Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Boleh Motor Baru Langsung Dipakai Jarak Jauh?

Apakah Boleh Motor Baru Langsung Dipakai Jarak Jauh?
ilustrasi pria mengendarai motor (unsplash.com/Spencer Davis)
Intinya Sih
  • Motor baru sebaiknya tidak langsung digunakan untuk perjalanan jauh karena komponen mesin masih dalam masa inreyen atau penyesuaian awal.
  • Selama masa inreyen, pengendara disarankan menjaga kecepatan stabil, menghindari beban berat, dan rutin memanaskan mesin sebelum digunakan.
  • Perawatan awal penting dilakukan, termasuk mengganti oli setelah 1.000 km pertama serta memeriksa rem, ban, dan lampu agar performa motor tetap optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kamu baru saja membeli motor baru dan ingin segera menggunakannya untuk perjalanan jauh, misalnya mudik Lebaran? Sebelum melakukannya, penting untuk mengetahui apakah boleh motor baru langsung dipakai jarak jauh.

Banyak orang tidak menyadari bahwa motor baru memerlukan perawatan awal agar performanya tetap optimal. Selain itu, motor baru juga perlu melakukan inreyen atau break-in untuk menyesuaikan komponen mesin agar bekerja sempurna. Lantas, apakah motor baru bisa langsung dipakai mudik? Berikut penjelasannya. 

Table of Content

Apakah boleh motor baru langsung dipakai jarak jauh?

Apakah boleh motor baru langsung dipakai jarak jauh?

Apakah Boleh Motor Baru Langsung Dipakai Jarak Jauh
ilustrasi mengendarai motor (pexels.com/Vedat Yılmaz)

Secara umum, motor baru sebaiknya tidak langsung digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Hal ini karena komponen mesinnya masih dalam tahap adaptasi selama masa inreyen.

Masa ini biasanya berlangsung hingga motor menempuh jarak 500—1.000 km pertama. Untuk itu, selama periode tersebut, pengendara disarankan mengendarai motor dengan hati-hati agar mesin bekerja optimal. Terlepas dari itu, tips-tips berikut bisa kamu terapkan untuk mendukung inreyen motor: 

  • Gunakan motor dengan kecepatan stabil

Hindari mengendarai motor baru dengan kecepatan tinggi atau akselerasi mendadak. Sebaiknya, jaga kecepatan maksimal di bawah 80 km/jam dan pastikan putaran mesin atau RPM tetap stabil.

  • Hindari membawa beban berat 

Selama masa inreyen, pastikan motor tidak digunakan untuk membawa barang atau beban berat. Hal itu perlu dilakukan karena mesin masih perlu melakukan penyesuaian. 

  • Pemanasan mesin

Sebelum berkendara, panaskan mesin motor selama 5—10 menit agar pelumas tersebar merata ke seluruh komponennya. Dengan begitu, motor bisa digunakan untuk berkendara lebih nyaman.

Pentingnya merawat motor baru

ilustrasi mekanik sedang servis motor (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi mekanik sedang servis motor (pexels.com/cottonbro studio)

Selain cara penggunaan, perawatan awal juga menjadi faktor penting sebelum menggunakan motor baru untuk perjalanan jauh. Salah satu caranya dengan mengganti oli setelah motor mencapai 1.000 km pertama. Penggantian oli ini bertujuan untuk membersihkan sisa-sisa gram atau serpihan logam yang muncul selama masa inreyen.

Selain itu, lakukan pemeriksaan rutin pada komponen motor seperti rem, ban, dan lampu. Jika ada masalah pada salah satu komponen, segera perbaiki di bengkel resmi agar tidak memengaruhi keselamatan berkendara.

Jadi, apakah boleh motor baru langsung dipakai jarak jauh? Jawabannya tidak disarankan. Ada baiknya beri waktu motormu untuk melewati masa inreyen demi menjaga performanya tetap optimal dan siap digunakan untuk perjalanan panjang kemudian hari.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Automotive

See More