Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Suara Berdengung Saat Setir Diputar, Ini Penyebabnya

ilustrasi sopir (pexels.com/Oleksandr Pidvalnyi)
ilustrasi sopir (pexels.com/Oleksandr Pidvalnyi)

Munculnya suara berdengung yang terdengar jelas di dalam kabin setiap kali mobil melakukan manuver berbelok merupakan indikasi adanya gangguan mekanis pada sektor kaki-kaki. Suara ini biasanya menyerupai deru mesin pesawat yang frekuensinya akan meningkat seiring dengan bertambahnya kecepatan kendaraan, sehingga menciptakan ketidaknyamanan sekaligus kekhawatiran bagi pengemudi.

Gejala ini sering kali dianggap sepele karena dianggap hanya sebagai gesekan ban biasa terhadap permukaan aspal. Namun, suara dengung yang konsisten dan berubah intensitasnya saat setir diputar ke arah tertentu adalah sinyal kuat bahwa ada komponen yang mengalami keausan parah dan membutuhkan penanganan segera sebelum mengakibatkan kegagalan fungsi gerak yang fatal.

1. Keausan bantalan roda sebagai penyebab utama

ilustrasi seorang montir sedang memperbaiki kaki-kaki mobil (pexels.com/Artem Podrez)
ilustrasi seorang montir sedang memperbaiki kaki-kaki mobil (pexels.com/Artem Podrez)

Penyebab paling umum dari suara berdengung saat berbelok adalah kerusakan pada bantalan roda atau wheel bearing. Komponen ini berfungsi untuk meminimalkan gesekan saat roda berputar pada porosnya. Seiring dengan masa pakai dan paparan kotoran serta air, pelumas di dalam bearing dapat mengering atau bola baja di dalamnya mengalami bopeng (pitting). Saat beban kendaraan berpindah ke satu sisi ketika berbelok, tekanan pada bearing yang rusak akan meningkat dan menghasilkan suara dengung yang lebih keras.

Salah satu cara sederhana untuk mendiagnosisnya adalah dengan memperhatikan arah putaran setir; jika suara mengeras saat berbelok ke kanan, biasanya bearing roda sebelah kiri yang mengalami masalah karena menerima beban tumpuan lebih besar. Membiarkan bearing yang aus tetap bekerja dapat menyebabkan panas berlebih yang berisiko mengunci putaran roda secara mendadak atau bahkan menyebabkan roda terlepas dari porosnya saat kendaraan sedang melaju kencang.

2. Masalah pada sistem pompa power steering

ilustrasi pengecekan kaki-kaki mobil (pexels.com/Artem Podrez)
ilustrasi pengecekan kaki-kaki mobil (pexels.com/Artem Podrez)

Bagi kendaraan yang masih menggunakan sistem Hydraulic Power Steering (HPS), suara dengung atau rintihan saat setir diputar bisa berasal dari pompa yang kekurangan pelumas atau mengalami kerusakan internal. Cairan power steering yang berkurang akibat kebocoran pada selang atau seal akan menyebabkan udara masuk ke dalam sistem (air trapped), sehingga pompa bekerja dalam kondisi kering dan menghasilkan suara dengung yang khas saat mendapatkan beban putar.

Selain faktor kebocoran, usia pakai pompa yang sudah lama juga dapat menyebabkan komponen piston di dalamnya aus. Jika suara dengung terdengar semakin melengking saat setir diputar hingga mentok ke salah satu arah, itu adalah tanda bahwa tekanan hidrolis sudah tidak stabil. Segera melakukan pengecekan level cairan pada tabung reservoir dan memastikan tidak ada busa di dalamnya merupakan langkah awal untuk mencegah kerusakan pompa yang lebih parah dan menjaga kemudi tetap ringan.

3. Kerusakan pada sambungan as roda atau cv joint

Ilustrasi perbaikan kaki-kaki mobil (pexels.com/Cottonbro Studio)
Ilustrasi perbaikan kaki-kaki mobil (pexels.com/Cottonbro Studio)

Meskipun lebih sering diidentifikasi dengan suara "tek-tek", kerusakan pada sambungan as roda atau Constant Velocity (CV) Joint bagian dalam juga dapat menimbulkan suara dengung atau getaran halus saat mobil dipacu dalam posisi berbelok. Hal ini terjadi ketika karet pelindung (boot) pecah sehingga pelumas keluar dan pasir serta air masuk ke dalam sendi penghubung. Gesekan antara logam yang tidak terlumasi inilah yang kemudian menciptakan suara dengung yang tidak wajar.

Suara yang dihasilkan biasanya akan dibarengi dengan getaran yang merambat hingga ke lantai mobil. Memastikan karet boot dalam kondisi utuh sangatlah penting, karena sekali kotoran masuk ke dalam sendi peluru CV Joint, kerusakan tidak dapat diperbaiki hanya dengan menambah pelumas, melainkan harus dilakukan penggantian unit secara utuh. Melakukan inspeksi visual secara berkala pada bagian kolong roda dapat membantu mendeteksi kerusakan ini lebih dini sebelum biaya perbaikan membengkak akibat kerusakan yang merembet ke sistem transmisi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

VW ID. Polo Kembalikan Tombol Fisik di Kabin Mobil Listrik

07 Jan 2026, 08:14 WIBAutomotive