ilustrasi bengkel tempat servis kaki-kaki mobil (pexels.com/cottonbro studio)
Banyak pemilik mobil baru melakukan rotasi ketika melihat ban depan mulai tipis. Padahal langkah tersebut sebaiknya dilakukan jauh sebelum terjadi keausan yang signifikan. Umumnya, rotasi ban disarankan setiap 8.000 hingga 10.000 kilometer, atau mengikuti rekomendasi pabrikan kendaraan. Pada mobil yang hampir setiap hari melewati jalan beton, pemeriksaan kondisi ban dapat dilakukan lebih sering.
Saat melakukan rotasi, kondisi ban juga sebaiknya diperiksa secara menyeluruh, mulai dari tekanan udara, ketebalan tapak, hingga kemungkinan adanya benjolan atau kerusakan pada dinding ban. Apabila ditemukan keausan yang tidak wajar hanya pada satu sisi ban, kondisi spooring dan balancing juga perlu diperiksa. Dengan begitu, penyebab utama masalah dapat diatasi sehingga ban baru tidak kembali mengalami keausan yang sama.
Rotasi ban memang terlihat sebagai pekerjaan sederhana, tetapi dampaknya cukup besar terhadap efisiensi biaya perawatan kendaraan. Ban yang aus secara merata memiliki masa pakai lebih panjang sehingga penggantian ban bisa ditunda sesuai umur pakainya. Selain itu, konsumsi bahan bakar juga dapat tetap optimal karena hambatan gulir setiap ban relatif seimbang.