Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Setir Berbunyi tek-Tek Saat Belok Patah Tanda As Roda Minta Diganti?
ilustrasi setir mobil (pexels.com/Erik Mclean)
  • Bunyi tek-tek saat setir dibelokkan menandakan kerusakan pada cv joint luar, komponen penting penyalur tenaga mesin ke roda depan.
  • Kerusakan biasanya terjadi karena robeknya boot as roda yang menyebabkan pelumas keluar dan debu masuk, memicu gesekan logam hingga timbul bunyi ketukan.
  • Membiarkan cv joint rusak bisa berujung patahnya as roda dan hilangnya kendali mobil, sehingga penggantian segera menjadi langkah wajib demi keselamatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada mobil yang kalau setirnya diputar sampai mentok suka bunyi tek-tek. Itu karena bagian besi di roda namanya as roda rusak. Katanya pelindung karetnya sobek, jadi minyak di dalamnya keluar dan debu masuk. Kalau dibiarkan, rodanya bisa patah dan mobil tidak bisa jalan. Jadi harus cepat diganti biar aman lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kemunculan bunyi ketukan berulang yang berbunyi tek-tek saat kemudi diputar maksimal sering kali mengejutkan para pemilik mobil penggerak roda depan. Suara mengganggu ini biasanya terdengar sangat jelas ketika kendaraan sedang bermanuver di area parkir yang sempit atau saat berbelok patah di persimpangan jalan.

Bunyi spesifik tersebut merupakan indikasi fatal adanya kerusakan pada komponen constant velocity joint atau cv joint luar. Komponen yang juga populer dengan sebutan as roda luar ini memegang peran krusial dalam menyalurkan tenaga mesin ke roda tanpa mengorbankan fleksibilitas sudut kemudi.

1. Mekanisme kerusakan komponen cv joint luar akibat hilangnya pelumasan

ilustrasi setir mobil yang bergetar (pexels.com/Lisa Fotios)

Komponen cv joint luar dirancang dengan konstruksi bantalan peluru baja yang bergerak dinamis di dalam mangkuk pemutar seiring pergerakan roda. Agar dapat bekerja dengan halus tanpa menciptakan gesekan ekstrem, seluruh bagian dalam mangkuk tersebut wajib terendam oleh cairan gemuk khusus yang sangat kental. Pelumasan yang sempurna ini dilindungi oleh sebuah komponen pembungkus berbentuk karet bergelombang yang dikenal dengan istilah boot as roda.

Masalah utama biasanya diawali ketika karet pelindung tersebut mengalami keretakan atau robek akibat faktor usia pakai dan paparan panas yang konstan. Begitu karet robek, cairan gemuk di dalamnya akan terlempar keluar akibat gaya sentrifugal roda yang berputar kencang, sementara air dan debu jalanan akan masuk merusak bagian dalam. Tanpa adanya pelumas, butiran peluru baja akan mengikis dinding mangkuk secara ekstrem dan memicu kelonggaran yang memunculkan bunyi ketukan logam saat setir dibelokkan.

2. Gejala khas dan cara menguji kerusakan as roda depan secara mandiri

ilustrasi seorang teknisi yang sedang memperbaiki kaki-kaki mobil di bengkel (pexels.com/Gustavo Fring)

Gejala kerusakan pada sistem penggerak roda depan ini memiliki karakteristik yang sangat unik karena suaranya tidak akan terdengar sewaktu mobil melaju lurus. Bunyi tek-tek yang berirama cepat baru akan muncul secara intensif ketika sudut belok roda mencapai titik maksimal dan mobil diberi sedikit tekanan gas. Ritme dari bunyi ketukan tersebut juga akan mengikuti kecepatan putaran roda, di mana suaranya akan semakin cepat jika laju kendaraan dipercepat.

Untuk memastikan titik kerusakan secara mandiri, pengujian dapat dilakukan di area lapangan terbuka yang aman dengan memutar kemudi ke satu arah hingga mentok. Jalankan mobil secara perlahan memutar membentuk lingkaran penuh, lalu dengarkan dengan saksama dari arah mana sumber bunyi ketukan itu berasal. Jika bunyi muncul saat setir diputar penuh ke arah kanan, hal tersebut menandakan bahwa komponen cv joint luar sebelah kiri yang sudah mengalami aus dan harus diganti.

3. Risiko membiarkan as roda rusak dan pentingnya tindakan pergantian baru

ilustrasi seorang montir sedang memperbaiki kaki-kaki mobil (pexels.com/Artem Podrez)

Membiarkan bunyi ketukan ini terus terdengar tanpa adanya tindakan perbaikan yang cepat dapat berakibat sangat fatal bagi keselamatan berkendara. Seiring berjalannya waktu, tingkat keausan pada mangkuk bantalan akan semakin parah hingga membuat peluru-peluru baja di dalam cv joint terlepas dari dudukannya. Ketika kondisi ekstrem ini terjadi, as roda akan mendadak patah atau terlepas sepenuhnya dari rangkaian roda, sehingga mobil kehilangan traksi sama sekali dan tidak bisa berjalan.

Kondisi patahnya as roda di tengah perjalanan dalam kecepatan tinggi berpotensi besar menyebabkan kecelakaan fatal akibat roda yang mengunci mendadak atau hilangnya kendali setir. Oleh karena itu, melakukan pergantian unit cv joint baru atau satu set as roda lengkap merupakan solusi mutlak yang tidak boleh ditunda-tunda lagi. Melalui penanganan yang cepat dan tepat, kenyamanan berkendara akan kembali pulih serta fungsi kontrol kemudi dapat terjaga secara optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article