Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Bunyi Aneh Mobil yang Sering Bikin Pemilik Cemas, Penyebabnya Sepele

6 min read
6 Bunyi Aneh Mobil yang Sering Bikin Pemilik Cemas, Penyebabnya Sepele
ilustrasi mobil (pexels.com/chaiya saleethong)
  • Enam bunyi mobil yang kerap memicu cemas—decitan, gemeretak, desis, ketukan, hingga derak—tidak selalu menandakan kerusakan besar karena bisa dipicu kondisi sederhana.
  • Pemeriksaan awal dapat dilakukan pada sabuk penggerak, barang kabin atau bagasi, aksesori, kelembapan rem, serta perkakas yang longgar sebelum menyimpulkan sumber masalah.
  • Bunyi yang menetap, makin keras, atau disertai indikator menyala, performa menurun, getaran, gangguan rem, kemudi, roda, maupun mesin perlu segera diperiksa teknisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah gak kamu sedang mengendarai mobil, lalu tiba-tiba terdengar bunyi aneh dari bagian mesin, roda, atau dashboard? Suara seperti decitan, ketukan, hingga bunyi berderak bisa membuat pikiran langsung tertuju pada kerusakan yang membutuhkan biaya perbaikan besar. Apalagi kalau suara tersebut muncul ketika kamu sedang bepergian jauh dan belum tahu lokasi bengkel terdekat.

Padahal, bunyi aneh pada mobil gak selalu menandakan kerusakan serius. Beberapa suara bisa muncul akibat perubahan suhu, gesekan ringan, atau komponen yang sedang bekerja. Meski begitu, kamu tetap perlu mengenali karakter bunyinya agar bisa membedakan kondisi yang mungkin sepele dari gejala yang membutuhkan pemeriksaan. Berikut enam bunyi aneh mobil yang sering bikin pemilik cemas, padahal penyebabnya bisa saja sederhana.

  1. 1. Bunyi berdecit saat pertama kali menyalakan mesin

    Ilustrasi mobil (pexels.com/Velroy Fernandes)
    Ilustrasi mobil (pexels.com/Velroy Fernandes)

    Suara mencicit sesaat ketika mesin baru dinyalakan bisa membuat kamu khawatir ada komponen yang bermasalah. Bunyi ini biasanya terdengar dari ruang mesin dan terkadang menghilang setelah beberapa saat. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah sabuk penggerak atau drive belt yang mengalami selip, mulai aus, atau ketegangannya kurang sesuai.

    Namun, bunyi tersebut juga perlu diperhatikan berdasarkan durasi dan situasi kemunculannya. Jika suara hanya muncul sesaat, bukan berarti mobil pasti mengalami kerusakan berat, tetapi kondisi sabuk dan komponen terkait tetap layak diperiksa. Kalau decitan terus terdengar, semakin keras, atau muncul bersamaan dengan indikator aki menyala maupun gangguan pada sistem lain, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan di bengkel. Hindari menyemprotkan cairan sembarangan ke sabuk karena tindakan itu justru bisa memengaruhi kinerjanya.

  2. 2. Bunyi gemeretak dari dashboard saat melewati jalan rusak

    Ilustrasi mobil
    Ilustrasi mobil (pexels.com/Matheus Bertelli)

    Ketika mobil melewati jalan berlubang atau permukaan yang gak rata, kamu mungkin mendengar bunyi gemeretak dari area dashboard. Suara ini sering membuat pemilik mobil menduga ada bagian interior yang rusak atau komponen mesin yang bermasalah. Padahal, sumbernya bisa berasal dari benda kecil di dalam kabin, seperti koin, gantungan, barang di laci dashboard, atau aksesori yang kurang terpasang rapat.

    Sebelum membawa mobil ke bengkel, kamu bisa mencoba memeriksa barang-barang di sekitar area yang mengeluarkan suara. Kosongkan laci dashboard, rapikan benda di konsol tengah, dan pastikan aksesori tambahan terpasang dengan baik. Jika bunyi tetap muncul meski kabin sudah diperiksa, sumbernya mungkin berasal dari klip panel interior yang longgar atau komponen lain di balik dashboard. Pemeriksaan teknisi akan membantu memastikan penyebabnya, terutama jika bunyi disertai getaran atau gangguan fungsi komponen kendaraan.

  3. 3. Bunyi mendesis ketika AC dinyalakan

    ilustrasi AC mobil
    ilustrasi AC mobil (pexels.com/Erik Mclean)

    Pernah mendengar suara mendesis dari ventilasi atau area dashboard ketika AC mobil mulai bekerja? Suara ini bisa terdengar seperti udara yang mengalir melalui celah kecil dan terkadang membuat pemilik mobil khawatir terjadi kebocoran. Padahal, suara aliran udara atau perubahan tekanan pada sistem AC dapat menimbulkan bunyi tertentu, tergantung kondisi dan desain sistemnya.

    Meski begitu, bunyi mendesis yang baru muncul atau semakin keras tetap perlu diperhatikan. Jika AC masih dingin dan suara hanya terdengar sesaat ketika sistem mulai bekerja, penyebabnya belum tentu serius. Namun, jika suara berlangsung terus-menerus, udara yang keluar menjadi kurang dingin, atau muncul gejala lain, ada kemungkinan sistem AC membutuhkan pemeriksaan. Jangan langsung menyimpulkan bahwa freon habis atau terjadi kebocoran tanpa pengecekan karena penyebab gangguan AC bisa beragam.

  4. 4. Bunyi ketukan kecil dari mesin saat mobil diam

    Ilustrasi mobil
    Ilustrasi mobil (pexels.com/Quentin Martinez)

    Suara ketukan kecil dari ruang mesin ketika mobil sedang diam sering membuat pemilik kendaraan langsung membayangkan kerusakan internal. Padahal, gak semua bunyi ketukan berasal dari komponen mesin yang rusak. Beberapa suara bisa muncul dari injektor, komponen mekanis yang bekerja, atau bagian lain yang bergetar ketika mesin hidup.

    Hal terpenting adalah mengenali apakah bunyi tersebut merupakan karakter normal kendaraan atau perubahan yang baru terjadi. Jika suara terdengar semakin keras, mengikuti peningkatan putaran mesin, atau disertai getaran berlebihan dan penurunan tenaga, pemeriksaan perlu segera dilakukan. Pastikan juga jadwal penggantian oli gak terlewat dan gunakan oli sesuai spesifikasi kendaraan. Jika muncul bunyi ketukan keras bersamaan dengan lampu indikator tekanan oli menyala, matikan mesin ketika sudah aman untuk melakukannya dan jangan lanjutkan perjalanan sebelum penyebabnya diperiksa.

  5. 5. Bunyi berdecit ketika mengerem pelan

    ilustrasi nyetir mobil
    ilustrasi nyetir mobil (pexels.com/Skylar Kang)

    Bunyi decitan saat menginjak pedal rem, terutama ketika mobil bergerak pelan, merupakan salah satu suara yang paling mudah membuat pengendara cemas. Kamu mungkin langsung berpikir bahwa kampas rem sudah tipis dan harus diganti. Padahal, bunyi tersebut juga bisa muncul karena permukaan rem lembap setelah hujan atau pencucian mobil, debu yang menempel, maupun karakteristik material kampas rem.

    Jika suara hanya muncul sesaat setelah mobil terkena air lalu menghilang, penyebabnya mungkin berkaitan dengan kelembapan pada permukaan rem. Namun, jangan menganggap semua bunyi decitan sebagai kondisi normal. Bunyi yang terus berulang, suara gesekan logam, pedal rem terasa berbeda, mobil menarik ke satu sisi saat mengerem, atau kemampuan pengereman menurun perlu segera diperiksa. Mengingat rem berhubungan langsung dengan keselamatan, lebih baik memastikan kondisinya daripada mengambil risiko di jalan.

  6. 6. Bunyi berderak dari kolong mobil ketika melewati polisi tidur

    Ilustrasi mobil putih
    Ilustrasi mobil putih (pexels.com/Mary Se)

    Saat melewati polisi tidur atau jalan bergelombang, kamu mungkin mendengar bunyi berderak atau seperti ada komponen yang beradu dari bagian bawah mobil. Suara ini bisa membuat pemilik kendaraan khawatir ada bagian kaki-kaki yang rusak. Padahal, penyebabnya bisa sesederhana benda di bagasi yang bergeser, dongkrak atau perkakas yang gak tersimpan rapat, hingga pelindung bawah kendaraan yang kendur.

    Coba periksa terlebih dahulu isi bagasi, tempat penyimpanan perkakas, serta benda lain yang mungkin bergerak ketika mobil melewati permukaan gak rata. Jika bunyi tetap muncul, terutama ketika roda melewati lubang atau mobil berbelok, sumbernya bisa berasal dari komponen suspensi, bushing, sambungan, atau bagian kaki-kaki lainnya. Jangan mencoba memastikan sumber bunyi dengan masuk ke bawah mobil yang hanya ditopang dongkrak. Bawa kendaraan ke bengkel untuk pemeriksaan yang aman, khususnya jika bunyi semakin keras atau disertai perubahan kestabilan saat berkendara.

    Bunyi aneh pada mobil memang bisa memicu kekhawatiran, apalagi jika kamu belum terbiasa mengenali karakter suara kendaraan sendiri. Namun, langsung menyimpulkan bahwa ada kerusakan besar juga bukan langkah yang tepat. Perhatikan kapan suara muncul, apakah terjadi berulang kali, dan apakah ada gejala lain yang menyertainya. Informasi ini akan membantu kamu menjelaskan kondisi mobil secara lebih akurat ketika berkonsultasi dengan teknisi.

    Meski beberapa bunyi mungkin berasal dari hal sederhana, jangan mengabaikan suara yang baru muncul, terus-menerus, atau disertai perubahan performa kendaraan. Jika bunyi berkaitan dengan rem, kemudi, roda, atau mesin dan menimbulkan keraguan terhadap keselamatan, hentikan kendaraan di tempat aman dan mintalah pemeriksaan. Kamu gak harus memahami seluruh komponen mobil untuk merawatnya dengan baik. Cukup peka terhadap perubahan, melakukan pemeriksaan dasar secara aman, dan gak menunda penanganan ketika ada tanda bahaya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More