.

2. Masuk tol secara bertahap, jangan langsung menginjak gas penuh

ilustrasi pintu tol
ilustrasi pintu tol (unsplash.com/Nopparuj Lamaikul)

Saat memasuki jalan tol, gunakan jalur percepatan sebagaimana mestinya. Berikan kesempatan mesin untuk meningkatkan kecepatan secara bertahap hingga sesuai dengan arus kendaraan di jalan tol. Hindari langsung menginjak pedal gas terlalu dalam. Selain kurang nyaman, akselerasi mendadak juga membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. LCGC memang tidak dirancang untuk akselerasi yang agresif. Jadi, lebih baik membangun kecepatan secara perlahan hingga mobil terasa stabil.

3. Jaga kecepatan di angka yang nyaman

ilustrasi mengendarai mobil
ilustrasi mengendarai mobil (pexels.com/ALEEM UL HASSAN)

Tidak perlu memaksakan mobil melaju sangat cepat hanya karena berada di jalan tol. Justru, menjaga kecepatan yang stabil biasanya membuat perjalanan terasa lebih nyaman. Idealnya, LCGC melaju di kisaran 80–100 km/jam karena mesin masih terasa ringan dan kabin tidak terlalu bising. Selain lebih hemat bahan bakar, pengemudi juga memiliki waktu reaksi yang lebih baik jika terjadi kondisi darurat. Selama tetap mengikuti batas kecepatan yang berlaku, berkendara dengan santai bukanlah masalah.

4. Hati-hati saat menyalip kendaraan lain

ilustrasi mobil
ilustrasi mengendarai mobil di jalan tol (unsplash.com/Samuele Errico Piccarini)

Menyalip menggunakan mobil LCGC sebenarnya tidak menjadi masalah selama dilakukan dengan perhitungan yang matang. Pastikan kondisi jalan benar-benar aman, nyalakan lampu sein lebih dulu, lalu lakukan akselerasi secara bertahap. Hindari memotong jalur secara tiba-tiba karena tenaga mesin LCGC tidak secepat mobil dengan kapasitas mesin yang lebih besar. Kalau merasa ruang untuk menyalip terlalu sempit, sebaiknya tunggu kesempatan berikutnya. 

5. Waspadai angin samping dan kendaraan besar

ilustrasi kaca depan mobil
ilustrasi mengemudi mobil (pexels.com/Taha Samet Arslan)

Karena bobotnya lebih ringan, mobil LCGC biasanya sedikit lebih mudah terpengaruh angin samping, terutama ketika melewati jalan layang atau area yang terbuka. Hal serupa juga bisa terjadi saat berpapasan atau disalip truk dan bus berukuran besar. Mobil mungkin terasa sedikit bergeser akibat hembusan angin.

Pegang kemudi dengan kedua tangan agar mobil tetap mudah dikendalikan. Tetap tenang saat menghadapi hembusan angin atau kendaraan besar yang melintas di samping. Hindari menggerakkan setir secara berlebihan karena justru bisa membuat mobil kehilangan kestabilan.

6. Gunakan jalur sesuai kecepatan

ilustrasi berkendara di jalan tol
ilustrasi berkendara di jalan tol (unsplash.com/Artur Zudin)

Jangan memaksakan diri berada terus di lajur kanan apabila kecepatan mobil tidak cukup tinggi. Jalur kanan pada umumnya digunakan untuk mendahului kendaraan lain. Jika sudah selesai menyalip, segera kembali ke lajur kiri atau tengah sesuai kondisi lalu lintas. Kebiasaan ini bukan hanya membuat arus kendaraan lebih lancar, tetapi juga mengurangi risiko terjadinya konflik dengan pengendara lain. Mengemudi dengan etika yang baik sering kali lebih penting daripada sekadar melaju cepat.

Mengemudi mobil LCGC di jalan tol sebenarnya tidak jauh berbeda dengan mobil lainnya. Kuncinya adalah memahami karakter kendaraan dan tidak memaksakan kemampuan mesin di luar batas yang wajar. Pada akhirnya, gaya berkendara yang tenang dan penuh perhitungan akan membuat perjalanan lebih menyenangkan, baik untuk perjalanan harian maupun saat bepergian ke luar kota.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More