Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Sederhana Mengecek Kondisi Rem hanya dengan Mendengarkan Suaranya

Cara Sederhana Mengecek Kondisi Rem hanya dengan Mendengarkan Suaranya
ilustrasi memperbaiki rem mobil (freepik.com/senivpetro)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Suara berdecit saat mengerem dapat disebabkan kotoran, kelembapan, atau kampas rem menipis; jika terus muncul, kendaraan perlu diperiksa di bengkel.
  • Gesekan kasar seperti logam, atau ketukan dan getaran pada pedal maupun setir, bisa menandakan kampas habis atau piringan rem tidak rata.
  • Catat waktu dan kondisi munculnya bunyi, lalu perhatikan pedal dalam, jarak berhenti memanjang, atau kendaraan menarik ke satu sisi untuk mendukung pemeriksaan rem.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Rem merupakan salah satu komponen terpenting pada kendaraan karena berhubungan langsung dengan keselamatan saat berkendara. Sayangnya, banyak pengemudi baru menyadari ada masalah setelah performa pengereman terasa menurun atau bahkan ketika kendaraan sudah sulit dihentikan secara optimal. Padahal, sistem rem biasanya sudah memberikan 'peringatan' lebih awal melalui suara-suara yang gak biasa. Kalau kamu lebih peka mendengarkannya, kerusakan bisa diketahui sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Kebiasaan sederhana ini juga dapat membantumu menghemat biaya perbaikan karena gangguan kecil umumnya lebih mudah ditangani.

Setiap bunyi yang muncul saat menginjak pedal rem memiliki penyebab yang berbeda-beda. Ada suara yang masih tergolong normal, tetapi ada pula yang menandakan kampas rem mulai habis, piringan rem bermasalah, atau terdapat kotoran yang mengganggu proses pengereman. Tentu saja, suara saja gak cukup untuk memastikan diagnosis secara pasti. Namun, mengenali karakter bunyinya bisa menjadi langkah awal sebelum membawa kendaraan ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Nah, berikut lima cara sederhana mengecek kondisi rem hanya dengan mendengarkan suaranya.

1. Dengarkan apakah muncul suara berdecit saat pedal rem diinjak

Ilustrasi memperbaiki rem mobil
Ilustrasi memperbaiki rem mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Suara berdecit merupakan bunyi yang paling sering dikeluhkan pemilik kendaraan. Bunyi ini biasanya terdengar seperti gesekan bernada tinggi ketika pedal rem mulai diinjak. Salah satu penyebabnya adalah debu atau kotoran yang menempel di antara kampas rem dan piringan. Namun, pada banyak kendaraan modern, suara tersebut juga bisa menjadi tanda bahwa kampas rem sudah mulai menipis dan perlu segera diperiksa. Produsen kampas rem bahkan sengaja menambahkan indikator logam kecil yang akan menimbulkan bunyi ketika ketebalan kampas sudah mendekati batas aman.

Kalau suara berdecit hanya muncul sesekali setelah mobil dicuci atau terkena hujan, penyebabnya bisa berasal dari kelembapan pada permukaan piringan rem. Bunyi tersebut umumnya akan hilang setelah beberapa kali pengereman ringan. Sebaliknya, kalau suara tetap terdengar setiap kali mengerem, jangan menundanya terlalu lama. Pemeriksaan sederhana di bengkel dapat memastikan apakah kampas rem masih layak digunakan atau memang sudah waktunya diganti. Semakin cepat diperiksa, semakin kecil risiko kerusakan pada komponen lain.

2. Waspadai suara gesekan kasar seperti logam bertemu logam

Ilustrasi cakram rem mobil
Ilustrasi cakram rem mobil (pexels.com/Erik Mclean)

Bunyi gesekan yang kasar terdengar sangat berbeda dibandingkan suara decitan biasa. Suaranya lebih berat dan terasa seperti dua permukaan logam saling bergesekan. Kondisi ini patut diwaspadai karena bisa menunjukkan kampas rem sudah habis sehingga bagian logam penyangganya langsung bergesekan dengan piringan rem. Kalau terus digunakan, permukaan piringan dapat tergores dan membutuhkan biaya perbaikan yang lebih besar. Selain mengurangi kenyamanan, kemampuan pengereman juga dapat ikut menurun.

Jangan menganggap suara tersebut akan hilang dengan sendirinya. Mengemudi dalam kondisi seperti ini justru berisiko memperparah kerusakan dan mengurangi keselamatan saat berkendara. Segera kurangi penggunaan kendaraan bila memungkinkan, lalu lakukan pemeriksaan di bengkel terpercaya. Teknisi akan mengecek ketebalan kampas rem sekaligus kondisi piringan untuk memastikan apakah masih bisa digunakan atau perlu diganti. Penanganan sejak awal jauh lebih baik daripada menunggu kerusakan menyebar ke komponen lain.

3. Perhatikan bunyi ketukan atau getaran saat mengerem

ilustrasi rem mobil
ilustrasi rem mobil (pexels.com/agustin olmedo)

Selain suara gesekan, rem yang bermasalah juga bisa menghasilkan bunyi ketukan ringan atau getaran yang terasa hingga pedal rem maupun setir. Kondisi ini sering muncul ketika piringan rem sudah gak rata akibat panas berlebih atau pemakaian dalam waktu lama. Akibatnya, kampas rem gak menempel secara merata sehingga muncul getaran setiap kali proses pengereman berlangsung. Gejala ini biasanya lebih terasa ketika kendaraan melaju pada kecepatan sedang hingga tinggi.

Kalau kamu mulai merasakan kombinasi antara suara dan getaran tersebut, jangan hanya fokus pada bunyinya saja. Perhatikan juga apakah kendaraan tetap stabil saat mengerem atau justru terasa bergetar lebih kuat dari biasanya. Pemeriksaan di bengkel dapat membantu memastikan apakah piringan rem masih bisa dibubut atau harus diganti. Mengabaikan gejala ini dapat membuat pengereman menjadi kurang nyaman dan berpotensi memengaruhi pengendalian kendaraan. Rem yang bekerja optimal seharusnya memberikan respons halus tanpa bunyi maupun getaran berlebihan.

4. Dengarkan apakah suara hanya muncul pada kondisi tertentu

ilustrasi cek kondisi rem mobil (freepik.com/peoplecreations)
ilustrasi cek kondisi rem mobil (freepik.com/peoplecreations)

Waktu munculnya suara juga dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi rem. Ada bunyi yang hanya terdengar ketika kendaraan baru mulai digunakan pada pagi hari, sementara ada pula yang muncul setelah perjalanan jauh atau ketika rem bekerja lebih keras di jalan menurun. Pola seperti ini membantu teknisi mempersempit kemungkinan penyebab gangguan. Misalnya, suara yang muncul hanya saat kondisi basah bisa berbeda penyebabnya dibandingkan suara yang selalu terdengar setiap kali mengerem.

Cobalah mengingat kapan bunyi tersebut mulai muncul, seberapa sering terdengar, dan dalam kondisi seperti apa suara itu paling jelas. Informasi sederhana seperti ini sangat membantu saat kamu menjelaskan keluhan kepada mekanik. Diagnosis pun menjadi lebih cepat karena teknisi memiliki gambaran awal mengenai masalah yang mungkin terjadi. Kebiasaan memperhatikan detail kecil seperti ini dapat menghemat waktu pemeriksaan. Kamu juga menjadi lebih peka terhadap perubahan performa kendaraan.

5. Jangan hanya mengandalkan telinga, perhatikan juga perubahan rasa saat mengerem

Ilustrasi perbaikan rem mobil (pixabay/geraldoswald62)
Ilustrasi perbaikan rem mobil (pixabay/geraldoswald62)

Meski suara merupakan petunjuk yang penting, kondisi rem sebaiknya tetap dinilai bersama tanda-tanda lain. Misalnya, pedal rem terasa lebih dalam dari biasanya, kendaraan membutuhkan jarak berhenti yang lebih panjang, atau mobil cenderung menarik ke satu sisi saat mengerem. Kalau gejala tersebut muncul bersamaan dengan bunyi yang gak biasa, kemungkinan terdapat gangguan pada sistem pengereman menjadi semakin besar. Menggabungkan berbagai tanda akan memberikan gambaran kondisi kendaraan yang lebih akurat.

Biasakan melakukan pemeriksaan ringan secara berkala meski belum mendengar suara yang mencurigakan. Servis rutin membantu mendeteksi keausan kampas rem, kondisi minyak rem, hingga komponen lain yang mungkin mulai mengalami penurunan performa. Jangan menunggu lampu indikator menyala atau suara menjadi semakin keras baru mengambil tindakan. Sistem rem dirancang untuk memberikan banyak tanda sebelum mengalami kegagalan yang serius. Mengenali tanda-tanda tersebut merupakan salah satu cara paling sederhana untuk menjaga keselamatan selama berkendara.

Suara yang muncul saat mengerem bukan sekadar gangguan yang mengurangi kenyamanan selama perjalanan. Dalam banyak kasus, bunyi tersebut merupakan cara sistem rem memberi tahu bahwa ada komponen yang mulai aus, kotor, atau membutuhkan perhatian. Mengenali perbedaan antara suara decitan ringan, gesekan logam, hingga bunyi yang disertai getaran dapat membantumu mendeteksi masalah lebih awal. Walaupun suara gak bisa dijadikan satu-satunya dasar untuk menentukan kerusakan, kebiasaan mendengarkan perubahan kecil pada kendaraan merupakan langkah awal yang sangat bermanfaat. Pemeriksaan sejak dini juga dapat mencegah kerusakan yang lebih mahal di kemudian hari.

Kalau belakangan ini kamu mendengar bunyi yang gak biasa setiap kali menginjak pedal rem, jangan buru-buru mengabaikannya. Luangkan waktu untuk memperhatikan kapan suara itu muncul dan apakah disertai perubahan pada performa pengereman. Setelah itu, segera lakukan pemeriksaan di bengkel agar penyebabnya dapat dipastikan secara menyeluruh. Ingat, rem adalah salah satu komponen keselamatan yang gak boleh ditunda perawatannya. Mendengarkan suara kendaraan mungkin terlihat sederhana, tetapi kebiasaan itu bisa menjadi langkah penting untuk menjaga perjalanan tetap aman bagi kamu dan semua pengguna jalan lainnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More