Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kebiasaan Sehari-hari yang Mengikis Kampas Rem

Ilustrasi rem motor  (wahanahonda.com)
Ilustrasi rem motor (wahanahonda.com)
Intinya sih...
  • Frekuensi pengereman jauh lebih tinggi karena motor matik tidak memerlukan perpindahan gigi, mengakibatkan gesekan ringan namun terus-menerus yang mempercepat penipisan kampas.
  • Kebiasaan menahan motor dengan rem saat di tanjakan atau melaju pelan dapat menyebabkan gesekan statis yang menghasilkan panas tinggi pada kampas, mempercepat keausan material.
  • Debu dan panas di area roda belakang motor matik juga mempercepat keausan kampas rem, karena suhu dan partikel kotoran membuat permukaan gesek menjadi kasar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Banyak pemilik motor matik terkejut ketika kampas rem harus diganti lebih cepat dari perkiraan. Padahal, jarak tempuh belum terlalu jauh dan pemakaian terasa normal.

Kondisi ini umum terjadi karena karakter berkendara skuter otomatis berbeda dari motor manual.

Transmisi otomatis membuat pengendara lebih sering mengandalkan rem untuk mengatur kecepatan. Tanpa disadari, kebiasaan kecil sehari-hari mempercepat gesekan pada kampas hingga masa pakainya jauh lebih pendek.

1. Frekuensi pengereman jauh lebih tinggi

Kampas rem motor (wahanahonda.com)
Kampas rem motor (wahanahonda.com)

Motor matik melaju tanpa perpindahan gigi, sehingga kontrol kecepatan hampir sepenuhnya bergantung pada gas dan rem. Saat menghadapi kemacetan, pengendara berulang kali menarik tuas rem untuk menjaga jarak aman.

Gesekan ringan tetapi terus-menerus inilah yang mempercepat penipisan kampas. Bukan karena sekali pengereman keras, melainkan akumulasi ribuan pengereman kecil setiap hari.

2. Kebiasaan menahan motor dengan rem

ilustrasi menekan rem motor (freepik.com/freepik)
ilustrasi menekan rem motor (freepik.com/freepik)

Banyak pengendara menahan posisi motor di tanjakan menggunakan rem, bukan keseimbangan gas. Dalam kondisi ini kampas terus bergesekan dengan cakram atau tromol walau kendaraan tidak bergerak.

Gesekan statis menghasilkan panas tinggi pada titik kecil permukaan. Akibatnya material kampas mengeras dan menipis lebih cepat dibanding penggunaan normal. Kondisi serupa juga terjadi saat tuas rem sedikit tertarik terus-menerus ketika melaju pelan.

3. Debu dan panas di area roda belakang

Ilustrasi rem motor  (wahanahonda.com)
Ilustrasi rem motor (wahanahonda.com)

Pada motor matik, posisi mesin dan transmisi berada dekat roda belakang. Area ini cenderung lebih panas dan mudah terkena debu jalanan.

Suhu dan partikel kotoran mempercepat keausan material kampas. Permukaan gesek menjadi kasar sehingga penipisan berlangsung lebih cepat, meski cara berkendara tidak agresif.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Kenapa Pembalap MotoGP Menurunkan Kaki Sebelum Tikungan?

19 Feb 2026, 19:38 WIBAutomotive