Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tips Membersihkan Mobil dari Debu Vulkanik, Jangan Asal Dilap
ilustrasi lap mobil (freepik.com/freepik
  • Debu vulkanik bersifat abrasif dan dapat menggores cat mobil, sehingga bodi harus dibilas air bersih dari bagian atas sebelum disentuh atau dicuci.
  • Jangan menyalakan wiper saat kaca masih tertutup abu kering; bilas kaca dan bersihkan bilah wiper terlebih dahulu untuk mencegah goresan serta menjaga visibilitas.
  • Setelah abu terangkat, cuci mobil dengan sabun khusus secara lembut dan periksa radiator, AC, rem, belt, serta ruang mesin agar endapan tidak memicu masalah komponen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Debu gunung api bisa menempel di mobil dan tajam seperti pasir. Jangan langsung dilap, nanti cat mobil bisa lecet. Siram dulu dari atap sampai bawah pakai air bersih. Kaca juga harus disiram, jangan nyalakan wiper saat masih berdebu. Setelah itu, cuci pelan-pelan pakai sabun mobil dan cek bagian mesin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Debu vulkanik yang menempel di mobil tidak boleh dianggap seperti debu biasa. Partikelnya dapat memiliki permukaan tajam dan bersifat abrasif sehingga berisiko menggores lapisan cat apabila langsung digosok menggunakan kain.

Karena itu, cara membersihkannya perlu dilakukan secara bertahap. Semakin banyak abu yang menempel, semakin penting mengurangi kontak langsung antara partikel tersebut dengan bodi, kaca, dan komponen kendaraan lainnya.

1. Bilas bodi sebelum menyentuhnya

ilustrasi cuci mobil (unsplash.com/Ethan Sexton)

Kesalahan yang sering dilakukan adalah langsung mengelap bodi menggunakan kain ketika permukaannya masih dipenuhi abu. Cara tersebut dapat membuat partikel vulkanik terseret di atas lapisan cat dan meninggalkan goresan halus. Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa menggosok abu dapat menyebabkan guratan pada kendaraan.

Langkah pertama sebaiknya membilas mobil menggunakan air bersih untuk melepaskan sebanyak mungkin abu. Mulailah dari bagian paling atas seperti atap, kemudian turun menuju kap mesin, pintu, bumper, hingga bagian bawah. Membilas terlebih dahulu membantu mengurangi jumlah partikel abrasif sebelum proses pencucian dilakukan.

2. Perhatikan kaca dan bilah wiper

ilustrasi cuci mobil (unsplash.com/Eugene Chystiakov)

Kaca depan juga harus dibersihkan dengan hati-hati. Jangan langsung mengaktifkan wiper ketika kaca masih dipenuhi abu kering karena partikel tersebut dapat bergesekan dengan kaca dan berpotensi menimbulkan goresan. Panduan Kementerian Kesehatan secara khusus menyarankan tidak menggunakan wiper untuk menghilangkan abu kering.

Bilas kaca terlebih dahulu sampai abu terangkat, kemudian bersihkan bilah wiper sebelum digunakan. Pastikan permukaan kaca sudah cukup bersih agar karet wiper tidak menyeret sisa partikel vulkanik. Kondisi kaca yang benar-benar bersih juga penting untuk menjaga visibilitas jika mobil harus digunakan dalam situasi darurat.

3. Cuci dengan sabun dan periksa bagian lain

ilustrasi cuci mobil (pexels.com/www.kaboompics.com)

Setelah sebagian besar abu terlepas, lanjutkan pencucian menggunakan sabun khusus mobil dan alat yang bersih. Gunakan gerakan lembut dari bagian atas ke bawah. Hindari mencuci di bawah sinar matahari langsung agar air dan sabun tidak cepat mengering di permukaan bodi.

Jangan hanya fokus pada bagian luar. Jika paparan abu cukup berat, area seperti kisi-kisi radiator, kondensor AC, rem, drive belt, dan ruang mesin juga perlu diperiksa. Debu vulkanik yang dibiarkan beberapa hari dapat membuat proses pembersihan semakin sulit dan berpotensi memicu masalah pada sejumlah komponen.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article