Kenapa Ban Mobil Berdecit Saat Belok Pelan? Ini Penyebabnya

- Decitan saat mobil belok pelan bisa berasal dari gesekan normal antara tapak ban dan permukaan seperti beton halus, lantai garasi, atau aspal tertentu.
- Tekanan ban yang tidak sesuai serta tapak aus atau tidak merata dapat memengaruhi respons belok; periksa tekanan, retak, benjol, dan batas keausan.
- Jika decitan muncul terus-menerus disertai setir berat, getaran, ketukan, atau kendali terganggu, periksa sistem kemudi dan suspensi di bengkel.
Pernah mendengar suara decitan ban ketika mobil berbelok pelan saat parkir atau bermanuver di jalan sempit? Suara tersebut terkadang terdengar cukup nyaring, meskipun mobil hanya bergerak beberapa kilometer per jam. Kondisi ini bisa membuat pengemudi bertanya-tanya apakah ban mulai rusak atau ada komponen mobil yang bermasalah.
Sebenarnya, ban berdecit saat berbelok tidak selalu menandakan kerusakan. Ada beberapa faktor yang bisa memicu suara tersebut, mulai dari gesekan ban dengan permukaan jalan hingga kondisi tekanan ban dan sistem kemudi. Namun, jika suara terus muncul atau disertai gejala lain, kondisi mobil sebaiknya diperiksa lebih lanjut.
1. Gesekan ban dengan permukaan jalan

ilustrasi ban mobil (pexels.com/Ayyeee Ayyeee) Penyebab paling sederhana adalah gesekan antara permukaan ban dan aspal. Ketika mobil berbelok, ban tidak hanya bergerak maju, tetapi juga mengalami perubahan arah. Bagian tapak ban harus menyesuaikan diri dengan sudut belokan sehingga terjadi gesekan antara karet dan permukaan jalan. Dalam kondisi tertentu, gesekan tersebut dapat menghasilkan suara berdecit.
Suara ini lebih mudah terdengar ketika mobil bermanuver di area parkir dengan permukaan beton halus, lantai garasi, atau aspal yang memiliki karakteristik tertentu. Ban yang masih mencengkeram jalan dengan baik pun bisa mengeluarkan suara ketika sudut belok cukup tajam. Selama decitan hanya sesekali terdengar dan tidak disertai gejala lain, kondisi tersebut belum tentu menunjukkan adanya masalah serius.
2. Tekanan ban dan kondisi tapak tidak sesuai

ilustrasi memeriksa ban mobil (freepik.com/senivpetro) Tekanan angin ban juga bisa memengaruhi karakteristik kontak ban dengan permukaan jalan. Ban yang kekurangan atau kelebihan tekanan dapat mengalami perubahan bentuk bidang kontak sehingga memengaruhi respons ketika mobil berbelok. Meski begitu, tekanan ban bukan satu-satunya penyebab suara decitan dan tidak selalu menjadi faktor utama.
Kondisi tapak ban juga perlu diperhatikan. Ban yang sudah aus tidak memiliki pola tapak seoptimal ban yang masih layak, sedangkan keausan tidak merata dapat mengindikasikan masalah pada penyelarasan roda atau suspensi. Jika suara decitan muncul berulang kali, periksa tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan dan amati apakah tapaknya aus secara merata. Ban yang retak, benjol, atau sudah melewati batas keausan perlu mendapat perhatian khusus.
3. Ada komponen kemudi atau suspensi yang bermasalah

setir mobil Nissan (unsplash.com/Tigran Hambardzumyan) Jika decitan muncul setiap kali setir diputar, terutama ketika mobil hampir berhenti, sumber suara mungkin bukan berasal dari ban. Komponen pada sistem kemudi dan suspensi, seperti sambungan bola atau ball joint, bushing, serta bagian lain yang bergerak ketika roda berbelok, juga berpotensi menimbulkan bunyi akibat keausan atau kurangnya pelumasan sesuai kebutuhan komponen.
Perhatikan apakah suara disertai setir terasa berat, getaran, bunyi ketukan, atau arah mobil yang sulit dikendalikan. Jika gejala tersebut muncul, sebaiknya lakukan pemeriksaan di bengkel agar sumber masalah dapat dipastikan. Jangan langsung mengganti ban sebelum penyebabnya diketahui, sebab bunyi serupa bisa berasal dari beberapa komponen berbeda.
Pada akhirnya, ban mobil berdecit saat belok pelan bisa disebabkan oleh gesekan normal maupun masalah teknis. Mengenali kapan suara muncul dan apakah ada gejala tambahan akan membantu menentukan langkah pemeriksaan yang tepat.





















