Perawatan Apparel Riding Motor Setelah Touring Musim Liburan

- Membersihkan apparel sesuai materialnyaMencuci dengan deterjen lembut, tangan, dan cairan pembersih khusus kulit agar tetap awet dan nyaman dipakai.
- Mengeringkan dan menyimpan dengan cara yang tepatKeringkan di tempat teduh, simpan jaket digantung, helm disimpan di tempat kering, sepatu menggunakan silica gel atau kertas kering.
- Menjaga fungsi proteksi dan kenyamananPeriksa kondisi protektor, resleting, jahitan, dan lakukan perawatan rutin untuk menjaga kenyamanan jangka panjang.
Jakarta, IDN Times - Musim liburan sering kali identik dengan agenda touring jarak jauh menggunakan sepeda motor. Dari perjalanan lintas kota hingga menembus rute pegunungan dan pesisir, apparel riding menjadi perlengkapan wajib yang menemani pengendara selama berjam-jam di jalan.
Jaket, helm, sarung tangan, hingga sepatu riding bekerja keras melindungi tubuh dari panas, hujan, debu, dan angin.
Namun, setelah touring usai, pekerjaan belum benar-benar selesai. Apparel riding yang dibiarkan kotor atau lembap berisiko cepat rusak, berbau tidak sedap, bahkan kehilangan fungsi proteksinya.
Karena itu, perawatan setelah dipakai touring, terutama di musim liburan dengan intensitas penggunaan tinggi, menjadi langkah penting agar perlengkapan tetap awet dan nyaman dipakai kembali.
1. Membersihkan apparel sesuai materialnya

Mengutip beberapa sumber, setiap apparel riding umumnya dibuat dari material berbeda dengan karakteristik khusus. Jaket berbahan tekstil, misalnya, sebaiknya dicuci menggunakan deterjen lembut tanpa pemutih agar serat kain dan lapisan pelindungnya tidak rusak.
Proses pencucian idealnya dilakukan dengan tangan, terutama untuk jaket yang memiliki protektor di bagian bahu, siku, dan punggung.
Untuk apparel berbahan kulit, pendekatannya berbeda. Membersihkan jaket atau sarung tangan kulit cukup menggunakan lap lembap untuk mengangkat debu dan kotoran, lalu dilanjutkan dengan cairan pembersih khusus kulit.
Langkah ini membantu menjaga elastisitas material sekaligus mencegah permukaan kulit menjadi kaku atau retak setelah sering terpapar panas dan hujan selama touring.
2. Mengeringkan dan menyimpan dengan cara yang tepat

Kesalahan umum setelah touring adalah mengeringkan apparel langsung di bawah terik matahari. Padahal, panas berlebih dapat merusak warna dan struktur material, terutama pada jaket tekstil dan helm.
Cara terbaik adalah mengeringkan apparel di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik, sehingga kelembapan hilang tanpa merusak bahan.
Setelah benar-benar kering, penyimpanan juga tak kalah penting. Jaket sebaiknya digantung menggunakan hanger agar bentuknya tetap terjaga, sementara helm disimpan di tempat kering dengan posisi stabil.
Untuk sepatu riding, memasukkan silica gel atau kertas kering ke dalamnya dapat membantu menyerap sisa kelembapan dan mencegah bau tidak sedap.
3. Menjaga fungsi proteksi dan kenyamanan

Perawatan apparel riding bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga memastikan fungsi proteksi tetap optimal. Setelah touring, ada baiknya memeriksa kembali kondisi protektor, resleting, dan jahitan.
Protektor yang bergeser atau retak perlu segera diperbaiki di spesialis servis apparel agar tetap mampu melindungi tubuh saat digunakan kembali.
Selain itu, perawatan rutin juga berpengaruh pada kenyamanan jangka panjang. Apparel yang bersih dan terawat akan tetap ringan, fleksibel, dan nyaman dikenakan, baik untuk perjalanan harian maupun touring berikutnya.
Dengan perawatan yang tepat setelah musim liburan, apparel riding tidak hanya tampil rapi, tetapi juga siap kembali menemani petualangan di jalan.



















