Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alasan Kapasitas Baterai Bukan Satu-Satunya Penentu Jarak Tempuh EV

5 Alasan Kapasitas Baterai Bukan Satu-Satunya Penentu Jarak Tempuh EV
ilustrasi mobil listrik di jalan (pexels.com/Daniel Andraski)
Intinya Sih
  • Kapasitas baterai bukan penentu tunggal jarak tempuh EV; efisiensi motor dan rancangan sistem penggerak menentukan seberapa hemat energi diubah menjadi tenaga.
  • Bobot kendaraan, penumpang, serta barang bawaan meningkatkan kebutuhan energi, terutama saat akselerasi dan menanjak, sehingga jarak tempuh aktual bisa berbeda dari spesifikasi.
  • Gaya berkendara, lalu lintas, kondisi jalan, cuaca, serta penggunaan AC dan fitur kelistrikan memengaruhi konsumsi baterai dan jarak tempuh EV.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kapasitas baterai sering menjadi angka pertama yang dilihat saat seseorang membandingkan mobil listrik atau electric vehicle (EV). Semakin besar kapasitas dalam satuan kWh, semakin banyak energi yang tersedia untuk menggerakkan kendaraan sepanjang perjalanan. Namun, angka tersebut gak otomatis berarti sebuah EV dengan baterai lebih besar selalu mampu menempuh jarak lebih jauh.

Jarak tempuh EV sebenarnya dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan selama kendaraan digunakan. Efisiensi motor, bobot kendaraan, gaya berkendara, kondisi jalan, sampai penggunaan pendingin kabin dapat membuat konsumsi energi berubah cukup signifikan. Karena itu, sebelum menilai kemampuan sebuah EV hanya dari kapasitas baterainya, yuk pahami faktor lain yang turut menentukan jarak tempuhnya.

1. Efisiensi motor sangat memengaruhi konsumsi energi

ilustrasi mesin mobil listrik
ilustrasi mesin mobil listrik (unsplash.com/igor constantino)

Motor listrik memiliki peran besar dalam menentukan seberapa banyak energi baterai yang digunakan untuk menghasilkan tenaga. Dua EV dengan kapasitas baterai yang sama belum tentu memiliki konsumsi energi yang serupa karena efisiensi sistem penggeraknya dapat berbeda. Motor yang mampu mengubah energi listrik menjadi tenaga gerak secara lebih efisien tentu dapat membantu kendaraan menempuh jarak lebih jauh.

Efisiensi tersebut juga berkaitan dengan bagaimana sistem penggerak dirancang dan diatur oleh produsen. Penggunaan energi yang lebih hemat membuat kapasitas baterai yang sama dapat menghasilkan jarak tempuh berbeda pada masing-masing kendaraan. Jadi, melihat angka kapasitas baterai saja belum cukup untuk mengetahui seberapa efisien sebuah EV saat digunakan sehari-hari.

2. Bobot kendaraan ikut menentukan jarak tempuh

ilustrasi mobil listrik di jalan
ilustrasi mobil listrik di jalan (pexels.com/I'm Zion)

Bobot kendaraan menjadi faktor penting karena semakin berat kendaraan, semakin besar energi yang diperlukan untuk membuatnya bergerak. Kondisi tersebut terutama terasa saat kendaraan mulai berakselerasi atau melewati tanjakan yang membutuhkan tenaga lebih besar. Karena itu, EV dengan baterai besar belum tentu lebih efisien jika membawa bobot kendaraan yang juga tinggi.

Selain bobot dasar kendaraan, jumlah penumpang dan barang yang dibawa juga dapat memengaruhi konsumsi energi. Perjalanan bersama beberapa penumpang dengan bagasi penuh tentu memberikan beban berbeda dibanding perjalanan seorang diri tanpa banyak barang. Faktor sederhana seperti ini dapat membuat jarak tempuh aktual berbeda dari angka yang tercantum pada spesifikasi kendaraan.

3. Gaya berkendara bisa membuat energi lebih cepat habis

ilustrasi mengemudi mobil listrik
ilustrasi mengemudi mobil listrik (unsplash.com/Michael Kahn)

Cara seseorang mengemudikan EV memiliki pengaruh langsung terhadap penggunaan energi selama perjalanan. Akselerasi agresif, kecepatan tinggi, serta kebiasaan melakukan pengereman dan percepatan secara berulang dapat membuat konsumsi energi meningkat. Sebaliknya, gaya berkendara yang lebih halus dan konsisten cenderung membantu penggunaan energi menjadi lebih efisien.

Kondisi lalu lintas juga membuat gaya berkendara semakin penting untuk diperhatikan. Perjalanan dengan banyak berhenti dan kembali berakselerasi dapat memiliki pola konsumsi energi yang berbeda dibanding perjalanan dengan kecepatan stabil. Karena itu, kapasitas baterai yang besar tetap dapat berkurang lebih cepat apabila kendaraan digunakan dengan pola berkendara yang boros energi.

4. Kondisi jalan dan cuaca turut memengaruhi konsumsi energi

ilustrasi mobil saat hujan
ilustrasi mobil saat hujan (pexels.com/Luke Miller)

Jarak tempuh EV gak hanya dipengaruhi oleh kendaraan, tetapi juga kondisi lingkungan tempat kendaraan tersebut digunakan. Jalan menanjak membutuhkan tenaga lebih besar dibanding jalan datar karena motor harus bekerja melawan gaya gravitasi. Permukaan jalan yang kurang baik juga dapat meningkatkan hambatan dan membuat energi yang diperlukan selama perjalanan menjadi lebih besar.

Cuaca juga dapat memberikan pengaruh terhadap performa dan konsumsi energi EV. Suhu yang sangat rendah maupun sangat tinggi dapat memengaruhi kondisi baterai serta kebutuhan energi untuk menjaga suhu kabin tetap nyaman. Penggunaan pendingin udara secara intensif juga mengambil energi dari baterai sehingga jarak tempuh aktual dapat berbeda dari kondisi pengujian.

5. Penggunaan fitur kendaraan ikut menguras energi baterai

ilustrasi baterai mobil listrik
ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Markus Spiske)

Baterai EV gak hanya digunakan untuk menggerakkan roda, tetapi juga memasok energi bagi berbagai sistem kelistrikan di dalam kendaraan. Pendingin udara, pemanas kabin, sistem hiburan, lampu, hingga perangkat elektronik lainnya membutuhkan energi selama kendaraan digunakan. Semakin banyak fitur yang aktif dalam waktu lama, semakin besar pula konsumsi energi yang dapat terjadi.

Pengaruhnya mungkin gak selalu terasa dalam perjalanan singkat, tetapi bisa menjadi lebih signifikan saat menempuh jarak jauh. Kondisi tersebut membuat jarak tempuh aktual sangat bergantung pada bagaimana kendaraan digunakan, bukan sekadar seberapa besar kapasitas baterainya. Jadi, EV dengan baterai lebih kecil tetapi sistemnya efisien dapat saja memiliki jarak tempuh yang kompetitif dibanding EV dengan baterai lebih besar.

Kapasitas baterai memang tetap menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan jarak tempuh sebuah EV. Namun, angka tersebut perlu dilihat bersama efisiensi motor, bobot kendaraan, gaya berkendara, kondisi jalan, cuaca, dan penggunaan fitur kelistrikan. Dengan memahami berbagai faktor tersebut, penilaian terhadap kemampuan sebuah EV dapat menjadi lebih realistis dan gak hanya terpaku pada angka kWh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More