Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pertimbangkan 3 Hal Ini sebelum Memasang Roofbox di Atap Mobil

Pertimbangkan 3 Hal Ini sebelum Memasang Roofbox di Atap Mobil
ilustrasi roofbox mobil (pexels.com/Luke Miller)
Intinya Sih
  • Pemasangan roofbox menambah kapasitas bagasi dan kenyamanan kabin, tapi mengubah aerodinamika mobil sehingga konsumsi bahan bakar bisa meningkat hingga 20%.
  • Beban di atap menaikkan pusat gravitasi kendaraan, membuat mobil lebih limbung dan butuh gaya berkendara yang lebih halus serta waspada terhadap angin samping.
  • Tinggi mobil bertambah setelah dipasang roofbox, sehingga pengemudi harus memperhatikan batas ketinggian area parkir agar terhindar dari benturan atau kerusakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pemasangan roofbox sering kali menjadi solusi instan bagi keluarga yang ingin menambah kapasitas bagasi, terutama saat menempuh perjalanan jauh seperti mudik atau road trip. Tambahan ruang di atap mobil ini memungkinkan kabin tetap lega sehingga penumpang bisa duduk dengan lebih nyaman tanpa harus berhimpitan dengan tumpukan barang bawaan.

Namun, memasang "ransel" di atas mobil bukan berarti tanpa konsekuensi yang harus diterima oleh pemilik kendaraan. Ada beberapa aspek teknis dan kenyamanan yang akan berubah secara drastis, sehingga memerlukan penyesuaian gaya berkendara agar perjalanan tetap aman dan menyenangkan hingga sampai di tujuan.

1. Konsumsi bahan bakar yang jauh lebih boros

Screen Shot 2026-03-15 at 11.14.42 AM.png
ilustrasi roofbox mobil (Pexels.com/Dennis Serb)

Hal pertama yang harus dipahami adalah perubahan aerodinamika kendaraan yang akan berdampak langsung pada kantong. Mobil didesain oleh pabrikan untuk membelah angin seefisien mungkin, namun keberadaan roofbox merusak aliran udara tersebut dan menciptakan hambatan angin (drag) yang besar. Akibatnya, mesin harus bekerja lebih keras untuk mendorong mobil melawan terpaan angin, terutama saat melaju di jalan tol dengan kecepatan tinggi.

Semakin tinggi kecepatan mobil, semakin besar pula hambatan yang dihasilkan oleh kotak di atas atap tersebut. Dalam banyak kasus, konsumsi bahan bakar bisa meningkat antara 10% hingga 20% dibandingkan kondisi normal tanpa beban atap. Kompromi ini merupakan harga yang harus dibayar demi mendapatkan ruang bagasi ekstra, sehingga perencanaan biaya bahan bakar selama perjalanan perlu dihitung ulang agar tidak mengagetkan saat harus lebih sering mampir ke SPBU.

2. Stabilitas kendaraan dan efek limbung yang meningkat

Screen Shot 2026-03-15 at 11.16.09 AM.png
ilustrasi roofbox mobil (Pexels.com/Dennis Serb)

Memasang roofbox berarti menempatkan beban berat di titik tertinggi mobil, yang secara otomatis menaikkan pusat gravitasi kendaraan (Center of Gravity). Kondisi ini membuat mobil menjadi lebih tidak stabil dan cenderung terasa limbung atau bergoyang (body roll) saat melewati tikungan atau ketika terkena hempasan angin samping (crosswind) dari kendaraan besar seperti bus dan truk di jalur terbuka.

Pengendara harus berkompromi dengan cara mengubah gaya mengemudi menjadi lebih halus dan tidak seagresif biasanya. Pengereman harus dilakukan lebih awal karena beban tambahan meningkatkan momentum kendaraan, dan manuver mendadak harus sangat dihindari untuk mencegah risiko mobil terbalik. Selain itu, sensitivitas terhadap angin samping akan sangat terasa di kemudi, sehingga tangan harus tetap sigap memegang setir saat melintasi jembatan panjang atau area terbuka yang berangin kencang.

3. Batasan akses di area dengan langit-langit rendah

Screen Shot 2026-03-15 at 11.17.24 AM.png
ilustrasi roofbox mobil (Pexels.com/ Ton Souza)

Kompromi terakhir yang sering terlupakan adalah bertambahnya total tinggi kendaraan yang membatasi fleksibilitas saat memasuki area tertentu. Pemilik mobil sering kali lupa bahwa mereka membawa beban tambahan di atap, yang bisa berakibat fatal jika mencoba masuk ke gerbang parkir mal, basement, atau pintu gerbang otomatis yang memiliki batas ketinggian tertentu (biasanya sekitar 2 hingga 2,1 meter).

Risiko menabrak palang pembatas ketinggian tidak hanya akan merusak roofbox dan barang di dalamnya, tetapi juga berpotensi merusak struktur atap mobil atau bahkan memecahkan kaca jendela akibat tekanan yang mendadak. Oleh karena itu, pengendara harus lebih waspada terhadap rambu batas ketinggian dan harus merelakan diri untuk parkir di area terbuka jika tinggi kendaraan sudah melampaui batas aman. Selalu ingat total ketinggian mobil setelah dipasang roofbox agar tidak terjadi drama di pintu masuk parkiran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More