Raksasa otomotif global, Stellantis, secara resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) massal terhadap 419.035 unit kendaraan merek Jeep di pasar Amerika Serikat. Langkah penyelematan ini, seperti dikutip dari laman Quartz, diambil setelah ditemukannya cacat produksi berupa kesalahan pada perangkat lunak (software glitch). Masalah teknis tersebut sangat krusial karena dapat menyebabkan keterlambatan waktu mengembang pada komponen bantalan udara (airbag) pelindung benturan samping saat mobil mengalami kecelakaan.
Berdasarkan laporan resmi dari Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA), cacat sistem penunjang keselamatan ini membuat ratusan ribu kendaraan tersebut gagal memenuhi standar keselamatan kendaraan bermotor federal yang ketat. Keterlambatan hitungan milidetik pada performa keselamatan pasif ini dinilai sangat berisiko fatal bagi keselamatan pengemudi maupun penumpang di dalam kabin. Proses perbaikan akan segera digulirkan demi meminimalkan potensi cedera serius di jalan raya.
