Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sering Pakai Engine Brake? Ini Dampaknya ke Rem dan Mesin

WhatsApp Image 2026-01-29 at 17.24.21.jpeg
Ilustrasi safety riding saat touring jarak jauh (Dok. Indako)
Intinya sih...
  • Deselerasi menjaga kestabilan motor saat gas ditutup, membuat kendaraan terasa stabil dan kontrol lebih halus.
  • Engine brake mengurangi beban kerja pada sistem rem, memperlambat keausan kampas, menjaga performa pengereman tetap konsisten.
  • Penggunaan engine brake yang wajar tidak merusak mesin, namun penggunaan ekstrem dapat meningkatkan beban pada kopling dan transmisi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Banyak pengendara menggunakan engine brake tanpa benar-benar memahami apa yang terjadi di dalam mesin.

Saat gas ditutup dan motor melambat tanpa menarik tuas rem, kendaraan terasa lebih stabil dan halus. Kebiasaan ini sering dianggap sekadar teknik berkendara, padahal sebenarnya merupakan bagian dari sistem kontrol kecepatan yang penting.

Engine brake bukan hanya membantu memperlambat laju, tetapi juga memengaruhi suhu mesin, umur komponen pengereman, hingga kestabilan kendaraan. Pemakaian yang tepat membuat motor lebih awet, sementara penggunaan yang keliru justru dapat menimbulkan efek sebaliknya.

1. Deselerasi yang menjaga kestabilan motor

WhatsApp Image 2026-01-13 at 19.00.40.jpeg
Ilustrasi Safety Riding (Dok. Indako)

Ketika gas ditutup, suplai bahan bakar berkurang dan kompresi mesin menahan putaran roda. Proses ini menciptakan perlambatan bertahap, berbeda dengan pengereman mendadak yang memindahkan beban secara tiba-tiba ke roda depan.

Perlambatan alami membuat distribusi bobot kendaraan tetap seimbang. Ban mempertahankan daya cengkeram lebih konsisten, sehingga motor terasa stabil terutama saat menuruni jalan atau memasuki tikungan panjang.

Karena itulah banyak pengendara merasakan kontrol kendaraan lebih halus saat memanfaatkan engine brake.

2. Mengurangi beban kerja pada sistem rem

JPS00555.jpeg
Riding bareng QJRiders Jakarta (Istimewa)

Setiap pengereman menghasilkan panas pada kampas dan cakram. Dalam penggunaan harian di lalu lintas padat, komponen rem bekerja sangat sering sehingga temperatur cepat meningkat.

Dengan engine brake, sebagian energi laju kendaraan diserap oleh kompresi mesin. Artinya sistem rem tidak selalu menjadi satu-satunya penahan kecepatan. Penggunaan ini membantu memperlambat keausan kampas, menjaga performa pengereman tetap konsisten, serta menurunkan risiko rem terasa “kosong” akibat panas berlebih.

Namun engine brake tidak dimaksudkan menggantikan rem sepenuhnya. Pengereman tetap diperlukan untuk menghentikan kendaraan secara aman.

3. Efek pada mesin dan transmisi

riding keliling kota di Indonesia
ilustrasi riding keliling kota di Indonesia (unsplash.com/Billy Freeman)

Selama digunakan wajar, engine brake tidak merusak mesin. Komponen internal memang menerima gaya berlawanan arah, tetapi masih dalam batas desain kerja normal.

Masalah muncul ketika pengendara menurunkan kecepatan secara ekstrem, misalnya menutup gas tiba-tiba pada putaran tinggi atau menurunkan rasio secara kasar.

Kondisi tersebut membuat putaran mesin melonjak sesaat dan meningkatkan beban pada kopling serta transmisi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Sering Pakai Engine Brake? Ini Dampaknya ke Rem dan Mesin

19 Feb 2026, 17:04 WIBAutomotive