Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Mobil LCGC Bisa Sangat Irit BBM? Bukan Cuma Karena Mesin Kecil

Kenapa Mobil LCGC Bisa Sangat Irit BBM? Bukan Cuma Karena Mesin Kecil
ilustrasi mengisi bensin (pexels.com/Engin Akyurt)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Mobil LCGC dikenal irit karena mesin 1.000–1.200 cc membutuhkan lebih sedikit bahan bakar, tetapi tenaganya tetap memadai untuk aktivitas harian.
  • Bobot yang ringan dan bodi aerodinamis mengurangi kerja mesin saat bergerak maupun melawan hambatan angin, terutama pada perjalanan luar kota atau jalan tol.
  • Efisiensi turut didukung injeksi elektronik, rasio transmisi berputar rendah, dan ban hambatan gulir rendah; hasilnya tetap dipengaruhi gaya berkendara serta perawatan rutin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Salah satu alasan kenapa mobil LCGC begitu diminati di Indonesia adalah konsumsi bahan bakarnya yang terkenal irit. Tidak sedikit pemilik mobil LCGC yang mengaku bisa menempuh jarak lebih dari 20 km hanya dengan satu liter bensin, terutama saat berkendara di luar kota dengan kondisi jalan yang lancar. Hal ini tentu membuat banyak orang penasaran. Benarkah mobil LCGC memang sehemat itu? Atau sebenarnya ada faktor lain yang membuat konsumsi BBM-nya lebih efisien?

Jawabannya bukan hanya karena kapasitas mesinnya kecil. Ada beberapa hal yang memang dirancang khusus agar mobil LCGC mampu menggunakan bahan bakar seefisien mungkin. Berikut penjelasannya.

1. Kapasitas mesin memang lebih kecil

ilustrasi tune-up mobil
ilustrasi mesin mobil (pexels.com/Jose Ricardo Barraza Morachis)

Faktor yang paling mudah dilihat tentu berasal dari kapasitas mesin. Sebagian besar mobil LCGC menggunakan mesin berkapasitas sekitar 1.000 cc hingga 1.200 cc. Mesin dengan kapasitas tersebut membutuhkan bahan bakar yang lebih sedikit dibandingkan mesin berkapasitas 1.500 cc atau bahkan lebih besar.

Saat mobil digunakan untuk aktivitas sehari-hari, seperti berangkat kerja, mengantar anak sekolah, atau belanja, tenaga yang dihasilkan sebenarnya sudah cukup. Jadi, mesin tidak perlu membakar bensin secara berlebihan hanya untuk menjalankan mobil. Inilah alasan kenapa konsumsi BBM mobil LCGC bisa jauh lebih hemat dibandingkan banyak mobil di kelas yang lebih tinggi.

2. Bobot mobil dibuat lebih ringan

ilustrasi mobil LCGC
ilustrasi mobil LCGC (vecteezy.com/Amien Rahmat Noprianto Yusuf)

Selain mesin, bobot kendaraan juga sangat berpengaruh terhadap penggunaan bahan bakar. Semakin berat sebuah mobil, semakin besar tenaga yang dibutuhkan untuk bergerak. Artinya, bensin yang digunakan juga akan semakin banyak.

Mobil LCGC dirancang dengan bobot yang relatif ringan tanpa mengabaikan standar keselamatan yang berlaku. Karena bebannya lebih kecil, mesin tidak bekerja terlalu keras ketika mobil mulai berjalan maupun saat melaju dalam kecepatan stabil. Efeknya mungkin tidak terlalu terasa dalam satu perjalanan. Namun, jika dihitung dalam penggunaan selama berbulan-bulan, penghematan bahan bakarnya bisa cukup signifikan.

3. Desain bodinya lebih aerodinamis

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (vecteezy.com/Feby Restu)

Banyak orang tidak menyadari kalau bentuk bodi mobil juga memengaruhi konsumsi BBM. Saat mobil melaju, ada hambatan angin yang harus dilawan. Semakin besar hambatan tersebut, semakin besar pula tenaga yang diperlukan mesin.

Mobil LCGC umumnya memiliki desain yang cukup aerodinamis untuk mengurangi hambatan udara. Walaupun tampilannya sederhana, bentuk bodi ini membantu mobil bergerak lebih efisien, terutama ketika melaju di jalan tol atau jalan luar kota. Karena mesin tidak perlu bekerja terlalu keras melawan angin, penggunaan bahan bakar pun menjadi lebih hemat.

4. Teknologi mesin semakin efisien

ilustrasi mengisi bensin (pexels.com/Skitterphoto)
ilustrasi mengisi bensin (pexels.com/Skitterphoto)

Meski termasuk mobil dengan harga terjangkau, teknologi mesin LCGC sudah berkembang cukup pesat. Banyak model terbaru yang sudah menggunakan sistem injeksi elektronik sehingga proses pembakaran menjadi lebih presisi. Pembakaran yang lebih sempurna membuat energi dari bahan bakar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain membuat konsumsi BBM lebih irit, emisi gas buang juga menjadi lebih rendah.

5. Rasio transmisi disesuaikan untuk efisiensi

ilustrasi transmisi manual
ilustrasi transmisi manual (pexels.com/Yan Krukau)

Faktor lain yang sering terlupakan adalah pengaturan transmisi. Baik transmisi manual maupun matik pada mobil LCGC biasanya sudah dirancang agar putaran mesin tetap rendah ketika mobil melaju dengan kecepatan normal. Ketika putaran mesin tidak terlalu tinggi, bahan bakar yang digunakan juga lebih sedikit. Pengemudi tetap bisa berkendara dengan nyaman tanpa harus sering menginjak pedal gas terlalu dalam. Pengaturan seperti ini memang lebih mengutamakan efisiensi daripada performa yang agresif.

6. Menggunakan ban dengan hambatan gulir rendah

ilustrasi ban mobil
ilustrasi ban mobil (pexels.com/Vitali Adutskevich)

Beberapa mobil LCGC juga dibekali ban yang memiliki low rolling resistance atau hambatan gulir rendah. Ban jenis ini membutuhkan tenaga lebih kecil saat berputar di atas permukaan jalan. Mungkin terdengar sepele, tetapi komponen kecil seperti ban ternyata ikut memengaruhi konsumsi BBM. Saat semua faktor efisiensi digabungkan, hasil akhirnya bisa cukup terasa dalam penggunaan harian. Tentu saja manfaat ini akan tetap maksimal jika tekanan angin ban selalu dijaga sesuai rekomendasi pabrikan.

Pada akhirnya, alasan mobil LCGC bisa sangat irit BBM bukan hanya karena kapasitas mesinnya yang kecil. Banyak aspek yang saling mendukung, mulai dari bobot kendaraan, teknologi mesin, hingga desain yang memang dibuat seefisien mungkin. Meski begitu, konsumsi bahan bakar tetap bergantung pada cara pemilik menggunakannya. Dengan gaya berkendara yang baik dan perawatan rutin, mobil LCGC bisa menjadi pilihan yang ekonomis untuk menemani aktivitas sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More