Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jangan Genggam Setir Terlalu Erat, Ini Dampaknya saat Berkendara

3 min read
Jangan Genggam Setir Terlalu Erat, Ini Dampaknya saat Berkendara
ilustrasi setir mobil (pexels.com/Valeriia Miller)
  • Menggenggam setir terlalu erat, terutama saat macet atau jalan sempit, membuat otot tangan, pergelangan, lengan, dan bahu cepat pegal serta kaku.
  • Ketegangan pada tangan dan lengan dapat membuat gerakan kemudi kurang halus, sehingga koreksi arah berpotensi berlebihan saat tikungan, jalan sempit, atau parkir.
  • Pengemudi disarankan memegang setir mantap namun rileks, mengatur posisi duduk, menjaga siku dan bahu tidak tegang, serta beristirahat di tempat aman saat lelah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengemudi membutuhkan konsentrasi dan kendali yang baik, termasuk cara memegang setir. Tanpa disadari, sebagian pengemudi menggenggam setir terlalu erat, terutama ketika melewati kemacetan, jalan sempit, atau jalur yang ramai kendaraan. Kebiasaan ini sering dianggap sebagai cara untuk menjaga mobil tetap terkendali.

Padahal, menggenggam setir terlalu kuat justru bisa membuat tangan cepat lelah dan mengurangi keluwesan saat bermanuver. Posisi tangan yang tepat bukan berarti setir harus dipegang selemah mungkin, melainkan cukup mantap untuk mengendalikan arah mobil tanpa membuat otot terus-menerus tegang.

  1. 1. Tangan lebih cepat pegal dan kaku

    perlukah mengunci setir mobil
    ilustrasi setir mobil (unsplash.com/Andraz Lazic)

    Ketika menggenggam setir terlalu erat, otot jari, telapak tangan, pergelangan tangan, hingga lengan harus bekerja lebih keras. Jika kebiasaan ini berlangsung selama perjalanan panjang, otot bisa mengalami kelelahan. Akibatnya, tangan terasa pegal, pergelangan kaku, dan bahu ikut menegang. Kondisi tersebut dapat membuat perjalanan terasa lebih melelahkan, meskipun mobil dilengkapi fitur kemudi yang ringan.

    Risiko ini bisa semakin terasa ketika berkendara di tengah kemacetan karena pengemudi terus memegang setir dalam waktu lama. Untuk menguranginya, pegang setir dengan mantap tetapi tetap rileks. Pastikan posisi duduk dan jarak tubuh terhadap setir sesuai, sehingga lengan tidak terlalu lurus atau tertekuk berlebihan. Saat berhenti di tempat yang aman, manfaatkan waktu untuk melemaskan tangan dan bahu.

  2. 2. Gerakan kemudi bisa menjadi kurang halus

    setir mobil Nissan
    setir mobil Nissan (unsplash.com/Tigran Hambardzumyan)

    Genggaman yang terlalu kuat dapat membuat pergelangan tangan dan lengan lebih kaku. Akibatnya, pengemudi berpotensi melakukan koreksi arah secara berlebihan ketika menghadapi tikungan atau menyesuaikan posisi mobil. Gerakan kemudi yang kurang halus bisa mengganggu kenyamanan berkendara, terutama di jalan sempit atau ketika melakukan manuver parkir.

    Sebaliknya, genggaman yang mantap dan rileks membantu tangan bergerak lebih alami mengikuti kebutuhan kemudi. Pengemudi tetap perlu memegang setir dengan cukup kuat agar dapat bereaksi ketika menghadapi situasi mendadak. Jadi, bukan berarti setir boleh dibiarkan longgar atau dipegang dengan satu tangan tanpa alasan. Kendali harus tetap terjaga, sementara gerakan tangan tidak perlu dibuat tegang sepanjang perjalanan.

  3. 3. Ketegangan bisa membuat pengemudi cepat lelah

    ilustrasi setir mobil
    ilustrasi setir mobil (pexels.com/Valeriia Miller)

    Mengemudi bukan hanya soal menggerakkan setir, tetapi juga menjaga perhatian terhadap kondisi jalan, kendaraan lain, dan potensi bahaya. Ketika tubuh terus berada dalam posisi tegang, pengemudi bisa lebih cepat merasa lelah. Bahu yang terangkat, siku yang kaku, dan tangan yang mencengkeram setir terlalu kuat juga dapat mengurangi kenyamanan selama perjalanan jauh.

    Untuk menjaga posisi berkendara tetap nyaman, atur sandaran kursi dan jarak setir sebelum mobil berjalan. Pegang setir pada posisi yang direkomendasikan dalam buku panduan kendaraan, umumnya menyerupai posisi pukul sembilan dan tiga pada jam. Pertahankan genggaman yang stabil tanpa mengunci siku atau menegangkan bahu. Jika mulai lelah, berhentilah di tempat aman untuk beristirahat.

    Pada akhirnya, memegang setir dengan benar bukan soal seberapa kuat genggaman tangan, melainkan bagaimana menjaga kendali sekaligus tetap rileks. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi ketegangan dan membuat perjalanan lebih nyaman tanpa mengorbankan keselamatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More