ilustrasi berkendara di kabut asap(AFP/Reina)
Berbeda dari mobil, naik motor di tengah kabut asap adalah kegiatan yang sangat berbahaya dan berisiko. Tubuh kamu secara langsung akan terkena kabut, serpihan bekas pembakaran, bahkan bisa terhempas karena angin yang kencang. Pencegahan harus dilakukan dengan lebih ekstra jika berkendara naik motor. Selain itu, jangan lupa ikuti beberapa tips berikut.
Sama seperti mobil, motor juga harus menjaga kecepatannya, misalnya di bawah 50 kilometer per jam. Jika terlalu cepat kamu akan kesulitan mengendalikan motor, khususnya ketika jalanan licin akibat debu dari kebakaran. Pengeraman juga jadi makin sulit, bahkan bisa membuat motor jatuh karena tergelincir.
Saat naik motor kamu berada di luar dan tubuh secara langsung bersentuhan dengan asap. Partikel kecil bisa masuk ke sistem pernafasan dan menyebabkan kesulitan bernafas. Karenanya, selalu pakai masker untuk mencegah hal tersebut. Kamu juga bisa memakai balaclava sebagai proteksi tambahan.
Motor adalah kendaraan kecil, jika kabut asap terlalu tebal kamu bisa tak terlihat di jalanan. Cara untuk mengatasinya dengan menyalakan lampu tiap saat. Jika lampu kurang terang kamu bisa menggantinya dengan yang baru. Lampu bohlam sebenarnya masih cukup efektif, tapi LED bisa jauh lebih terang.
Selain masker dan balaclava, helm juga bisa menjadi pelindung wajah dari debu serta partikel yang mengganggu pernafasan. Rekomendasi terbaik adalah helm full face yang melindungi mulut dan hidung dengan sempurna. Misal pun tak punya helm full face, helm half face juga bisa dipakai. Namun, yang jelas kamu harus menutup kacanya dan pakai helm kapanpun meski hanya bepergian dalam waktu singkat untuk mencegah gangguan pernafasan.
Selalu siap siaga ketika berkendara di tengah kabut asap. Perhatikan sekitar, hindari jalan berlubang, dan jangan kehilangan fokus. Selama berkendara di kabut asap sebisa mungkin hindari mengobrol dengan orang lain, jangan main HP, dan tentunya pastikan jalanan aman untuk dilewati. Kamu juga bisa menyalakan klaskon ketika hendak berbelok atau menyalip agar pengendara lain menyadari keberadaanmu.
Pengeraman mendadak bisa berakibat fatal bagi dirimu dan orang lain. Saat mengerem mendadak motor bisa jatuh, tergelincir, dan terjadi kecelakaan tunggal. Saat jalan ramai pengereman mendadak juga bisa memicu kecelakaan beruntun yang akhirnya memakan lebih banyak korban jiwa.
Itulah beberapa tips aman berkendara saat kabut asap yang bisa menyelamatkan nyawamu dan meminimalisir berbagai risiko. Tak hanya berguna bagi diri sendiri, kamu juga berkontribusi dalam memberikan rasa aman bagi pengguna jalan lain.